Ilustrasi Mengerjakan Tugas Kuliah (pexel.com)

Kuliah di Jogja Tapi Bukan di UGM?

Sebagai salah satu mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di kota Jogja, sering kali saya dianggap sebagai mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) oleh warga lokal. Tidak hanya satu kali dua kali, anggapan tersebut seakan menjadi langganan yang sering muncul di telinga saya, baik ketika saya sedang makan di rumah makan milik warga lokal maupun ketika sedang berbasa-basi dengan warga lokal yang saya jumpai di Jogja.

Mayoritas warga lokal memulai percakapan dengan bertanya ‘kuliah atau kerja’, dan ketika saya menjawab ‘kuliah’, mereka langsung berasumsi bahwa saya sedang menempuh pendidikan tinggi di UGM. Padahal kenyataannya tidak, saya bukanlah mahasiswa UGM. Suatu hal yang mengagetkan ketika saya mencoba memberitahu mereka tempat di mana saya sedang menempuh pendidikan tinggi, mereka lantas terheran-heran karena baru mengetahui nama universitas saya untuk yang pertama kali. Hal yang lebih mencengangkan lagi ketika mereka mengetahui bahwa universitas saya berada di kota Jogja. Setelah para warga lokal mengetahui nama universitas saya yang tidak populer itu, mereka kembali bertanya satu hal lagi yang membuat saya hanya bisa tertawa di dalam hati, “Kuliah di Jogja tapi bukan di UGM?”

Baca juga Puisi Jiwa Karya Fatihah Wenny

Waduh, sejujurnya dari dalam hati saya yang paling dalam, saya juga ingin mengenyam pendidikan tinggi di UGM. Namun, sayangnya UGM tidak mau menerima saya menjadi mahasiswa mereka, alhasil saya tidak bisa menjadi mahasiswa UGM. Siapa sih yang tidak mau menjadi mahasiswa UGM? Saya kira banyak dari calon mahasiswa di Indonesia yang juga mempunyai impian untuk mengenyam pendidikan di UGM.

Dilansir dari situs website jogjaprov.go.id, terdapat kurang lebih 128 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di kota Yogyakarta. Ini menunjukkan bahwa UGM bukanlah satu-satunya perguruan tinggi di kota Jogja. Namun, mayoritas warga lokal di sini yang rata-rata telah berusia lanjut atau tidak terlalu paham mengenai universitas hanya mengetahui UGM sebagai satu-satunya perguruan tinggi di kota Jogja.

Memang, UGM merupakan perguruan tinggi paling tua di kota Jogja. UGM dibangun sekitar tahun 1949 yang kemudian banyak dari tokoh-tokoh pahlawan, politisi, maupun artis yang merupakan lulusan dari UGM. Jadi, mayoritas warga lokal masih meyakini bahwa UGM merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang akan menjadi pilihan untuk menimba ilmu bagi anak-anak dari luar kota Jogja maupun dari dalam kota Jogja sendiri.

Sebagai alumni pertanyaan, “Kuliah di Jogja tapi bukan di UGM?”, saya hanya akan tersenyum kemudian memberitahu di mana tempat saya berkuliah serta menjelaskan secara singkat mengapa saya tidak masuk UGM padahal kuliah di Jogja. Meskipun terkadang saya merasa malas untuk menjelaskan alasan tersebut dan bukan keharusan saya untuk menjawab pertanyaan itu, akan tetapi kini saya mulai paham mengapa warga lokal bertanya seperti itu dan berasumsi bahwa mahasiswa yang berkuliah di Jogja merupakan mahasiswa UGM.

Untuk teman-teman mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota pelajar ini, saya harap kalian tidak tersinggung dengan pertanyaan yang diberikan oleh warga lokal ketika mengetahui kalian bukanlah mahasiswa UGM karena sejatinya ini merupakan waktu untuk kalian mulai mempromosikan perguruan tinggi tempat kalian menimba ilmu. Hal tersebut juga untuk menambah wawasan warga lokal yang tidak mengetahui tentang universitas di Jogja, kecuali UGM, agar mereka tidak bertanya lagi, “Kenapa gak kuliah di UGM padahal di Jogja,” ataupun “Kuliah di Jogja tapi bukan di UGM?”.

Meskipun nanti ujung-ujungnya mereka juga hanya mengiyakan saja, tidak apa-apa, setidaknya mereka tahu bahwa kuliah di Jogja tidak hanya di UGM. Banyak perguruan tinggi di kota Jogja ini, seperti yang saya sebutkan tadi, ada 127 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta selain UGM dan juga banyak perguruan tinggi yang mempunyai akreditasi bagus serta terkenal. Untuk teman-teman semua yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Jogja dan bukan mahasiswa UGM, jangan berkecil hati, tunjukkan bahwa universitas kalian bisa menghasilkan mahasiswa-mahasiswi unggul. Untuk warga lokal yang masih sering bertanya, “Kuliah di Jogja tapi bukan di UGM?”, mungkin sudah seharusnya mereka diberi pengertian bahwa tidak semua orang bisa masuk UGM. Rasanya kasihan juga UGM-nya jika harus menampung seluruh mahasiswa yang ingin berkuliah di Jogja.

 

Editor: Salma Najihah

One thought on “Kuliah di Jogja Tapi Bukan di UGM?

  1. Artikel yang menarik untuk dibaca dan seharusnya untuk direnungkan banyak orang prihal pandangan keberadaan kampus di Jogja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Sumber foto: https://rizkybarokah.co.id/ Previous post Resensi Novel Rasa Karya Tere Liye
Jiwa yang Bersedih (lppmkreativa.com) Next post Jiwa