Advertisement Section

Laut Bercerita: Sastra Sebagai Pembuka Realitas Politik

Sastra memiliki daya untuk menjadi cermin, bahkan kritik tajam terhadap situasi sosial dan politik. Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori hadir bukan hanya sebagai kisah fiksi, melainkan juga sebagai peringatan sejarah tentang luka bangsa. Melalui tokoh-tokoh yang hidup dalam narasi penuh duka, novel ini menyuarakan tragedi penculikan aktivis pada era Reformasi 1998. Di sinilah Laut Bercerita membuktikan bahwa karya sastra dapat menjadi ruang bagi kebenaran yang kerap dibungkam.

Dibalik Pintu Kelenteng Gondomanan

Di tengah kesibukan Jalan Brigjen Katamso, berdiri sebuah bangunan yang memancarkan ketenangan. Atap tersusun dengan ornamen naga, warna merah dan kuning yang tak lekang oleh waktu, serta aroma hio yang mengepul lembut. Inilah Klenteng Fuk Ling Miau, atau yang akrab disapa masyarakat Jogja sebagai Klenteng Gondomanan. Bukan hanya sekadar tempat ibadah, klenteng ini juga adalah saksi bisu perjalanan panjang harmoni antarbudaya di tanah Mataram.

From Trash to Cash: Olahan Sampah menjadi Sebuah Wayang Seni

Sampah selalu menjadi masalah kompleksitas di Yogyakarta. Salah satunya sampah plastik yang menjadi masalah lingkungan serius di Yogyakarta karena sebagian besar sampah yang dihasilkan berasal dari sampah plastik seperti botol plastik atau plastik sekali pakai yang sulit terurai. Penanganan masalah sampah ini harus dilakukan dengan kesadaran pengelola negara dan masyarakat. Keberadaan inisiatif masyarakat seperti bank sampah sangat diperlukan. Di Yogyakarta terdapat bank sampah Pa-Q-One yang mampu mengelola sampah plastik menjadi produk kreatif seperti wayang.  

Lampu kuning

Lampu kuning temaram di ruang tengah menyala pukul lima subuh. Aku tahu, itu pasti Abang yang baru pulang setelah semalaman tadi pergi melaut dengan Pak Sukir. Air mukanya tampak lelah, tanpa mengucapkan sepatah kata, aku yakin dia pasti merindukan kasur tipis di kamarnya secepat mungkin.

Gelora Muda dan Merangkai Cerita Sebagai Langkah Pertama PKKMB FBSB 2025

PKKMB Universitas Negeri Yogyakarta telah terlaksana secara sukses dan tepat sasaran, acara yang melibatkan berbagai pihak memiliki tujuan memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Salah satu fakultas yang turut serta melaksanakan PKKMB UNY adalah Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB). Pada tahun ini, PKKMB FBSB dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2025 sampai 8 Agustus 2025 dengan tema “Rayakan keberagaman dan Ciptakan Inovasi Berkelanjutan dengan Sinergi Kebudayaan.” Untuk mengenal lebih jauh tentang PKKMB FBSB 2025, penulis melakukan wawancara dengan Putri Isnaini Salsabila (Pendidikan Bahasa Inggris, 2025) selaku staf sie acara PKKMB FBSB tahun 2025.