AKSARA

Dari Ospek Jadi PKKMB

Senin (21/08), rangkaian kegiatan pengenalan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru memasuki hari pertama. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, UNY tidak lagi menggunakan istilah Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek). Mulai tahun 2017 telah resmi berganti nama menjadi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).  Wisnu Prawijaya selaku Koordinator PKKMB UNY 2017 menuturkan, ”Berubah nama 2-3 minggu sebelum hari-H karena adanya surat edaran yang berisi pergantian nama Ospek menjadi PKKMB.”

Mau tidak mau Panitia PKKMB harus menggunakan nama yang ditentukan dari pihak Kemahasiswaan. Hal ini berdampak pada pencairan dana apabila pihak panitia tidak menggunakan nama sesuai dengan ketentuan pihak Kemahasiswaan. Rosyid, Koor Acara PKKMB mengungkapkan, ”Kita ada dua pilihan, saya sudah koordinasi dengan teman-teman fakultas, dikompakkan ada dua pilihan nama, kita tetap pakai Ospek atau nama kita ganti dengan PKKMB. Akhirnya dari kita juga mempertimbangkan kalau pakai kata-kata Ospek nanti dana nggak turun.”

Panitia, melalui Rosyid mengharapakan agar nama PKKMB tidak digunakan lagi di tahun mendatang. “Untuk tahun depan, saya harapkan jangan pakai nama PKKMB, sulit diucapkan. Mending kalian buat sendiri nanti tinggal diajukan ke pihak Kemahasiswaan kalo nggak diacc suruh Kemahasiswaan bikin yang mudah diucapin. Dalam artian PMB atau apalah,” tambahnya.

Berubahnya nama Ospek menjadi PKKMB cukup memberikan dampak, khususnya kepada Panitia PKKMB. Sebab berkas-berkas yang awalnya bertujuan untuk kepentingan acara Ospek harus diganti menjadi PKKMB. “Yang jelas memang hal ini berdampak juga pada surat perjanjian pada kemitraan, misalnya sponsorship, itu kan namanya Ospek, setelah ada kebijakan pergantian nama itu kan harus ada follow up juga,” tutur Wisnu, Koordinator PKKMB UNY. Hal tersebut berlaku juga pada stempel milik panitia.

Pada dasarnya antara Ospek dan PKKMB merupakan kegiatan yang sama, hanya saja kebijakan yang mengharuskan adanya penggantian nama membuat panitia dituntut untuk mengikuti hal tersebut. “Ada sedikit perubahan nama, namanya PKKMB. Cuma itu perubahannya, tapi bukan berarti kita tidak diperbolehkan memakai nama Ospek. Cuma mungkin di forum formalnya hanya itu. Tidak ada perbedaan dengan penggantian nama.”  Ungkap Adivta selaku  Staff Sie Acara PKKMB FBS.

Perbedaannya bukan pada kegiatan melainkan pada jumlah hari dan pergantian jadwal. PKKMB yang semula berlangsung selama lima hari diganti menjadi empat hari. Seperti ungkapan Teguh selaku Ketua PKKMB FBS, “PKKMB yang tadinya lima hari, dikurangi satu hari menjadi empat hari. Dari kami sendiri, kami kan juga hanya membantu birokrasi dari FBS, to? dari surat keputusannya sendiri, dari Ristekdikti, PKKMB cuma 4 hari.”

Selanjutnya, pergantian jadwal yakni pembukaan PKKMB  yang seharusnya dilakukan pada hari pertama dilakukan pada hari kedua. Hal ini dikarenakan Rektor berhalangan hadir sehingga PKKMB hari pertama diganti dengan Display UKM. “Hari pertama digunakan untuk display kalau alasan dari birokrasi karena Pak Rektor berhalangan hadir karena ada deklarasi di Musamus di Merauke sama menteri dan seluruh rektor di Indonesia,” pungkas Rosyid.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top