Home ResensiBuku Love Story Of Gavan: Cinta dan Luka

Love Story Of Gavan: Cinta dan Luka

418 views

Judul: Love Story Of Gavan

Penulis: Yanti Hanahima

No. ISBN: 9786021038260

Penerbit: GPU

Tanggal terbit: Desember – 2015

Jumlah Halaman: 308

Kisah Gavan dimulai dengan bertemunya dia dengan seorang gadis di panti asuhan. Keduanya memiliki latar belakang yang sama, yaitu tidak memiliki orang tua. Lika-liku dan manis pahit kehidupan di antara tokoh utama yang memiliki dua sifat berbeda, salah satunya pendiam dan yang satunya ceria memberikan keunikan tersendiri bagi pembaca. Gadis penyuka hujan ini kehilangan orang tuanya karena kecelakaan. Dia dibawa ke panti asuhan oleh seorang paman. Gadis ini juga menjadi salah seorang yang mampu menurunkan tembok dingin yang telah dibangun oleh Gavan dan mereka juga menjalani kehidupan bersama di panti asuhan. Bukan tanpa sebab Gavan memiliki kepribadian pendiam tokoh utama pria ini memiliki latar belakang keluarga kacau, tumbuh tanpa kasih sayang orang tua membuatnya tidak percaya akan cinta, karena kedua orang tuanya yang awalnya saling mencintai pun berakhir dengan kekacauan dari ayahnya meninggalkan mereka mengakibatkan ibunya stres. Ibu Gavan sering mabuk dan pulang bersama lelaki asing untuk melakukan hubungan badan dirumahnya. Sampai suatu saat pacar ibu Gavan ingin memperkosa kakaknya lalu Gavan tanpa sengaja menusuk lelaki itu dengan pisau, sang kakak menyuruh Gavan melarikan diri dan pergi sejauh mungkin.

Baca Juga: Buku Bu Guru Cantik: Perempuan dan Pelecehan Seksual

Tumbuh bersama sampai kuliah serta merelakan teman-temannya yang satu persatu pergi dari panti asuhan membuat mereka semakin terikat. Mereka juga saling jatuh cinta namun tak ada satupun dari mereka yang mengungkapkan perasaan satu sama lain. Seiring berjalannya waktu ada pria lain yang jatuh cinta dan menjadi orang ketiga di kehidupan mereka. Panti asuhan tempat ia dan sang gadis tinggal dan tumbuh ternyata menyimpan berbagai rahasia yang terbongkar seiring berjalannya waktu. Sang paman yang membawa gadis itu ke panti asuhan ternyata mengenal kedua orang tua sang gadis. Sampai di suatu sore Gavan mengetahui segala rahasia yang tersembunyi. Sayangnya belum sempat gavan mengatakan cintanya,  sang gadis ternyata telah menerima lamaran dari pria lain. Iya, ia terlambat satu langkah. Gavan yang sudah jatuh cinta teramat dalam hingga antara batas waras dan gila tak terkaburkan. Ia lupa bahwa cinta juga perlu diucapkan dan Gavan juga belajar bahwa cinta bukan hanya perihal memiliki tapi juga mengiklaskannya untuk hidup dengan pria lain. Mencintainya walau dengan batas jarak tak kasat mata. Mungkin memang takdir Gavan hanya bisa menjadi seorang saudara untuknya.

Dari kisa mereka kita dapat belajar ternyata cinta tak harus memiliki dan akhir yang terlihat pasti akan berakhir bersama ternyata tak akan mesti bersama. Buku ini memiliki kelebihan pemilik diksi yang bagus dan dalam penggunaan kata tidak sulit untuk dipahami pembaca bahkan pemula sekalipun namun tetap dapat menenggelamkan pembaca untuk larut dalam cerita, penulis menulis cerita dengan efektif dan tidak bertele-tele, alur cerita maju dan juga dirangkai dengan jelas, dari cerita ini kita dapat termotivasi dengan cara Gavan bangkit dari keterpurukannya yang kehilangan satu-satunya kakak sekaligus keluarga nya dan juga sang gadis yang mampu menerima kenyataan bahwa hidupnya telah berubah sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. Untuk kekurangan dalam penulisan cerita yang seharusnya lucu terasa biasa saja karena penyampaian dari penulis kurang maksimal dan untuk ilustrasi masih kurang serta memberi efek membosankan.

Related Articles