Soliloqui

Ini Semua Soal Waktu

waktu
Photo by Giallo from Pexels

LPPM KREATIVA – Waktu tidak pernah terlalu cepat atau terlalu lambat. Kita boleh berprasangka, bahwa waktu mempercepat dirinya setiap saat. Sampai-sampai kita merasakan, bahwa semakin dewasa hari-hari terasa memendek. Terasa lebih cepat dari biasanya. Kaum agamis menyangkut pautkan hal ini sebagai tanda-tanda akhir zaman, bahwa manusia akan merasakan waktu semakin cepat berlalu. Sedangkan saintis mengatakan, bahwa waktu di bumi dalam sekali rotasi (sehari) adalah 24 jam, atau lebih akurat lagi 23 jam 56 menit dan 4,091 detik.

Teori waktu dimulai saat peristiwa ledakan besar, sampai saat ini terus berjalan secara linear dalam ruang yang mahaluas. Ketika pada akhirnya kita memilih satu dari banyaknya persimpangan yang ditemui dengan kemunginan-kemungkinan, masa lalu yang kita miliki tetap sama. Kita mungkin pernah memiliki pengandaian mengambil langkah lain dengan kemungkinan yang lebih baik, tapi hanya “andai” yang bisa dilakukan. Masa lalu tetap sama.

Kenal dengan teori dunia paralel? Teori ini mengatakan bahwa ada waktu yang bergerak dengan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa kita lakukan. Seperti halnya Dr. Strange yang melihat 14.000.605 kemungkinan untuk membunuh Thanos, atau Nora yang memutar waktu berkali-kali untuk menemukan cara menghentikan Cicada dari upaya pembunuhan kru Tim Flash. Mempercayai hal tersebut kadang merupakan candu ketika merasa salah mengambil langkah

Apa yang kita lakukan sekarang, gerakan kecil sekali pun, akan mengubah sejarah di masa depan. Dalam serial The Flash, ketika Nora tahu bahwa dirinya akan diselidiki oleh Shreloque, ia mencoba mengubah sejarah dengan menaruh secangkir kopi di bawah meja lalu memindahkan tas miliknya di atas meja. Tindakan Nora mengubah satu peristiwa kecil sehingga mengubah takdir hidupnya, peristiwa yang pada akhirnya mempertemukan Sherloque dengan kekasihnya. Sherloque pada akhirnya hanya sibuk kepada kekasihnya, dan melupakan investigasinya terhadap Nora.

Beberapa waktu lalu saya membaca novel Anomali Hati yang ditulis oleh Lubis Grafura di Penerbit Mojok. Ada semacam usaha untuk membantah teori yang banyak berlaku di dunia fiksi sains, semacam ingin memperkenalkan teori baru. Bahwa manusia bisa berinteraksi dengan manusia di waktu yang berlainan melalui sebuah surat elektronik. Bahkan, ada semacam istilah “penyempitan waktu” yang akhirnya menyebabkan keduanya bertemu.

Alendra namanya, lelaki yang tanpa sengaja menerima surel dari Sheli di masa depan. Entah domain surel apa yang digunakan keduanya sehingga bisa berhubungan antarwaktu. Tentunya teori dunia paralel yang ada di Marvel dan DC tidak berlaku dalam novel ini. Sehingga saya harus memahami ulang “apa itu paralel waktu?”

Masa lalu tidak bisa diubah, kitab suci yang kita baca pun tertuliskan demikian. Masa depan bisa diubah. Kata siapa? Maksudku, kita tidak pernah tahu seperti apa rupa dari masa depan yang akan ditemui. Jika masa depan diibaratkan dengan gedung yang tengah dibangun, kita tentu tidak bisa mengubah susunan gedung tersebut di masa kini. Kita hanya bisa mengubah atau merevisi rancangan gedung tersebut. Sama halnya dengan masa kini, kita hanya bisa mengubah rencana yang sebelumnya telah dibuat. Sekali lagi, apa yang telah dijalankan di suatu masa tidak bisa diubah di masa selanjutnya.

Ungkapan bahwa “masa depan bisa diubah dari sekarang” mungkin memengaruhi sebagian dari kita sehingga melakukan hal yang bisa mewujudkan masa depan seperti yang diinginkan. Sebenarnya, apa yang kita ubah hanyalah rencana. Manusia berencana Tuhan yang berkehendak, begitulah kata penceramah kondang. Pun ketika kita berhasil melakukan sesuatu yang seakan memuncukan “kemungkinan” baru, barangkali itulah hal yang sebenarnya harus terjadi oleh kita. Bahwa kita di sini, membaca tulisan ini.

Katanya, sejarah milik mereka yang memenangkan masa lalu. Mereka yang menang akan membuat kisah heroik dirinya lalu mendapat pengakuan sebagai cerita yang sesungguhnya. Jika begitu, masa depan milik siapa?
Kata seorang perempuan, masa depan milik orang-orang. Lalu ia menambahkan bahwa masa lalu milik orang-orang yang masih menyimpan. Ya, walau pun waktu berjalan secara lurus, tapi kenangan setiap orang berbeda-beda. Apakah waktu adalah makhluk seperti yang tertulis dalam kitab suci yang kita imani, yang pada hari akhir zaman nyawanya akan dicabut oleh malaikat maut?

Tidak banyak yang bisa kita pahami dari waktu. Waktu telah ada sejak miliaran tahun yang lalu, usia manusia terlalu pendek untuk mempelajarinya. Tapi, paling tidak kita telah tahu bahwa apa yang telah terjadi di masa lalu tidak pernah bisa diubah. Membuat rencana adalah satu siasat untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang buruk.
Sudah banyak film dan buku yang membahas pengembara waktu, baik fiksi maupun nonfiksi. Selain The Flash dan Dr. Strange, salah satunya adalah Trunks di Dragon Ball Z. Dari ketiga tokoh di universe yang berlainan satu sama lain, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa mengubah masa lalu akan memberikan dampak yang luar biasa. Misalnya, saat Trunks kembali ke masa lalu untuk memperingatkan Goku dari kematian saat kemunculan Android, harga yang harus di bayar adalah kemunculan Cell.

Baik Dragonball maupun The Flash, keduanya sama saja. Bahwa jalan pulang mahal harganya. [*]

Editor: Pandan

– – – – –

Baca SOLILOQUI di lppmkreativa.com atau tulisan Nursaid lainnya

Click to comment

Terbaru

To Top