Advertisement Section

First Week Survival: Hal yang Harus Dilakukan di Minggu Pertama Kuliah

Minggu pertama kuliah menjadi salah satu momen yang paling ditunggu sekaligus bikin deg-degan bagi mahasiswa baru. Setelah melewati masa sekolah dan kegiatan pengenalan kampus, kini saatnya memasuki dunia perkuliahan yang sebenarnya. Lingkungan baru, teman baru, dosen baru, hingga sistem pembelajaran yang berbeda dapat membuat maba merasa bingung. Namun, kamu tidak harus langsung memahami semuanya. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan agar masa awal perkuliahan terasa lebih nyaman.

Senja yang Pelan-Pelan Turun di de.CAFA Pantai Glagah

Ada tempat-tempat yang tidak meminta kita datang dengan banyak rencana. Cukup datang, duduk, memesan makanan dan minuman, lalu membiarkan angin menyapu sisa lelah yang menempel sejak pagi. de.CAFA di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo, termasuk salah satunya. Bukan tempat yang harus dikejar dengan terburu-buru, melainkan tempat yang paling enak dinikmati pelan-pelan, terutama ketika sore mulai turun.

Press Release Seminar In-Depth LPPM Kreativa 2026

LPPM Kreativa – Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa (LPPM) Kreativa mengadakan Seminar In-Depth di Ruang Seminar Gedung Pelayanan Akademik Lantai 3, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta. Seminar ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan mengangkat tema “In-Depth Writing : Strategi Menulis Kritis, Analitis, dan Berkualitas”.

Dear Mahasigma Jelang UAS (Tanpa Minggu Tenang): Ini Taktik Mengakali Otak SKS hingga Rekomendasi Spot Belajar di Sekitar UNY

Mendengar kata “Ujian Akhir Semester” kerapkali menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan mahasiswa ditambah tidak ada jeda ruang berpikir saat minggu tenang seketika berubah menjadi minggu menegangkan. Nahasnya, momen ketika dihadapkan tumpukan tugas selang menunggu presentasi bergilir bak antrean memenuhi memori yang ditanggalkan pada folder-folder google drive, niat untuk belajar seringkali tertunda bahkan tak mampu direalisasikan. Terlebih saat diri disibukkan dengan kegiatan organisasi ataupun terikat jobdesc kepanitiaan. Dalam situasi yang tertekan semacam ini, terkadang energi yang tersisa tidak lagi mampu menerapkan multitasking, sementara yang menjadi ekspektasi adalah mempertahankan IPK tinggi. At the end, mahasiswa memilih menggunakan gelar keahliannya, SKS alias Sistem Kebut Semalam, dengan teknik pengumpulan memori menghafal secara dangkal, sebagai solusi yang dirasa “one-shot killer”, sekali tembak langsung terkena sasaran, padahal realitanya ada teknik jitu yang lebih efektif tanpa harus mengorbankan waktu tidur semalaman yang malah beresiko mengakibatkan gangguan kesehatan fisik dan mental.