Home Resensi Menguak Ritual Sesajen Sebagai Penolak Malapetaka

Menguak Ritual Sesajen Sebagai Penolak Malapetaka

by Aliya Fina
736 views

Sesajen atau sajen merupakan sebuah persembahan yang identik dengan ritual “memberikan sesuatu” kepada arwah nenek moyang pada saat sebuah acara adat yang berkaitan dengan budaya masyarakat setempat diselenggarakan.

Sajen bertujuan untuk mencegah malapetaka. Sajen biasanya terdiri atas rangkaian kembang tujuh  rupa dengan dupa dan kemenyan.

Beranjak dari mitos tersebut, sutradara Hanny R. Saputra mencoba menggarap sebuah film bergenre horor. Sajen dalam film ini diletakan di beberapa titik yakni toilet, perpustakaan, dan ruang komputer. Sajen tersebut menjadi pengingat bahwa telah terjadi peristiwa bunuh diri di sekolah ini selama beberapa kali.

Pihak sekolah seolah menutup mata akan perundungan yang terjadi di SMA Pelita Bangsa. Arwah ketiga siswa yang mengakhiri hidupnya itu merasa tidak tenang, sehingga banyak dijumpai kejadian-kejadian ganjil di sekolah tersebut.

Berusaha menutup mata rantai bullying di sekolahnya, Alanda (Amanda Manopo) merekam adegan bullying yang dilakukan Bianca (Steffi Zamora) dan temannya. Upaya yang dilakukan Alanda diketahui oleh Bianca, sehingga Bianca dan sang kekasih Davi (Jeff Smith) mengambil paksa kamera milik Alanda.

Alanda yang telah mengalami pertanda aneh untuk tidak menemui Bianca, tidak menggubris.  Di suatu malam Alanda menemui Bianca untuk megambil kamera miliknya. Alih-alih memberikan kamera milik Alanda, Bianca malah menjebak Alanda dengan membuat video tidak senonoh yang kemudian diunggah di media sosialnya.

Melihat video tersebut pihak sekolah memutuskan untuk mencabut beasiswa Alanda. Tidak kuat dengan perlakuan Bianca dan Davi, Alanda lantas mengakhiri hidupnya dengan menyayat tangan kirinya.

Pembalasan dendam Alanda pun dimulai. Jika ketika masih hidup dirinya belum mampu mengatasi perundungan di sekolahnya, maka arwahnyalah yang menghentikan perbuatan Bianca. Peristiwa-peristiwa horor mulai bermunculan seperti suara tangisan di kamar mandi dan tetikus komputer yang bergerak sendiri.

Di akhir cerita, Ibu Alanda mengikhlaskan kepergian anaknya, sehingga arwah Alanda tidak lagi gentayangan. SMA Pelita Bangsa pun akhirnya ditutup.

Tema yang diangkat dalam film ini berbeda dengan film bergenre horor pada umumnya. Mengangkat tema bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah ke dalam bentuk audio visual merupakan sebuah strategi kampanye melawan perundungan. Sayangnya, jalan cerita film Sajen terlalu monoton dan mudah ditebak.

Related Articles