Home OPINI Procrastination: Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan

Procrastination: Kebiasaan yang Harus Ditinggalkan

by arvindatm
345 views

Kamu pernah mengerjakan tugas mati-matian karena dikejar deadline sambil menyesalinya karena tidak menyelesaikan lebih awal? Padahal kamu memiliki waktu luang, tetapi lebih memilih untuk memeriksa media sosial atau mengerjakan sesuatu yang bisa ditinggalkan untuk minggu depan.

Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Apa yang salah? 

Procrastination is a trap! Banyak dari kita masih melakukan procrastinate atau menunda suatu pekerjaan karena memandangnya sebagai suatu hal yang remeh. Dalam artikel ini, mari kita lihat apakah procrastination itu dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa itu procrastination

Procrastination adalah kebiasaan untuk menunda suatu pekerjaan atau tugas tertentu yang penting, biasanya berfokus pada kegiatan yang kurang mendesak, lebih menyenangkan dan lebih mudah.  Kegiatan menunda pekerjaan ini seringkali disamakan dengan malas padahal keduanya sangat berbeda. Procrastination biasa dilakukan sebagian orang karena merasa pekerjaan yang harus diselesaikan itu tidak menyenangkan atau tidak mudah. Padahal mereka sadar bahwa pekerjaan itu penting. Sebaliknya, kemalasan menunjukkan sikap apatis, tidak aktif, dan ketidakmauan untuk mengerjakan sesuatu.

Baca juga: Membunuh Jenuh

Ada beberapa alasan mengapa procrastination muncul saat kita dihadapkan dengan pekerjaan atau tugas tertentu misalnya saat kita dalam kondisi malas, kurang mood, tidak tahu mana yang harus diprioritaskan, dan bahkan burn out. Namun, menyerah begitu saja pada kebiasaan ini dapat menimbulkan konsekuensi yang serius. Penundaan suatu tugas meskipun kecil dapat menyebabkan kita kehilangan produktivitas. Jika kita menunda-nunda pekerjaan terlalu lama, kita dapat kehilangan motivasi dan berakhir kecewa dengan hasil yang didapat.

Cara mengatasi procrastination

Seperti habits pada umumnya, procrastination dapat diatasi dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Menyadari bahwa kamu sedang menunda pekerjaan.

Biasanya kita menunda suatu pekerjaan untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Dalam beberapa alasan mungkin terjadi perubahan pada skala prioritas karena ternyata terdapat pekerjaan yang bebannya lebih berat. Untuk beberapa alasan yang masuk akal itu berarti kamu tidak menunda pekerjaan. Namun, ketika kamu mulai menunda tanpa batas waktu atau sengaja menghindari pekerjaan maka itu berarti kamu sedang melakukan procrastination.

2. Mencari tahu alasan mengapa kamu menunda pekerjaan

Kamu perlu memahami mengapa kamu menunda suatu pekerjaan sebelum mengatasinya. Misalnya, apakah kamu menghindari pekerjaan tertentu karena merasa itu membosankan atau tidak menyenangkan? Jika demikian, ambil langkah untuk menyelesaikan masalahnya dengan cepat sehingga kamu dapat kembali fokus pada aspek lain dari pekerjaan yang lebih menyenangkan.

3. Membuat strategi anti-procrastination

Kebiasaan menunda pekerjaan yang sudah lama tertanam tidak dapat langsung diatasi begitu saja. Kebiasaan ini akan berhenti ketika kamu memiliki niat dan strategi untuk menghindarinya. Untuk itu cobalah beberapa strategi di bawah ini.

– Berkomitmen untuk menyelesaikan tugas

Fokus dalam mengerjakan tugas dengan membuat daftar tugas yang harus diselesaikan dan jadwal yang efektif untuk melakukannya. Hal tersebut dapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaanmu.

– Lakukan dialog internal

Katakan pada diri sendiri bahwa pekerjaan yang kamu lakukan bukanlah beban melainkan sebuah pilihan yang sudah kamu pilih. Hal tersebut menyiratkan bahwa kamu memiliki tanggung jawab atas apa yang kamu pilih dan menyadari bahwa hal tersebut bukanlah sebuah beban yang terpaksa harus diselesaikan.

– Kerjakan tugas yang tidak menyenangkan terlebih dahulu

Menyelesaikan tugas yang tidak menyenangkan lebih dulu akan memberi kamu sisa hari untuk berkonsentrasi pada tugas yang lebih menyenangkan.

– Meminimalisir gangguan

Ketika kamu sedang menyelesaikan tugas sebaiknya tetap fokus dengan mematikan telepon seluler dan menghindari tempat-tempat yang mengganggu saat bekerja.

– Berikan self reward

Ketika kamu telah menyelesaikan suatu pekerjaan berikan self reward, seperti pergi keluar untuk refreshing atau membeli makanan favoritmu. Pastikan kamu memperhatikan perasaan leganya telah menyelesaikan suatu pekerjaan.

Bagi sebagian orang, procrastination mungkin lebih dari sekadar kebiasaan buruk. Hal itu dapat berupa masalah kesehatan mendasar yang serius. Misalnya, ADHD, OCD, kecemasan, dan depresi yang dikaitkan dengan penundaan. Jadi, apabila kebiasaan procrastination berdampak pada kesehatan mentalmu dan memengaruhi aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

Holding things off until later and ending up cramming
Like mate, stop procrastinating!

Sumber gambar: Ultimagz.com

Related Articles