Home ResensiFilm Twenty Five Twenty One: Optimis Ketika Krisis !

Twenty Five Twenty One: Optimis Ketika Krisis !

by arvindatm
816 views

Krisis ekonomi yang dialami Korea Seatan pada tahun 1998 dalam drama korea terbaru tvN Twenty Five Twenty One. Mendengar tentang kata krisis apa yang terlintas di kepalamu? Pasti mengenai kehancuran dan keadaan yang sulit.

Drama ini diambil pada tahun 1998 dimana kondisi korea selatan sedang mengalami keterpurukan, dimana pada masa itu sedang terjadi krisis ekonomi besar. Keadaan ekonomi yang buruk oleh masyarakat korea selatan sendiri lebih dikenal sebagai masa IMF.

IMF sendiri adalah singkatan dari International Monetary Fund, salah satu organisasi internasional yang menangani masalah keuangan.

Pada masa ini terjadi gerakan masyarakat Korea Selatan untuk mengumpulkan emas guna membantu perekonomian negara. Seperti yang ditampilkan pada episode pertama drama. Adegan Na Hee Do mencari cincin emas perkawinan orang tuanya, n amun ternyata cincin itu oleh sang ibu diberikan untuk ikut berpartisipasi dalam pengumpulan emas kepada negara.

Pada masa itu banyak perusahaan besar yang pada akhirnya gulung tikar. Situasi tersebut dalam drama digambarkan melalui keadaan keluarga Baek Yi Jin yang diperankan oleh Nam Joo Hyuk jatuh miskin karena perusahaan milik ayahnya mengalami kebangkrutan.

Dampak lain dari krisis ekonomi tersebut adalah bubarnya klub anggar di sekolah Na Hee Do yang diperankan oleh Kim Tae Ri karena kekurangan dana.Pada masa krisis ekonomi benar-benar merenggut mimpi keduanya. Namun, masa itu juga yang akhirnya mengantarkan pertemuan keduanya.

BACA JUGA:   Intant Family: Film Paket Lengkap

Na Hee Do yang menolak untuk melepaskan mimpinya begitu saja terus berusaha lebih keras untuk mencapai impiannya. Satu-satunya cara agar dia tetap bisa bermain anggar adalah dengan pindah ke sekolah atlet nasional Ko Yu Rim yang diperankan oleh Bona WJSN.

Untuk mencapai mimpinya itu Na Hee Do harus bersitegang dengan ibunya untuk mendapatkan izin pindah sekolah. Di sisi lain, Baek Yi Jin sebagai putra tertua dari keluarga berada dalam keadaan yang sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia melakukan berbagai pekerjaan paruh waktu seperti mengantar koran dan menjaga toko buku.

Pertemuan antara Baek Yi Jin dan Na Hee Do sendiri terjadi saat Na Hee Do tanpa ibunya. Baek Yi Jin yang mengantarkan ke rumahnya tak sengaja mencoba mereka. Tak berhenti disana, ternyata takdir selalu mempertemukan keduanya. Pertemuan pertama mereka yang terjadi pada usia 22 dan 18 tahun itu terus berlanjut. Na Hee Do yang menyukai buku komik Full House kerap datang ke toko buku tempat di mana Baek Yi Jin bekerja untuk meminjam buku.

Berbagai pertemuan tak sengaja antara Baek Yi Jin dan Na Hee Do akhirnya membuat mereka menjadi akrab. Baek Yi Jin selalu membantu Na Hee Do dengan memberikan nasihat untuk mengambil langkah yang tepat dalam menggapai mimpinya. Di tengah keadaan berjuang bersama untuk mencari nilai kehidupan untuk bangkit dari krisis dan akhirnya menemukan bahwa krisis tak berarti apa-apa selama ada peluang dan kemauan untuk terus maju mengejar impian.

Saat ini drama Twenty Five Twenty One sendiri sudah mencapai episode kedelapan dan berhasil mencetak angka dua digit pada episode terbarunya yaitu 10,9%. Drama ini dapat kamu tonton diplatform streaming Netflix setiap hari sabtu dan minggu pukul 21.30 WIB.

Demikian ulasan drama yang berkaitan dengan krisis ekonomi 1998. Semoga bermanfaat ya.

cr: https://pin.it/E35k04P

Related Articles