Home OPINI Citayam Fashion Week: Bubarkan atau Kembangkan?

Citayam Fashion Week: Bubarkan atau Kembangkan?

250 views

Akhir-akhir ini warganet dihebohkan dengan fenomena Citayam Fashion Week. Fenomena ini menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Lalu apakah sebaiknya dibubarkan atau justru dikembangkan?

Citayam Fashion Week adalah istilah yang diberikan warganet terhadap fenomena fashion show jalanan yang dilakukan sekelompok remaja di sekitar Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok (SCBD). Sekelompok remaja tersebut melakukan aksi lenggak-lenggok semacam catwalk di zebra croos dengan mengenakan outfit yang unik dan low budget.

Citayam Fashion Week sukses menyita perhatian warganet di Indonesia, bahkan juga para artis ternama dan pejabat negara. Banyak kemudian pihak yang menyuarakan pandangannya terhadap fenomena ini.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta sampai saat ini belum melarang kegiatan fashion show jalanan ini. Anies justru memamerkan dan mengajak para pimpinan Bank Investasi Eropa untuk merasakan sensasi berjalan ala-ala catwalk di Citayam Fashion Week. Mereka terheran-heran dengan bagaimana anak-anak muda mengubah zebra cross menjadi tempat catwalk.

Banyak pula pihak yang menyatakan dukungannya terhadap fenomena Citayam Fashion Week. Dukungan tersebut tidak terlepas dari sisi positif yang ditimbulkan. Citayam Fashion Week dipandang sebagai salah satu bentuk ekspresi dan kreativitas anak muda. Setidaknya, kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi positif yang dapat mengalihkan para remaja dari kegiatan negatif seperti tawuran, balap liar, dan sebagainya.

Dari segi ekonomi, Citayam Fashion Week mampu menaikkan tuas ekonomi masyarakat sekitar. Adanya kegiatan fashion show jalanan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat ini membuat para pedagang sekitar mendapat omzet yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Lebih dari itu, hebohnya fenomena ini dinilai menjadi peluang baru bagi pelaku usaha produk fashion lokal.

Di sisi lain, banyak yang mempertanyakan tentang dampak negatif adanya Citayam Fashion Week ini. Pertama, sekelompok remaja yang mengikuti kegiatan ini dinilai kurang peduli lingkungan karena masih ditemukan sampah di sembarang tempat.

 

Baca Juga: Fenomena Kentalnya Kritik Maskulinitas di Masyarakat

 

“Di kawasan Terowongan Kendal ini kemarin kita baru dapat laporannya. Ternyata, di sana itu tempat ngumpul, tapi juga mereka masih kurang peduli dengan lingkungan,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dikutip dari suara.com.

Baru-baru ini juga terekspos sekelompok remaja SCBD yang tidur di emperan jalan. Tentu ini menganggu pengguna jalan lainnya. Diduga para remaja itu kelelahan setelah nongkrong semalam suntuk di kawasan Citayam Fashion Week.

Pihak berwenang juga menyebut kegiatan Citayam Fashion Week ini telah menyalahi aturan, yaitu mengunakan fasilitas umum tidak dengan sebagaimana mestinya. Banyak yang mengkhawatirkan jika kegiatan ini akan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Terlepas dari apapun, Citayam Fashion Week adalah salah satu bentuk ekspresi dan kreativitas kesenian anak muda yang tidak bisa dipandang negatif saja. Banyak imbas positif yang bahkan juga dirasakan masyarakat sekitarnya.

Para remaja ini perlu diberikan batasan-batasan sehingga mereka tidak melalaikan hal-hal penting lain di samping mereka menyalurkan ekspresinya. Dengan pembinaan dan pemberlakuan aturan ketat, para remaja ini akan lebih menjaga kenyamanan dan ketertiban umum. Jika dikembangkan dan diarahkan dengan baik, bukan tidak mungkin Citayam Fashion Week menjadi sorotan dunia sebagai ajang pengenalan produk fashion lokal.

Related Articles