Foto pria sekuriti.

Proyektor Hilang di Gedung PKM, Regulasi Peminjaman Kunci Gedung Dipertanyakan

HIPER (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis) mengalami kejadian yang merugikan. HIPER kehilangan sebuah proyektor di kawasan kampus. Sehubungan dengan kasus ini, kami mengadakan wawancara bersama Firman Maulana, yakni Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Perancis di Gedung Pusat Layanan Akademik (PLA) Moh. Yamin (22/3). Dalam wawancara tersebut, Firman menjelaskan detail kronologi kejadian yang mereka alami.

Bagaimana kronologi kehilangan proyektor tersebut? 

Pada permulaan Maret, HIPER menyelenggarakan sidang umum yang mengharuskan penggunaan proyektor. Untuk menutupi kebutuhan itu, pihak HIPER meminjam proyektor milik Gedung Mohammad Yamin atau lebih dikenal dengan sebutan Gedung PLA. Akan tetapi, setelah sidang umum diselenggarakan di aula lantai dua Gedung PKM pada hari Sabtu, 22 Maret 2024 proyektor yang HIPER pinjam dari Gedung Mohammad Yamin hilang setelah disimpan oleh seksi perlengkapan di sekretariat Gedung PKM yang kondisinya tidak terkunci karena kerusakan pada kunci pintu sekretariat.

Baca juga: Relevansi Media Sosial terhadap Degradasi Moral Akademisi Muda

Kehilangan proyektor baru disadari pada hari Selasa, saat panitia ingin mengembalikan proyektor tersebut ke Gedung Mohammad Yamin. Proyektor tersebut seharusnya dikembalikan pada hari Senin karena pengembalian proyektor hanya bisa dilakukan di hari kerja. Akan tetapi, kendala muncul di hari Senin yang membuat mereka kembali menunda pengembalian proyektor, yaitu pihak HIPER tidak mendapati kunci ruang PKM karena kunci tersebut dibawa oleh salah seorang cleaning service.

Bagaimana proses pengusutan kasus tersebut?

Untuk saat ini, pihak HIPER mengambil tindakan dengan melapor pada pihak fakultas dan satpam setelah tidak mendapatkan hasil dengan mencari sendiri.

Baca juga: Hoaks Pelecehan Seksual pada Maba UNY: Pandangan dari Digital Forensik dan Linguistik Forensik

Apa yang diharapkan dari proses pengusutan?

Pihak HIPER berharap agar tidak perlu mengganti proyektor yang hilang tersebut. Pihak HIPER menyatakan bahwa HIPER adalah korban dan tidak mengetahui siapa pelakunya. Akan tetapi, apabila harus mengganti, Pihak HIPER sudah siap untuk bertanggung jawab sesuai keputusan pihak fakultas.

Apakah ada saksi di lokasi kejadian tersebut?

Sayangnya, tidak ada saksi dalam kasus ini, sedangkan petugas kebersihan yang pada hari Senin memegang kunci tidak dapat dihubungi sampai saat ini. Selain itu, tidak ada CCTV yang mengarah ke bagian Gedung PKM. Ketiga hal ini menjadi kendala proses pengusutan kasus proyektor hilang ini.

Apakah ada kendala yang dihadapi selama proses pengusutan oleh pihak HIPER?

Sejauh ini pihak HIPER belum mendapat titik terang mengenai oknum yang mencuri proyektor tersebut. Sebagai antisipasi, pihak HIPER juga menyiapkan dana untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu mereka diminta untuk mengganti rugi.

Baca juga: Organisasi Mahasiswa di Ranah Kampus

Bagaimana pihak HIPER menanggapi kejadian keamanan di kampus?

Berkaitan dengan kasus ini, ketua HIPER menyebutkan bahwa regulasi peminjaman kunci gedung kepada pihak luar mahasiswa menjadi kelemahan dari keamanan gedung kampus yang menurut Firman seharusnya sudah bagus. Ketua HIPER tersebut juga berharap agar setidaknya pihak HIPER tidak diminta ganti rugi atas kehilangan properti ini. Kendati begitu, ia menyebutkan bahwa HIPER sudah siap untuk bertanggung jawab.

 

**Awak media LPPM Kreativa sudah mencoba menghubungi pihak keamanan fakultas untuk wawancara terkait sistem keamanan di kampus. Akan tetapi, hingga saat ini ia tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan wawancara.

Baca juga: Press Release Pendidikan dan Pelatihan Dasar LPPM Kreativa 2024

Penulis: Heppi

Editor: Najwa Aulia Fatihah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Press Release Pendidikan dan Pelatihan Dasar LPPM Kreativa 2024
Next post Euforia Ramadan: Antusiasme Mahasiswa Mencari Takjil Berbuka Puasa