Home ResensiFilm Surga Yang Tak Dirindukan

Surga Yang Tak Dirindukan

by Ulima Raihana
238 views

IMG-20160325-WA0002Judul : Surga Yang Tak Dirindukan
Tahun : 2015
Penulis : Asma Nadia
Durasi : 124 menit

Cerita dalam film ini sungguh menarik, pantas saja film ini banyak meraih beberapa penghargaan bagi insan perfilman Indonesia. Apalagi banyak amanat yang bisa diambil dari film ini. Film yang berlatar belakang kawasan kota Yogyakarta ini menampilkan sudut-sudut kota Yogyakartka yang bisa menjadi daya tarik para wisatawan.
Film Surga yang Tak Dirindukan ini awalnya menceritakan pertemuan antara Arini yang diperankan oleh Laudya Cyintia Bella dan Prasetya yang diperankan oleh Fedi Nuril, lama-kelamaan Prasetya jatuh cinta dengan Arini karena kepandaiannya dalam mendongeng. Kisah cinta mereka akhirnya berlanjut sampai kejenjang pernikahan. Beberapa tahun kemudian mereka mempunyai anak yang berumur lima tahun. Mempunyai keluarga yang hamonis tentu saja idaman setiap orang. Begitu juga harapan dalam keluarga Arini dan Prasetya, keluarga ini hidup dalam kebahagian bersama anak mereka.
Tak lama kemudian ada sesuatu yang membuat keluarga Arini dirundung masalah. Kedatangan orang ketiga tentu tidak dikehendaki setiap keluarga. Kebaikan Prasetya yang membuat keluarga kecilnya menjadi dirundung masalah. Saat Prasetya di perjalanan menuju Kulon Progo untuk memantau proyek di sana, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengalami kecelakaan. Prasetya pun menolong korban kecelakaan itu, korbannya ternyata seorang wanita bernama Meirose yang diperankan oleh Ralin Shah. Meirose tenyata dalam keadaan hamil. Setelah dibawa ke rumah sakit oleh Prasetya, ternyata Meirose harus segera operasi. Lalu dengan cepat Prasetya menyetujui operasi itu demi keselamatan Meirose. Ia akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang telah terjadi pada wanita itu. Sewaktu menunggu operasi tersebut, tak sengaja Prasetya membuka isi handphone Meirose. Prasetya melihat sebuah video mengenai kekecewaan Meirose dengan keluarganya yang berantakan. Operasi Meirose pun sudah selesai, Prasetya melihat bayi Meirose. Suster menanyakan nama bayi itu dan dengan spontan Prasetya memberi nama anak itu Akbar Muhammad.
Meirose sendiri sangat kecewa dengan kehidupannya. Setelah operasi itu, Meirose mencoba untuk bunuh diri dengan melompat dari atas gedung karena rasa kecewa yang teramat besar, namun Prasetya datang disaat yang tepat. Ia mencoba menahan dan memberi pengertian pada Meirose, tetapi semakin lama Meirose semakin ingin meloncat dari atas gedung. Agar Meirose tidak jadi bunuh diri, tanpa sadar Prasetya mengucapkan janji kepada Meirose bahwa ia akan menikahi Meirose.
Saat itu juga dipanggilkan penghulu ke rumah sakit untuk menikahkan Prasetya dan Meirose. Pernikahan itu berlangsung tanpa sepengetahuan Arini, tetapi pernikahan itu disaksikan pula sahabat-sahabat Prasetya yaitu Arman yang di perankan oleh Kemal Palevi dan Hartono yang diperankan oleh Tanta Ginting. Sahabat-sahabat Prasetya memahami dengan keadaan Prasetya sehingga mereka ikut menutup-nutupi pernikahan Prasetya. Apakah Arini akan menerima poligami yang dilakukan suaminya tanpa sepengetahuannya? Akankah Arini akan ikhlas menerima orang ketiga dalam keluarga kecilnya? Atau Meirose akan menerima kemarahan Arini kepadanya?

Related Articles