Home ResensiBuku Trio Koplak Mencari Cinta

Trio Koplak Mencari Cinta

by Faiza Latifa
379 views

Judul buku : Mahasiswa Koplak
Penulis : Wisnu Maulana
Tempat dan tahun terbit : Bandung, Oktober 2018
Penerbit : Pastel Books PT Mizan Pustaka
Jumlah halaman : 305 halaman
ISBN : 978-602-6716-42-2

Mahasiswa Koplak adalah novel kedua dari Wisnu Maulana sekaligus merupakan kelanjutan dari buku pertamanya yang berjudul Ketua OSIS Koplak. Wisnu Maulana sendiri merupakan penulis Wattpad yang aktif menulis di genre komedi.

Seri kedua dari Ketua Osis Koplak ini masih menceritakan sosok Nurman dan kedua temannya. Nurman, Udin, dan Samsuri melanjutkan sekolahnya ke jenjang perguruan tinggi. Di salah satu perguruan tinggi di Jakarta inilah Nurman bertemu lagi dengan sosok Endriyani. Hal ini membuat Nurman kembali merasakan getaran cinta yang sama seperti dulu. Sayangnya Endriyani sudah memiliki pacar yang tak lain adalah ketua BEM, Adi. Dari sinilah kisah Nurman dimulai.

Buku ini berfokus pada kisah tiga sahabat yang berpetualang mencari cinta. Sama seperti novel sebelumnya, ciri khas dari Wisnu Maulana tetap melekat, yaitu humor yang diselipkan sana-sini.

Mahasiswa Koplak menyuguhkan berbagai kisah komedi romansa, tak melulu membahas Nurman. Kedua teman Nurman pun menjadi sorotan, hal ini membuat novel Wisnu kali ini lebih bervariasi. Bahasa yang digunakan mudah dipahami sehingga humor yang disuguhkan tersampaikan dengan baik dan membuat kita tertawa.

Novel ini dikemas dengan alur cerita yang lebih kompleks dari sebelumnya. Buku ini juga dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dinikmati tanpa harus membaca seri yang pertama. Terdapat beberapa ilustrasi yang membuat buku ini semakin hidup. Di buku ini kita juga dapat menemukan karakter Nurman yang lebih romantis dibanding sebelumnya tapi tidak meninggalkan kesan jenaka yang melekat pada Nurman.

Kekurangan dari buku ini terdapat pada beberapa bab yang terkesan bertele-tele dan tidak begitu berperan dalam mengendalikan alur cerita, jika tidak dimasukkan juga tidak apa-apa.

Akhir ceritanya juga hanya menceritakan kisah Nurman dan Endriyani tanpa mencantumkan bagaimana nasib Adi. Hal ini membuat pembaca bertanya-tanya, kemana Adi? Apakah Adi akan merebut Endriyani dari Nurman? Sepertinya penulis memang ingin pembacanya penasaran tentang kelanjutan kisah ini.

Sama seperti buku sebelumnya, terdapat beberapa hal yang tidak logis. Contohnya ketidaksinkronan kegiatan mahasiswa di cerita dan realitas. Jika di kehidupan nyata mahasiswa banyak diberi tugas, sibuk berorganisasi, dan yang pasti kegiatan belajar mengajar, namun dalam buku ini mahasiswa sama sekali tidak ada jam kuliah, tidak ada tugas bahkan seperti tidak ada beban menjadi mahasiswa. Dalam buku ini mahasiswa juga menunjukkan senioritas dan banyak melakukan kegiatan yang sifatnya hanya hiburan saja.

Dibalik kelebihan dan kekurangannya, buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan untuk menyegarkan pikiran dengan humor-humor ringan yang ada. Alur yang runtut dan sederhana membuat kita tidak bosan dan ingin terus membaca hingga halaman terakhir. [redaksi/Pandan]


Baca tulisan Faiza atau resensi lainnya di lppmkreativa.com

Related Articles