Teras

Merapatkan Barisan bersama PATAH

Suara musik islami terdengar di ruangan Lab Karawitan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) pada Sabtu, 30 November 2019. Orang-orang terlihat sibuk membersihkan ruangan dan menyiapkan segala properti. Ruangan itu ternyata digunakan untuk acara pentas akhir tahun. Pentas akhir tahun atau yang disingkat dengan sebutan PATAH ini dilaksanakan oleh mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Keluarga Mahasiswa Al-Huda (UKMF KM Al-Huda) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

PATAH merupakan program kerja KM Al-Huda dari bidang Seni Budaya dan Kreatifitas (BSBK) yang dilaksanakan rutin setiap akhir kepengurusan KM Al-Huda. Pentas akhir tahun kali ini, panitia menyuguhkan beberapa penampilan, antara lain dari setiap bidang KM Al-Huda, nasyid, sholawat, seni tari, Al-Huda kustik, dan teater yang menjadi inti acara PATAH.

Menurut Titik Heruwati, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang juga merupakan asisten sutradara, pementasan teater PATAH dipersiapkan kurang lebih selama sebulan. Teater ini mengangkat tema tentang Babad Momana. Judul dari teaternya yaitu Rembulan di Tanah Jawa. Teater yang ditampilkan mengisahkan tentang penyebaran agama Islam yang masih sulit diterima di lingkungan orang-orang China yang kadang berujung pada kematian.

Teater merupakan acara puncak sekaligus acara yang paling menarik. Hal itu dibuktikan oleh penuturan dari beberapa penonton, salah satunya Berninda Ifada.

“Yang paling menarik yaitu teater. Bagian teater, tokoh sangat mendalami peran, sehingga pesan tersampaikan [dengan] sangat baik,” jelas Berninda Ifada, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman.

Titik mengatakan bahwa meskipun pentas teater dikatakan sukses, ternyata terdapat kendala selama persiapan. Ia mengaku bahwa teater tidak sempat melakukan geladi bersih, padahal sebelumnya kekurangan waktu untuk latihan.

Titik juga menambahkan beberapa harapan untuk PATAH. “Semoga [selanjutnya] PATAH tetap menampilkan sesuatu yang bermanfaat dan mensyiarkan nilai-nilai agama Islam dalam bentuk seni tulis maupun lisan. Semoga patah yang akan datang dalam pertunjukan teaternya dapat lebih spektakuler,” tuturnya.

Shofi, selaku penonton, juga memberikan pesan untuk panitia agar lebih menata acara dengan koordinasi yang lebih baik. Selain itu, ia juga berharap agar PATAH masih tetap ada di FBS dengan rangkaian acara dan penampilan yang lebih menarik.

(Heni/ Rahayu)


Baca TERAS di lppmkreativa.com atau tulisan Heni lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terbaru

To Top