Malam Renungan di Padukuhan Gandok

Pengurus Rukun Warga dan Loka Muda RW 56 Pandean, Padukuhan Gandok, menyelenggarakan malam tirakatan atau malam renungan pada Jumat (16/08) untuk memperingati HUT  ke-74 Republik Indonesia. Tema nasional yang diangkat adalah SDM Unggul, Indonesia maju. Tema tersebut dimaknai oleh Udit Bagaskara, selaku Ketua Umum Karang Taruna Desa Condongcatur, sebagai tujuan yang dimiliki pemuda saat ini.

“Seiring perkembangan zaman banyak tantangan di era sekarang. Sehingga, tentunya membutuhkan SDM yang unggul, berkompeten, dan bisa menjadi eksekutor yang baik,” ujar Udit.

Ia menambahkan, “Setiap pemuda sebagai generasi masa depan Indonesia harus memiliki leadership yang bagus. Yang kedua, memilki jiwa kemandirian sehingga menjadikan diri yang berdikari secara ekonomi dan secara kenegaraan. Ketiga, sebagai seorang pemuda harus bisa menjadi seorang eksekutor yang baik. sehingga bisa menjadi motor penggerak bagi lingkungannya.”

Foto: dokumentasi istimewa

Dalam acara malam tirakatan tersebut dibacakan pidato Kepada Desa Condongcatur oleh Wintolo, selaku sekretaris RW 56 Pandean. Dalam pidatonya, Pemerintah Desa Condongcatur atas nama Kepala Desa menekankan pentingnya memerangi narkoba. Di mana Tim 10 Pemerintah Desa Condongcatur melakukan kampanye tolak narkoba dengan bersepeda dari Yogyakarta menuju Kantor BNN Republik Indonesia di Jakarta.

Udit Bagaskara membenarkan hal tersebut. Satgas Condongcatur Anti Narkoba (Conan) yang dimotori oleh Kepala Desa Condongcatur merupakan gerakan dari desa untuk Indonesia, dalam rangka melawan narkoba. Pada tahun 2017 Karang Taruna Condongcatur melakukan tur dan rapat kerja di Malang. Terdapat respon dan dukungan dari masyarakat untuk melakukan kegiatan itu secara berkelanjutan. Hal tersebut mendapat respon positif dari mitra-mitra BNNP, BNN Kabupaten, BNN DIY, dan BNN RI.

“Kami, satgas Conan dan Pak Kepala Desa, diundang ke BNN RI untuk mengampanyekan gerakan antinarkoba. Salah satunya dengan tur sepeda karena sepeda adalah olahraga yang cukup sederhana, yang bisa dinikmati kelas [sosial] apa pun,” kata Udit.

Foto: dokumentasi istimewa

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia ini, Udit Bagaskara berharap pemuda dapat menjadi eksekutor yang baik sebagai penggerak, khususnya di lingkungan terkecil. Udit menekankan asas kebermanfaatan sehingga kehadiran pemuda dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Contoh nyatanya adalah keterlibatan Loka Muda RW 56 Pandean sebagai penyelenggara baik secara teknis maupun perencanaan acara peringatan HUT ke-74 RI di kampung Pandean, Padukuhan Gandok. Hal itu menjadi ruang bagi teman-teman pemuda untuk bisa belajar berproses di kepanitiaan dalam menyelanggarakan kegiatan yang bersifat resmi maupun nonresmi,” pungkas Udit.

Baca TERAS di lppmkreativa.com atau tulisan Astria lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Membunuh Jenuh
Next post Keberagaman dalam Upacara HUT RI di Balai Kota Yogyakarta