Home ResensiFilm Fenomena Kentalnya Kritik Maskulinitas di Masyarakat

Fenomena Kentalnya Kritik Maskulinitas di Masyarakat

by Annida Muthi'ah
242 views

Judul                                 : Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Sutradara                         : Edwin

Produser                          : Muhammad Zaidy

Penulis Skenario            : Edwin dan Eka Kurniawan

Penata Musik                  : Dave Lumenta

Sinematografi                 : Akiko Ashizawa

Penyunting                      : Lee Chatametikool

Perusahaan Produksi     : Palari Films, Phoenix Films, E&W Films, Match Factory, Kaninga Pictures

Tanggal Rilis                   : 8 Agustus 2021

Durasi                               : 114 menit

Bahasa                              : Indonesia

 

Film ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Ajo Kawir (Marthino Lio) yang sangat berani dalam hal apapun. Ia tidak pernah takut terluka ataupun mati. Ia memiliki hasrat bertarung yang besar. Siapapun yang berani mengusik akan habis di tangannya. Satu hal yang menjadi kekurangan di dalam dirinya adalah “burungnya” tidak bisa berdiri atau sering disebut dengan impoten. Berbagai cara telah ia lakukan agar impoten tersebut bisa sembuh. Salah satunya adalah pergi ke tukang urut yang bernama Mak Jarot. Akan tetapi, usaha tersebut tidak pernah berhasil. Terkadang dirinya merasa payah karena kekurangan yang ia miliki itu. Ia merasa semua keberanian yang ada di dalam dirinya hanyalah sesuatu yang sia-sia. Apalah arti seorang laki-laki yang “burungnya” tidak bisa berdiri.

Karena kekurangan tersebut, Ajo Kawir melampiaskan kekesalannya dengan berkelahi dan menantang  semua  orang untuk beradu dengannya. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang laki-laki yang kuat, berani, dan tidak bisa terkalahkan dengan siapapun, meskipun memiliki kekurangan yang cukup memalukan bagi standar seorang laki-laki.

Hingga suatu hari, Ajo Kawir bertemu dengan seorang pendekar perempuan yaitu Iteung (Ladya Cheryl). Mereka pertama kali bertemu di rumah Pak Labe. Pertemuan pertama mereka pun tidak dalam suasana yang indah, karena mereka saling berkelahi ketika itu. Keduanya saling tertarik satu sama lain setelah pertemuan pertama tersebut. Keduanya saling bertemu satu sama lain dan mengirim salam melalui radio. Suatu ketika, Iteung mengungkapkan rasa suka kepada Ajo Kawir. Akan tetapi, Ajo Kawir tidak segera memberi jawabannya. Sebenarnya, Ajo Kawir pun mencintai Iteung, tetapi ia tidak bisa langsung menjawabnya. Ia khawatir jika Iteung mengetahui kelemahannya, apakah Iteung akan menerima. Jikalau Iteung dapat menerima pun, Ajo Kawir tetap memiliki kekhawatiran karena dirinya tidak bisa memuaskan Iteung. Hingga berhari-hari dan berminggu-minggu pun Ajo Kawir tidak segera memberi jawaban.

BACA JUGA:  Film Keadilan Untuk Seorang Disabilitas

Film ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama yaitu Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas karya novelis terkenal Eka Kurniawan. Film ini sangat unik karena mengangkat tema tentang toksik maskulinitas yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada film ini seorang Ajo Kawir yang memiliki kekurangan sebagai seorang impoten, berusaha untuk menjadi laki-laki yang berani Ajo Kawir menyalurkan sisi kejantanannya dengan kekerasan yaitu senang berkelahi. Hal tersebut ia lakukan untuk menutupi kekuarang yang berupa impoten.

Film ini menggunakan alur maju, sehingga dapat memudahkan penonton untuk memahami film ini. Film ini menggunakan latar pada tahun 90-an. Bahasa yang digunakan dalam dialognya didominasi dengan bahasa baku yang disesuaikan dengan latar waktu. Penggunaan bahasa yang tersebut menjadi salah satu keunikan dalam film ini. Film ini sangatlah kental dengan adegan  kekerasan sehingga sebaiknya penonton yang menyaksikan sudah berusia 18 tahun keatas.

Related Articles