Teras

Tumbuh Bersama Sastra Buka Pintu

Foto: Nursaid

Agenda tahunan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KMSI) yang bertajuk “Sastra Buka Pintu” diselenggarakan  pada Kamis (14/03), bertempat di Pendopo Tedjakusuma FBS. Acara ini merupakan ajang untuk memperkenalkan kepengurusan baru KMSI.

Tema yang diungsung kali ini adalah “Tumbuh”.  “Makna dari tema tumbuh sendiri adalah  kita sebagai manusia harus tumbuh bersama-sama, harapannya bukan dari inti KMSI sendiri, tapi seluruh ormawa FBS bahkan seluruh fakultas di UNY bisa tumbuh Bersama,”   terang Raihan Robby, selaku ketua Panitia.

Foto: Syah

Sastra Buka Pintu ini merupakan sebuah nama dengan tujuan merekatkan  dan  mengajak Ormawa di FBS untuk srawung atau bersilaturahmi. Robby menjelaskan, “Tujuan utamanya sih sederhana, kita ingin mengenalkan kepengurusan baru KMSI. Akan tetapi, tujuan inti dari ini (Sastra Buka Pintu) adalah merekatkan kembali kekeluargaan KMSI sekaligus juga kita ngajak ormawa yang ada di FBS untuk lebih intim lagi dengan KMSI.”

Pentas Sastra Buka Pintu ini menggandeng ormawa yang ada di FBS untuk turut berekspresi mengisi acara. “Acaranya sih keren, rutin tiap tahun ada untuk memperingati pembukaan kepengurusan temen-temen KMSI yang baru, terus bisa menampung bakat-bakat teman-teman Hima lain,” tutur Tyas selaku pengisi acara.   

Foto: Nursaid

Dalam sebuah acara besar tak luput dari sebuah kendala. Kendala yang dihadapi dalam merangkai acara ini dapat terselesaikan dengan bantuan dari seluruh elemen KMSI. “Kendalanya sih nggak terlalu banyak, beberapa di kepengurusan surat, tapi berkat bantuan dari kakak-kakak tingkat dan seluruh elemen dari KMSI acara ini bisa terlaksana dengan lancar,” ungkap Robby.  

Atmosfer kemeriahan dapat dirasakan oleh seluruh penonton dengan berbagai pertunjukan yang disajikan oleh KMSI maupun Hima lain.

“Aku sendiri melihat Sastra Buka Pintu tahun ini lebih terlihat kreatifitas anak-anaknya, banyak kreatifitas anak-anaknya. Mereka lebih banyak mengeksplor kreatifitas mereka. Kalau taun kemarin, aku liat tuh anak-anak masih belum bisa lepas dari katingnya (kakak tingkat), ini benar-benar kebebasan mereka rasanya,” ujar Muhammad Fadli, salah seorang penonton yang juga merupakan pengurus KMSI tahun lalu.

Selain memberikan apresiasi terhadap jalannya Sastra Buka Pintu tahun ini, Fadli juga menerangkan bahwa gelaran tahunan ini juga sebagai momentum para alumni KMSI untuk berkumpul dan menyaksikan adik-adiknya. 

“Acaranya meriah, keren terus mungkin perlu ada sedikit perubahan dari segi tempat sih, soalnya tiap tahun tempatnya disini terus jadi kayak bosen gitu,” pungkas Tyas.

(Fitriyani/Syah)

Baca TERAS di lppmkreativa.com atau tulisan Fitriyani Setyo lainnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top