Teras

Diffable Fair: Ramah Disabilitas Menuju Generasi Inklusi

lppmkreativa-Diffable Fair: Ramah Disabilitas Menuju Generasi Inklusi

Yogyakarta — Dalam rangka memeringati Hari Disabilitas Internasional, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (Hima PLB UNY) menyelenggarakan Diffable Fair, bertempat di Alun-alun Selatan Yogyakarta, Minggu (3/12/2017) dengan tema “Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Ramah Disabilitas Menuju Generasi Inklusi”.

“Kita memeringati Disabilitas Internasional. Kita di sini mengadakan senam massal. Senam massal ini targetnya untuk orang-orang penyandang disabilitas dan masyarakat umum,” tutur Latifah, Ketua Pelaksana Diffable Fair 2017.

Peserta berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB), komunitas penyandang disabilitas, dan masyarakat umum. Dalam kesempatan ini, mahasiswa PLB juga melakukan orasi mengenai disabilitas.

Pemilihan tema dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap disabilitas. Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa penyandang disabilitas juga dapat berbaur dengan masyarakat.

“Sekarang di Indonesia baru digalakkan Pendidikan Inklusi. Jadi, penyandang disabilitas ini harus bisa berbaur dengan masyarakat umum. Tujuan kita untuk mengampanyekan bahwa penyandang disabilitas itu bisa kok bergaul dengan masyarakat,” tambah Latifah.

Foto: Titis Erika

Acara yang dibuka oleh Staf Ahli Sosial dan Budaya Pemda DIY ini juga menampilkan keterampilan dari para penyandang disabilitas, mulai dari membaca puisi, menyanyi, hingga bermain alat musik.

“Kemudian ada bintang-bintang tamu. Kita juga mengambil dari penyandang disabilitas seperti Ista Band itu,” ungkap Latifah.

Acara ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap tahun oleh Hima PLB UNY. Pada setiap tahunnya, acara disajikan dengan cara yang berbeda.

“Setiap tahun untuk memeringati Hari Disabilitas Internasional kita pasti mengadakan peringatan Hari Disabilitas Internasional. Tahun ini kami mengadakan senam massal. Nah, yang kemarin jalan sehat,” tambah Latifah.

Foto: Titis Erika

Meski terkendala publikasi, acara ini tetap mendapat sambutan baik. Seperti yang diungkapkan oleh Dias (peserta senam).

“Bagus sekali. Ini ‘kan Hari Disabilitas terus dimeriahkan gitu loh. Ini sangat menghargai. Kalau  di daerah saya itu ABK gitu kaya kurang dihargai. Kalau di sini itu benar-benar dihargai, terus mereka lewat acara ini bisa berkarya,” papar Dias.

Dengan diselenggarakannya Diffable Fair, Latifah berharap agar penderita disabilitas dapat terus berkarya.

“Harapannya agar masyarakat itu dapat menjadi saksi bahwa keterbatasan para penyandang disabilitas itu bukan menjadi suatu hambatan tapi itu adalah bukti bahwa mereka bisa melakukan hal di luar batas,” tutur Latifah. ***(Ayu Ratih/Titis Erika)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terpopuler

To Top