Teras

Tak Ada Kata yang Salah dalam Cinta

Foto: Syah Dilana

Kamis malam (02/04) pentas dengan judul Rara Hoyi diselenggarakan. Pementasan yang diadakan oleh Paguyuban Bawa Baskara dari Prodi Pendidikan Bahasa Daerah Kelas B angkatan 2017 Fakultas Bahasa dan Seni. Drama ini diselenggarakan di Performance Stage atau gedung pertunjukkan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.

Rara Hoyi karta Ari Purnomo dan Erwin Wenk menceritakan seorang perempuan bernama Hoyi. Ia seorang gadis lugu yang berparas cantik, lemah, lembut, dan hormat terhadap orang tua. Ia menyukai pemuda bernama Sarpan. Sarpan merupakan seorang putra dari jagal ayam.

Foto: Syah Dilana

Namun cinta mereka tidak direstui oleh orang tua dari kedua belah pihak, karena orang tua mereka telah patuh terhadap Trunojoyo. Amangkurat dan Trunojoyo berperang terus menerus. Pada akhirnya Amangkuratlah memperoleh kemenangan.

Tak ada yang salah dari sebuah cinta. Sebab cinta adalah anugerah dari Yang Maha Esa. Sayangnya, manusia tetaplah manusia. Ia sering lupa dan hanya menuruti nafsunya belaka. Sampai pada akhirnya semua terjadi. Air yang terjatuh dari langit tak akan pernah bisa kembali lagi.

Foto: Syah Dilana

Muhammad Zaky dari prodi Pendidikan Bahasa Daerah yang berperan sebagai Mangkun Jagal, ayah Sarpan, mempunyai watak tegas. Ia mengungkapkan alasan menampilkan pementasan berjudul Rara Hoyi.

“Mengambil naskah berjudul Rara Hoyi karena di kelas sumber daya manusianya kurang. Jadi mereka memilih naskah yang sederhana,” kata Zaky, “Ketopraknya bukan ketoprak yang pakem melainkan jenis ketoprak semi realis”, lanjutnya.

Sarpan, yang diperankan oleh Joko Arif Fauzi dari prodi Pendidikan Bahasa mempunyai watak yang tegas, membela kebenaran, dan berwibawa. Ada pesan yang disampaikan kepada penonton menurut Joko “Pesan yang disampaikan, yaitu takdir cinta sudah ditetapkan oleh Tuhan. Tinggal kita sebagai manusia hanya bisa berusaha mewujudkannya,” ucap Joko.

Foto: Syah Dilana

Banyak penonton yang datang dari perguruan tinggi lain, seperti Vita dari Universitas Gadjah Mada. Ia memberi tanggapan bahwa drama ini sangat bagus, keren, dan sempurna. Sayangnya, pengeras suara kurang terdengar jelas oleh penonton.

Tidak ada kata salah dalam rasa cinta. Karena cinta adalah berkah dari Yang Maha Kuasa. Hanya saja, terkadang manusia yang kurang mampu untuk memaknai dan menempatkan kepada siapa rasa cinta itu akan berlabuh.

Baca TERAS di lppmkreativa.com atau tulisan Sri Kadarsih lainnya

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Tak Ada Kata yang Salah dalam Cinta – Persma Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top