Cuplikan Film Sweet 20

Review Film Sweet 20: Kisah Seorang Nenek yang Kembali Muda

Sweet 20 adalah sebuah film hasil kerja sama dari dua negara, yaitu Indonesia dan Korea Selatan. Film yang digarap oleh Starvision Plus dan CJ Entertainment ini diadaptasi dari film Korea Selatan berjudul Miss Granny. Film ini disutradarai oleh Ody C. Harahap dan resmi rilis pada 25 Juni 2017 lalu. Film Miss Granny tidak hanya di-remake di Indonesia, tetapi juga di Tiongkok, Vietnam, Jepang, dan Thailand. Film Sweet 20 mendapat beberapa nominasi dan berhasil meraih penghargaan, yaitu di Piala Maya 2017 dan Indonesian Movie Actors Awards.

Film ini memiliki genre drama komedi musical romance yang mengusung tema kekeluargaan di dalamnya. Seorang nenek tua berumur 70 tahun yang bernama Fatmawati (Niniek L. Karim) menjadi berumur 20 tahun lagi. Fatmawati memiliki anak bernama Aditya (Lukman Sardi) dan menantu bernama Salma (Cut Mini). Mereka berdua memiliki anak bernama Luna (Alexa Key) dan Juna (Kevin Julio).

Baca juga: Resensi Novel Rasa Karya Tere Liye

Suatu hari, Fatmawati mendengar obrolan Aditya, Luna, dan Juna yang merencanakan dirinya untuk dibawa ke panti jompo. Mendengar itu, Fatmawati kaget dan sedih. Keesokannya, dia pergi ke sebuah studio foto bernama “Forever Young”. Di sana, ia bertemu dengan fotografer tua (Hengky Solaiman) yang menanyakan apa keinginan Fatmawati. Fatmawati berkata bahwa saat muda dulu ia mengidolakan Mieke Wijaya. Ia pun meminta pada sang fotografer agar diubah menjadi secantik Mieke Wijaya. Fotografer tua itu menjawab bahwa ia akan mengubah Fatmawati menjadi lebih muda 50 tahun. Usai pemotretan itu, awalnya Fatmawati (Tatjana Saphira) belum menyadari bahwa dia telah kembali menjadi berumur 20 tahun. Dia baru menyadarinya setelah digoda oleh para lelaki di dalam bus.

Di akhir film, Mieke (Fatmawati muda) berubah kembali menjadi tua usai mendonorkan darahnya kepada cucunya yang bernama Juna. Aditya juga menyadari bahwa Mieke itu adalah ibunya sendiri. Aditya mengaku menyesal karena pernah terbesit di pikirannya untuk membawa ibunya ke panti jompo. Uniknya, dalam film ini diceritakan bahwa Juna, sang cucu, menyukai neneknya yang terlihat masih muda karena kecantikannya. Dia tidak tahu bahwa Mieke adalah neneknya.

Baca juga: Resensi Film Budi Pekerti: Refleksi pada Siswa Dapat Mengubah Masa Depan

Walaupun sudah tayang sejak 2017, tapi film ini masih sangat oke untuk menemani waktu-waktu santai para pembaca. Film ini direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga karena unsur komedi yang kuat dan amanat yang dapat dipetik.

Editor: Dhea Arini Putri

One thought on “Review Film Sweet 20: Kisah Seorang Nenek yang Kembali Muda

  1. Senang ada yang menjelaskan film ini, namun menurut saya resensi ini hanya menjelaskan ulang sinopsis dan info semata, sementara penilaian / pendapat menurut penulis hanya ditemukan di 10% dari isi reviewnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Jiwa yang Bersedih (lppmkreativa.com) Previous post Jiwa
Tembok Granada. (Lppmkreativa/facts.net) Next post Di Balik Tembok Granada