Teras

Paguyuban Arutala Menampilkan Ali-ali Kembar

Paguyuban Arutala yang dibentuk oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa Daerah (PBD) angkatan 2017 menampilkan sebuah pementasan drama yang bertajuk Ali-ali Kembar. Drama tersebut merupakan sebuah cerita yang mengangkat intrik serta kehidupan sosial dalam sebuah keluarga. Pentas tersebut diselenggarakan di Gedung Pertunjukan FBS pada Senin (01/04) malam.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang mengusung drama klasik, tahun ini mahasiswa PBD A 2017 memilih mengangkat cerita kontemporer. Hal tersebut diungkapkan oleh Gardhika Adrian Eka, salah satu pemain dalam pementasan.

Foto: Syah

“Pementasan kali ini menggunakan naskah yang berbau keseharian dan kontemporer. Para pemain ingin mencoba keluar dari zona klasik yang bahasanya lebih pakem,” ungkap Gardhika saat diwawancarai Kreativa.

Antusiasme penonton dalam menikmati pementasan drama Ali-ali Kembar ini juga melebihi ekspetasi dari para kru dan pemain.

Ridwan Rahmadi, yang merupakan kru pementasan, mengatakan bahwa butuh beberapa bulan untuk mempersiapkan kebutuhan pentas. “Persiapannya sekitar satu sampai dua bulan. Salah satu kendala pas latihan itu banyak yang telat.” ucap Ridwan.

Foto: Syah

Ridwan mengaku bahwa dirinya merasa pementasannya sudah sesuai harapan. “Pementasan tadi sudah sesuai harapan. Dan antusiasme penonton pementasan tadi di luar dugaan,” ungkapnya. Ia melanjutkan, “Para penonton yang datang bukan hanya dari mahasiswa FBS saja, dari luar FBS bahkan luar UNY pun ada.”

Minke, yang merupakan mahasiswa Institut Sains Teknologi Akprind, mengungkapkan, “Aku dapat info dari teman. Alasan ingin menonton karena aku tertarik dengan pertunjukkan dan juga sekalian buat cari-cari hiburan.”

Senada dengan Minke, Ulya turut mengungkapkan alasannya menyaksikan pementasan ini. “Aku dapat info dari adik tingkat. Selain menonton pertunjukkannya, aku juga sekaligus membantu acara ini,” Ucap Ulya.  

Foto: Syah

Pementasan Ali-ali Kembar ini sebagai pementasan pembuka parade teater Fakultas Bahasa dan Seni. Hal ini juga turut diungkapkan Gardhika Adrian Eka.

“Kami sebagai penampil pertama dari sebuah parade teater. Ini sebuah pembukaan dari parade teater. Ada pbd, sasindo, pbsi , pbj. Kelas kami diamanahi menjadi yang pertama,” ungkap Gardhika.

Sri Kadarsih/Syahdilana

Baca TERAS di lppmkreativa.com atau tulisan Nurul lainnya

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Paguyuban Arutala Menampilkan Ali-ali Kembar – Persma Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top