Mbangra, Sebuah Ajang Uji Coba

Kamis (20/09),  UKMF Sangkala menggelar pementasan teater Mbangra (Pengembangan Karya) yang berjudul Mereka Menyebutnya Sebuah Pernikahan. Cerita tersebut diangkat dari naskah yang ditulis oleh anggota Sangkala sendiri yaitu Nimas Lien. 

Dimas, selaku ketua Sangkala mengatakan, “Pentas ini merupakan ajang untuk menguji anggota.”

“Sebagai betuk ujian bagi (anggota) angkatan 2017 dalam mempersiapkan teater,” ungkapnya ketika ditemui seusai pentas di gedung Ki Nartosabdo.

Orang yang sebelumnya mendapat peran sebagai aktor, kini berperan sebagai sutradara. Kali ini, Syarif yang memegang peran sutradara. Syarif mengatakan bahwa tidak mudah menjadi sutradara, terlebih aktornya lebih senior daripada dirinya.

Menurut Syarif, menjadi sutradara hendaknya berfalsafah pada keikhlasan. “Yang penting cintailah proses-prosesmu. Itu adalah prosesmu. Ikhlas saja,” katanya. 

“Harapannya cuman kita bisa pentas lagi. Karena pentas itu sudah termasuk kewajban,” lanjutnya.

Dalam pementasan realisme seperti naskah milik Nimas, tambahnya, “Kita hanya menggunakan instrumen yang dibutuhkan. Seperti penggambaran rumah, bukan rumah sebenarnya yang ditampilkan, tapi kerangkanya saja.”

Ia mengungkapkan telah mendapat hasil dari apa yang telah dikerjakannya selama latihan, dari mengoordinasi aktor dan sebagainya. “Terima kasih untuk semua yang datang, ini adalah Jogja, teater Jogja.  Kebudayaan Jogja, ini adalah FBS, Sangkala,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Tangisan Maya
Next post Penutupan Festival Persma UNY: Diskusi Framing Media dalam Konflik Agraria