Home Teras Kenaikan Harga Mi dengan Perang Ukraina-Rusia

Kenaikan Harga Mi dengan Perang Ukraina-Rusia

by Naya Zaara
233 views

Harga mi instan dikabarkan akan naik tiga kali lipat. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pada webinar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Selasa 9 Agustus 2022. Menurutnya, selain climate change, invasi Rusia kepada Ukraina merupakan alasan kuat kenaikan harga produk mi instan.

Sementara Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menunjuk Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kenaikan harga gandum yang merugikan masyarakat. Rusia juga dianggap melanggar perjanjian dengan menyerang jalur logistik Ukraina sehingga mempersulit distribusi gandum.

Baca juga: Eksistensi HAM dalam Kacamata Dunia

Melihat intisari mi instan, terigu menjadi bahan utama dalam pengolahan yang berasal dari gandum. Apabila ketersediaan gandum menjadi langka, harga mi instan pun akan melonjak secara signifikan.

Ukraina dan Rusia merupakan pemasok gandum terbesar dunia. Keduanya menyuplai sekitar 30%—40% kebutuhan gandum di dunia. Perang antara Rusia dan Ukraina yang dimulai pada awal 2022 memicu perkiraaan kesulitan pasokan gandum di beberapa negara Asia maupun Eropa. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengandalkan impor gandum untuk memenuhi pasokan pangan. Inilah yang menjadi persoalan utama dalam kenaikan harga mi instan.

Realita di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Filipina, dan Singapura. Harga mi instan tidak mengalami kenaikan, cenderung stagnan dan sedikit fluktuatif. Perbandingan dengan negara Eropa, seperti Belanda, harga mi instan (spesifiknya Indomie) naik dari 50 cent menjadi 70 cent. Walaupun begitu, negara ekonomi uni Eropa yang terdampak langsung perang memang mengalami lonjakan harga pada semua bahan pangannya.

Beberapa ahli seperti Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Herman Siregar, menyatakan bahwa perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina menjadi indikasi krisis pangan dalam negeri. Walaupun begitu, di Indonesia sendiri kenaikan harga mi masih menjadi isu belaka dan belum terealisasi. Meruju pada situs belanja online, Tokopedia, harga mi instan masih di kisaran Rp.3.000,00—Rp.3.300,00. Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo, Sudarna, mengatakan permintaan dan ketersediaan terigu berbahan baku gandum masih seperti biasa, tidak ada penurunan atau kenaikan permintaan.

Mengutip pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, pada Kamis, 11 Agustus 2022. Dipastikan bahwa harga mi instan tidak akan mengalami kenaikan tiga kali lipat seperti informasi yang beredar di masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa kunjungan presiden ke Rusia beberapa waktu lalu membawa dampak baik bagi perekonomian Indonesia. Gandum yang tertahan di pelabuhan dilepaskan dan panen di Australia, Kanada, serta Amerika cenderung berhasil. Ia juga memperkirakan bahwa harga akan turun dan jikalau mengalami kenaikan tidak mencapai tiga kali lipat.

Related Articles