Home ResensiFilm Sweet Home: Serial Netflix yang Duduki Peringkat 1 di 8 Negara

Sweet Home: Serial Netflix yang Duduki Peringkat 1 di 8 Negara

by Desti Ramadayanti
187 views

Dunia tengah tersongkang-songkang. Namun ingat kah kalian? Sebelum nama Song Kang ramai diperbincangkan di drama terbarunya, ia pernah menjadi monster baik di Sweet Home. Serial Netflix yang sempat menggemparkan di akhir tahun 2020 lalu.

Sweet Home merupakan serial adaptasi webtoon populer karya Kim Kan-Bi dan Young Chan Hwang dengan judul yang sama. Webtoon tersebut telah dibaca 1,2 miliar kali secara global dengan lebih dari 6 juta orang yang menyukai. Tak heran apabila drama ini pernah duduki peringkat 1 Netflix di 8 negara. Terdiri dari Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Qatar, Thailand, dan Vietnam.

Series ini disutradarai Lee Eung Bok yang terkenal lewat beberapa drama hits Korea, seperti Dream High, Mr.Sunshine, Goblin: The Lonely and Great God, dan Descendants of the Sun. Sehingga keapikannya dalam mengolah cerita tak perlu diragukan lagi. Cast yang bertabur bintang seperti Song Kang, Lee Jin Wook, Lee Si Young, Lee Do Hyun, dan masih banyak lagi lainnya pun menjadi nilai plus agar penonton tidak berpikir ulang untuk menonton serial Netfilx yang tayang pada 18 Desember 2020 ini.

Kisahnya sendiri diawali dengan seorang pemuda bernama Cha Hyun Su (Song Kang) yang pindah ke apartemen kumuh bernama Green Home. Ia merupakan pemuda sebatang kara yang kehilangan minat hidup semenjak kecelakaan tragis yang merenggut  seluruh keluarganya. Belum lagi trauma akan  perundungan yang ia terima semasa SMA membuat Hyun Soo benar-benar tak punya hasrat pada apa pun.

Semenjak pindah, Cha Hyun Su yang digambarkan sebagai seorang penyendiri ini kerap mengalami kejadian aneh. Baru beberapa hari tinggal di apartemen, sebuah fenomena yang misterius muncul. Satu per satu manusia yang berada di wilayah tersebut berubah menjadi monster. Hal tersebut membuat Cha Hyun Su kemudian bertemu dengan penghuni apartemen Green Home lain dan menghadapi serangkaian situasi pelik bersama. Mereka yang tinggal di apartemen tersebut harus berjuang melawan serangan monster yang tak ada habisnya.

Drama Keluarga yang Menegangkan

Sweet Home memiliki 10 episode sudah dirilis sekaligus dan bisa disaksikan pada 18 Desember di Netflix. Meski bergenre thriller, horor, dan fantasi, Lee Eung Bok selaku penulis dan produser tetap menambahkan unsur menyentuh hati layaknya drama Korea pada umumnya.

Di balik adegan-adegan yang menegangkan, terselip unsur kekeluargaan yang patut diacungi jempol. Hal ini dapat kita saksikan pada setiap gerak gerik para penghuni Green Home. Meskipun awalnya mereka tidak saling mengenal, mereka tetap bekerja sama dan saling percaya untuk melawan monster-monster ganas yang lapar. Tak jarang pula mereka menunjukkan dukungan satu sama lain layaknya keluarga sungguhan.

Kendati demikian, serial ini tetap ditujukan untuk orang dewasa. Karena tema cerita Sweet Home cenderung gelap, memuat aksi kekerasan, perundungan, niatan bunuh diri, serta kata umpatan yang diperlihatkan hampir di seluruh episode.

Kehadiran Monster yang Unik dan Beragam

Selain memiliki jalan cerita yang menarik dan para pemain yang berbakat, Sweet Home mengangkat cerita tentang kondisi dunia di mana manusia berubah menjadi monster karena keinginan terdalam dari dalam diri mereka. Dengan demikian kehadiran monster tentu menjadi daya tarik bagi para penonton. Sejumlah koreografer dan ahli VFX ternama pun menggabungkan keahlian mereka untuk menghidupkan sosok para monster yang mengerikan ini.

Jika biasanya kemunculan makhluk asing disebabkan dari lingkungan luar, seperti radiasi, kesalahan eksperimen, atau wabah yang tiba-tiba muncul, monster di Sweet Home berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Perubahan manusia menjadi monster pada serial ini merupakan gambaran hasrat terpendam yang mengambil alih kontrol jiwa manusia.

Oleh karenanya, monster yang muncul di Sweet Home terkesan unik dengan latar belakang yang beragam. Karena dulunya seorang manusia, monster-monster di serial ini memiliki ciri khas dan karakteristik masing-masing. Mulai dari monster buta yang mengandalkan pendengarannya untuk berburu; monster laba-laba yang bergerak cepat di dinding dan ventilasi saat mengejar mangsanya; monster protein yang membuat kerusakan serius dengan tubuh besarnya; sampai dengan monster bola mata yang mampu mengintai seluruh apartemen dengan matanya yang lebih dari satu.

Cha Hyun Su sendiri merupakan manusia yang berevolusi menjadi monster. Namun dirinya terhitung istimewa karena masih memiliki kesadaran sebagai manusia.  Sehingga dirinya dipercaya mampu menyelamatkan dunia dari keganasan monster lain.

Cerita realistis dan dekat dengan kehidupan

Dengan durasi yang relatif lebih singkat dari seri pada umumnya, sutradara Lee Eung Bok membuat alur cerita di Sweet Home sangat padat, cepat, dan tidak bertele-tele. Semua karakter dan konflik utama telah disajikan semenjak episode pertama.

Alih-alih dibuat pusing karena konfliknya, drama ini akan membuat penonton terdorong merefleksikan diri sendiri. Karena ceritanya soal hasrat yang mengambil alih kontrol diri manusia, kita akan menerima pesan untuk lebih bijak dalam hidup.

Karakter-karakter yang muncul juga relevan dengan kehidupan sekitar, sehingga penonton bisa lebih terhubung dengan ceritanya. Bahkan, adegan action saat melawan monster pun sangat realistis dan apa adanya. Senjata-senjata yang digunakan setiap karakter pun berupa tongkat bisbol, palu, dan perkakas lainnya. Terlampau sederhana untuk melawan monster yang tak terelakkan. Mungkin demikian, sutradara hendak menunjukkan betapa kuatnya setiap karakter di Sweet Home untuk tetap hidup sebagai manusia. (desti)

Baca tulisan Resensi atau tulisan Desti lainnya

Related Articles