Home OPINI PKKMB Online di Masa PPKM

PKKMB Online di Masa PPKM

by Siti Nurjanah
196 views

Pasca libur lebaran kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat, akibatnya pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak awal Juli 2021. Pemerintah berharap dengan pembatasan mobilitas dan kegiatan masyarakat, penyebaran virus corona dapat berkurang. Segala kegiatan masyarakat dibatasi, mulai dari kegiatan sosial, kegiatan ekonomi, hingga kegiatan belajar mengajar yang rencana awalnya akan mulai tatap muka di bulan Juli pun ditunda. Sebagian besar interaksi sosial dialihkan dengan interaksi secara online.

Kebijakan PPKM ini juga berdampak pada pelaksanaan program PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Meskipun tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaan PKKMB online, namun ada perbedaan yang dinilai cukup sulit karena adanya penerapan kebijakan PPKM itu sendiri. Kendala itu seperti, tidak bisa berinteraksi secara langsung guna melakukan berbagai persiapan kegiatan PKKMB, permasalahan kedisiplinan mahasiswa, dan sulitnya akses penggunaan fasilitas kampus.

Komunikasi merupakan kunci utama bagi terselenggaranya suatu event dengan lancar. Di tengah merebaknya kasus Covid-19 dan kebijakan PPKM, panitia maupun peserta PKKMB tidak dapat melakukan interaksi secara langsung. Kendala ini mungkin dapat dialihkan dengan interaksi online, namun tidak semua panitia dan peserta memiliki akses internet yang baik sehingga rawan terjadi kurangnya komunikasi. Panitia yang terkadang ‘ilang-ilangan’ atau sulit untuk dihubungi juga merupakan permasalahan yang bisa saja ditemui dikala persiapan PKKMB.

Baca Juga: Berkenalan Antar Maba Lewat Platform?

Selain permasalahan tersebut, permasalahan disaat daring adalah kesulitan dalam menegakkan kedisiplinan bagi mahasiswa baru. Contohnya seperti mahasiswa baru yang terlambat dalam pengumpulan tugas karena kendala jaringan yang buruk, namun hal seperti ini juga kerap menjadi alasan bagi maba yang malas untuk mengerjakan tugasnya sehingga menggunakan alasan tersebut. Selain itu, karena pelaksanaan PKKMB tidak diawasi secara langsung mahasiswa baru (peserta PKKMB) merasa dirinya bebas. Jadi, mereka kurang menaati peraturan-peraturan yang telah diberikan oleh panitia sehingga cenderung lebih rawan terjadi pelanggaran.

Tujuan dari pelaksanaan PKKMB sendiri salah satunya adalah guna menjalin rasa persahabatan dan kekeluargaan antar mahasiswa, dosen, serta tenaga pendidikan. Tujuan ini dirasa kurang tercapai saat PKKMB dilaksanakan secara online karena mereka tidak bisa berinteraksi secara langsung sehingga komunikasi yang dilakukan juga terbatas. Mahasiswa baru hanya bisa menyimak penjelasan dan memberikan feedback dosen dan kakak tingkat melalui google meet maupun zoom.

PKKMB merupakan kegiatan pengenalan kampus. Jadi, diperlukan adanya akses kampus untuk melakukan kegiatan tersebut, entah itu hanya untuk melakukan perekaman fasilitas kampus maupun melakukan take video perkenalan ormawa dan dosen. Di tengah kebijakan PPKM, perguruan tinggi sudah pasti melakukan pembatasan kegiatan yang ada di kampus guna meminimalisir penyebaran virus serta mematuhi aturan pemerintah. Dengan begitu, akses masuk bagi panitia pun dibatasi sehingga proses persiapan bisa saja terhambat karena kurangnya tenaga untuk melakukan persiapan-persiapan tersebut. Permasalahan lain yang mungkin saja dihadapi adalah terbatasnya fasilitas kampus yang boleh digunakan panitia untuk kegiatan PKKMB seperti penggunaan ruang kelas atau gedung lainnya, sehingga panitia harus mempersiapkan opsi lain jika fasilitas kampus tidak bisa dimanfaatkan.

Kesulitan memperoleh dana yang digunakan untuk melakukan kegiatan PKKMB juga dirasakan oleh panitia. Pasalnya di masa PPKM ini banyak usaha yang terdampak sehingga sebagian besar keberatan atau tidak bersedia untuk melakukan kerja sama sponsorship. Akibatnya panitia kekurangan sumber dana dan harus mencari alternatif lain seperti paid promote atau danus-an.

Fenomena penyebaran virus corona memang telah mengubah sistem pelaksanaan PKKMB, ditambah lagi dengan pemberlakuan kebijakan PPKM. Permasalahan seperti kurangnya komunikasi, kedisiplinan peserta, kurang tercapainya tujuan kegiatan, kesulitan akses masuk kampus, serta sulit memperoleh dana menjadi tantangan bagi panitia agar bisa meminimalisir hal-hal tersebut dan menyukseskan acara mereka. Meskipun di tengah keterbatasan seperti ini kegiatan PKKMB harus tetap dilaksanakan karena merupakan salah satu dari proses pendidikan.

Related Articles