Home Teras Sastra Buka Pintu Mengangkat Tema Rumah

Sastra Buka Pintu Mengangkat Tema Rumah

by Tasya Sukma
78 views

Sastra Buka Pintu (SBP) kembali hadir dengan mengangkat tema “Rumah”. Rumah secara visual ditunjukkan dengan dekorasi dinding, lukisan dan peralatan rumah seperti, kursi, meja, dan vas. Rumah secara makna berarti Sastra Indonesia angkatan 2019 atau panitia SBP tahun ini merasa memiliki rumah baru. Mereka mengenalkan “rumah” yang berisi kepengurusan KMSI yang baru.

Selain itu, sebagai pemilik rumah atau tuan rumah, mereka membangun relasi dengan mengundang tamu luar kampus UNY. Muhammad Yusuf, panitia SBP tahun 2020 berpendapat bahwa SBP tiap tahun harus mengalami perkembangan sehingga menjadi tuntutan tersendiri.

“Mungkin kita ketambahan live painting. Dulu gak ada live painting. Kita juga bangun relasi dari KMSI UGM, Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan. Mereka diundang. Bahkan dari Sanata Dharma mereka tampil. Mungkin itu sih perkembangannya. Tiap tahun harus berkembang sih, jadi ada tuntutannya,” ucap Yusuf.

sastra buka pintu – lppmkreativa.com

Sastra Buka Pintu yang diadakan pada Kamis (12/3) di Pendopo Tedjokusumo Fakultas Bahasa dan Seni UNY dimeriahkan oleh berbagai penampilan, salah satunya penampilan dari Teater Bengkel Sastra. Teater ini merupakan Unit Kegiatan Program Studi (UKPS) yang berkolaborasi dengan UKM Sanata Dharma, yaitu Teater Seribu Jendela. Selain itu, HIMA dan UKM diari Fakultas Bahasa dan Seni turut tampil dalam SBP.

Teater Bengkel Sastra dan Teater Seribu Jendela mengatakan bahwa SBP merupakan acara yang menarik. Hal itu dituturkan oleh Franciska, salah satu anggota Teater Seribu Jendela.

“Menurut saya menarik. Penontonnya nggak cuma anak UNY aja. Mungkin anak-anak Sadhar atau anak-anak kampus lain juga tertarik. Biar orang tertarik ya dengan cara memanggil tamu dari luar. Jadi yang nonton lebih banyak,” Tutur Franciska.

Joli, sebagai anggota Teater Bengkel Sastra sekaligus mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, berpendapat bahwa SBP ini patut dijadikan contoh bagi universitas lain.

“Kalau pendapatku tentang SBP sebenernya menarik, karena Sastra Buka Pintu ini kan tujuannya untuk mengenalkan kepengurusan baru. Penting juga hal itu dilakukan. salah satu hal yang paling konkrit untuk membangun kesolidan antar mahasiswa adalah dengan acara-acara seperti itu. Dan emang patut banget dicontoh bagi universitas lain yang mempunyai Fakultas Sastra.” Tutur Joli.

“Setelah ada acara ini, [kami] semakin rekat. karena tujuan dari SBP ini merekatkan satu fakultas, bukan hanya prodi sendiri. dan Mungkin lebih bisa berproses, lebih kolektif, dan lebih kekeluargaan,” Ucap Yusuf. [redaksi]

– – – – –

baca TERAS di lppmkreativa.com atau tulisan Tasya lainnya

Related Articles