Home Arsip RedaksiAKSARA PKKMB Daring Lagi? Begini Euforianya

PKKMB Daring Lagi? Begini Euforianya

by Rani Widyawati
877 views

Fakultas Bahasa dan Seni UNY mengadakan PKKMB fakultas secara daring pada Jumat (28/8/2021). Sudah kali kedua PKKMB diadakan secara daring diakibatkan adanya pandemi. Meskipun daring, pihak panitia tetap berupaya membuat suasana agar tidak garing.

Cipto Budi Handoyo selaku Wakil Dekan 3 mengatakan bahwa kebijakan PKKMB tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. “… Kita pasti mengikuti kebijakan dari pusat bahwa kegiatan yang utama adalah pelaksanaannya serentak, diawali dengan agenda penerimaan mahasiswa baru UNY tanggal 23 Agustus 2021 yang dilaksanakan secara daring pula. Dibuka oleh Bapak Rektor, kemudian dilanjutkan dengan PKKMB tingkat universitas tanggal 25 dan tanggal 26-27 seluruh fakultas menyelenggarakan di fakultas masing-masing,” kata Cipto.

“Bentuknya sama. Ada materi yang dari pusat sesuai panduan dari Pilmawa atau Dikti, juga sudah semua fakultas melaksanakan itu. Fakultas pada umumnya adalah memfasilitasi apa yang diperlukan oleh kegiatan PKKMB, saya kira itu. Kemudian, di tanggal 26-27 tadi di fakultas, di FBS diawali dengan masing-masing jurusan. Di FBS itu ada 8 jurusan sehingga pelaksanaan PKKMB di FBS diawali dengan 8 jurusan, kemudian panitia membagi diri di jurusan masing-masing sesuai dengan pembagian yang telah disiapkan oleh panitia PKKMB…,” jelas Cipto.

Walaupun kebijakan tersebut dinilai oleh beliau sendiri kurang efektif, tetapi PKKMB harus tetap berjalan sehingga salah satunya adalah disiasati dengan cara daring. “Dibilang efektif ya menurut saya sendiri tidak efektif, karena hakikatnya berjumpa dan bersenang-senang malah tidak. Akhirnya ya, kita prinsip pake kata-kata ‘tidak ada rotan, akar pun jadi‘…,” ungkap Cipto.

Baca Juga: PKKMB Online di Masa PPKM

Terobosan dalam kegiatan PKKMB juga  secara umum tidak jauh berbeda dengan yang tahun lalu karena masih daring. “… Terobosan yang ini konsepnya sama, tetapi yang tidak adalah konsep bagaimana teman-teman kita, panitia, PKKMB, mengembangkan informasi. Dikemas dalam bentuk dramatisasi, maksudnya diwujudkan dalam drama. Saya menilai bagus…,” jelas Cipto. Beliau juga mengatakan bahwa hal tersebut perlu untuk dibanggakan karena fakultas lain tidak ada yang melakukan hal serupa.

Meskipun daring lagi, tentunya pada PKKMB tahun ini ada yang sedikit berbeda dengan PKKMB yang diselenggarakan pada tahun lalu. Terkait dengan inovasi,  hal tersebut disampaikan oleh Alfin Mahardika mahasiswa dari prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2019. “Kalau inovasi engga terlalu, tapi ada. Khususnya di puncak acara. Jelas dong, harus berbeda dengan tahun yang lalu. Mulai dari penampil dan lain sebagainya, itu inovasinya. Tapi kan tetap sama dalam artian temanya tetap teatrikal seperti tahun lalu. Cuma itu inovasinya,” ungkap Alfin selaku ketua PKKMB FBS 2021. Panitia PKKMB juga berusaha untuk menjadikan kegiatan PKKMB tahun ini menarik untuk mahasiswa baru. Mulai dengan cara membuat konten di TVG, Instastory, dan dengan tambahan satu platform, yaitu TikTok.

Secara keseluruhan, kegiatan PKKMB tahun ini tetap memberikan kesan tersendiri bagi masing-masing mahasiswa baru. Menurut Putri Puspita Sari, mahasiswa dari prodi Pendidikan Bahasa Jerman, PKKMB kemarin dirasa cukup seru dan mengasyikkan. “Yang pertama kan mendapat banyak teman dari lain jurusan, terus kaya seru aja gitu dapat teman baru, tugas yang diberikan kan juga seru-seru nggak monoton. ASIK.” Hal yang paling berkesan menurutnya adalah saat streaming youtube PKKMB FBS yang berlangsung pada tanggal 27 Agustus 2021. Walaupun begitu, dia berharap agar kegiatan PKKMB ke depan bisa dilakukan secara offline karena lebih seru juga pikirnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Putri Novita Sari mahasiswa dari prodi Pendidikan Seni Tari. Dia merasa bahwa PKKMB tahun ini seru dan bermanfaat karena kegiatan dari panitia membuat mahasiswanya menjadi aktif dan kreatif. “Banyak, Kak. Yang pertama kita bisa membagi waktu. Yang kedua kita lebih kreatif dalam menyikapi potensi yang kita miliki. Misalnya kita ada bakat menyanyi, tapi kita malu. Nah dengan adanya tugas itu kita bisa menunjukan bakat kita. Kemudian PKKMB ini menambah wawasan saya juga,” ungkap Putri Novita Sari.

Reporter Aryo Dwi Pangga, Adela Litani Kusumawardhani, Seftia Mediana, Salma Faqiih Dhiya ‘Ulhaq, Renny Wulandari

Related Articles