Soliloqui

Berubah Bukan Berarti Salah Langkah

Ilustrasi: Nadya Tifani

Pernahkah ketika kalian sedang asyik berjalan-jalan lalu tiba-tiba hujan turun? Mungkin segala aktivitas atau rencana mendadak terhenti atau berubah membuat rencana lainnya. Sebagian dari kalian ada yang merasa kesal karena kedatangan hujan yang tiba-tiba. Tapi tentu saja ada sebagian lainnya yang merasa bahagia. Hujan, bagaimanapun cara kedatangannya, selalu menciptakan berbagai efek tersendiri bagi para penghuni bumi. Meski musim dan cuaca telah memiliki jatah waktunya masing-masing hal itu tidak melepas bahwa ramalan manusia bisa salah kapan saja.

Jadi, berkaitan dengan segala hal mendadak yang kalian alami selain hujan, terbesitkah kalian bagaimana rasanya dengan perubahan dadakan maupun kebijakan dari para petinggi yang dengan mudahnya mengganti segala yang menurut mereka kurang “pas”. Entah dari segi aturan, sistem baru yang diterapkan, yang segalanya harus melalui proses uji coba terlebih dahulu. Bagaimanapun itu tentu saja rakyat yang harus mencicipinya terlebih dahulu.

Efek apa yang akan ditimbulkan dari hal yang baru saja dicetuskan itu?Dalam setiap proses perubahan maupun pergantian suatu hal ada proses yang harus dilakukan terlebih dahulu. Proses menerima, apa maksud dan tujuan dari berubahnya suatu hal, proses beradaptasi, karena mengubah kebiasaan yang telah lama kita lakukan berganti dengan yang baru tidak cukup waktu hanya sehari dua hari. Proses menjalani, di mana kita sudah mampu menerima dan dapat beradaptasi dengan mudah, setelah itu tinggal melaksanakan sesuai dengan apa yang ingin kita lakukan. Proses akhir, bagaimana akhir yang membekas dari hal tersebut bagi diri kita sendiri.

Berbicara tentang perubahan, contoh kecil dapat dilihat dari pergantian tahun ajaran baru dimasa sekolah. Awalnya kita masih kecil namun lama kelamaan akan tumbuh seiring dengan berkembangnya kedewasaan. Di masa sekolah dasar kita terbiasa dengan segala yang masih santai khas dari anak-anak yang suka bermain, suka bersenang-senang tanpa ada beban yang terlalu berat dipikul. Beranjak ke sekolah menengah, beban kita akan sedikit bertambah dengan adanya peraturan yang lebih mengikat dan anggapan bahwa kita tidak boleh melanggar tata tertib yang berlaku. Di masa ini pula lah biasanya kita menerima banyak perubahan aturan dan sistem pendidikan yang lebih diatur.

Sebagai contoh berubahnya kurikulum pendidikan yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Kecenderungan orang-orang masih merasa lebih nyaman dan terbiasa dengan kurikulum yang sudah lama berlaku di kalangan masyarakat, namun ketika berganti dengan sistem yang baru, kebanyakan dari mereka masih sulit untuk menerimanya terlebih dahulu. Bukan hanya itu, beberapa contoh perubahan sistem lainnya pun hingga kini masih menjadi polemik yang hangat di setiap kalangan. Bergantinya pemimpin pun turut berperan serta, setiap satu pemimpin memiliki kebijakannya masing-masing yang berbeda, dan jika  berganti kepada pemimpin yang lain, kebijakan pun akan ikut berganti.

Kecenderungan lainnya masyarakat terbiasa dengan segala sesuatu yang menurut mereka lebih mudah, lebih praktis, dan mempertahankan suatu hal yang bagi mereka “pas”. Masyarakat masih belum bisa dengan cepat menerima perubahan yang kapan saja bisa terjadi. Mereka dituntut untuk menerima meski memerlukan waktu yang lama. Meski terkadang mereka menuntut untuk dilayani tapi masih menghakimi. Menuntut pemimpin untuk menuruti kemauan, tapi mereka terkadang terhambat tanpa ada kemajuan.

Segala proses perubahan selalu beruntut panjang. Hal itu wajar terjadi, karena adanya goncangan menghilangkan kebiasaan yang telah lama diyakini dengan hal baru yang masih asing dilalui. Tidak semua hal dapat terjadi sesuai apa yang kita pinta, cukup menerimalah terlebih dahulu. Ada setiap tujuan dan hikmah di balik apa yang terjadi. Perubahan bukan suatu hal yang salah jika kita melewatinya secara terarah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terbaru

To Top