Advertisement Section

Trending Stories

Menapaki Pesona Taman Sari: Istana Air yang Sarat Sejarah dan Misteri

Taman Sari Yogyakarta, atau “Water Castle”, adalah situs bersejarah peninggalan abad ke-18 yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Kompleks megah ini dahulu berfungsi sebagai tempat rekreasi, benteng pertahanan, dan peristirahatan keluarga Kesultanan Mataram.

Daya tarik utamanya terletak pada Umbul Pasiraman, sebuah area pemandian luas dengan kolam biru kehijauan yang memadukan arsitektur Jawa klasik dan sentuhan Eropa. Selain itu, pesona magisnya tersembunyi di lorong bawah tanah Sumur Gumuling, sebuah masjid melingkar dengan tangga bertingkat ikonik. Menjelajahi reruntuhan dinding tua Taman Sari menawarkan perjalanan waktu yang penuh romantisme dan kemegahan masa lalu.

Puisi sebagai Ruang Rehat Digital dan Ranah Introspeksi Diri Wawancara Bersama Winda Cahyati, Penulis Antologi Puisi “Perjalanan Menuju-Mu”

Di era digital yang semuanya bergerak serba cepat, generasi muda atau Gen Z kerap dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tak tersaring. Fenomena ini sering kali memicu beban pikiran, overthinking, hingga kelelahan mental. Di tengah riuhnya teknologi tersebut, seni sastra, khususnya puisi, menjadi relevan kembali. Puisi bukan hanya sekadar media estetika, melainkan sebagai ruang kontemplasi serta wahana jeda dari dunia virtual.

Menelisik Ketimpangan Sosial dan Kerusakan Ekosistem dalam Mei Salon Karya Iin Farliani

Kumpulan cerpen Mei Salon karya Iin Farliani menghadirkan alam sebagai objek hidup yang terluka, bukan sekadar latar pasif. Melalui pendekatan Sosio-Ekokritik, 16 cerita berlatar pesisir dan pegunungan ini membongkar keterkaitan antara keserakahan manusia, ketimpangan kelas, dan kerusakan moral lingkungan.

Fokus pada masyarakat marginal seperti nelayan dan perempuan salon, konflik utama digerakkan oleh krisis ekologis seperti penebangan liar, tanah longsor, dan kerusakan laut. Karakter-karakter di dalamnya digambarkan terjebak di tengah lingkungan yang tidak hanya rusak secara fisik, tetapi juga beracun secara sosial akibat kepalsuan dan pengkhianatan dalam ruang domestik.

Keberadaan Perempuan di Tengah Konflik dan Syariat dalam Cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya

Kumpulan cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya (2024) karya Raisa Kamila memotret kehidupan masyarakat Aceh pasca-konflik, tsunami, dan di bawah hukum syariat. Fokus pada tokoh perempuan, seperti ibu korban konflik, pemudi dalam kontrol moral, dan pekerja domestik, buku ini menyoroti trauma kolektif serta interogasi kritis terhadap sejarah resmi yang kerap mengabaikan peran perempuan.

Melalui pendekatan sosiologi feminisme sastra, esai ini membedah relasi kuasa gender yang bertautan dengan struktur sosial-budaya. Latar sekitar Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar dekorasi, melainkan ruang sosiologis aktif yang membatasi, mendisiplinkan tubuh, dan membentuk perilaku tokoh dalam menghadapi dominasi patriarki serta stigma sosial.

Top Stories

Menapaki Pesona Taman Sari: Istana Air yang Sarat Sejarah dan Misteri

Taman Sari Yogyakarta, atau “Water Castle”, adalah situs bersejarah peninggalan abad ke-18 yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Kompleks megah ini dahulu berfungsi sebagai tempat rekreasi, benteng pertahanan, dan peristirahatan keluarga Kesultanan Mataram.

Daya tarik utamanya terletak pada Umbul Pasiraman, sebuah area pemandian luas dengan kolam biru kehijauan yang memadukan arsitektur Jawa klasik dan sentuhan Eropa. Selain itu, pesona magisnya tersembunyi di lorong bawah tanah Sumur Gumuling, sebuah masjid melingkar dengan tangga bertingkat ikonik. Menjelajahi reruntuhan dinding tua Taman Sari menawarkan perjalanan waktu yang penuh romantisme dan kemegahan masa lalu.

Menapaki Pesona Taman Sari: Istana Air yang Sarat Sejarah dan Misteri

Taman Sari Yogyakarta, atau “Water Castle”, adalah situs bersejarah peninggalan abad ke-18 yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Kompleks megah ini dahulu berfungsi sebagai tempat rekreasi, benteng pertahanan, dan peristirahatan keluarga Kesultanan Mataram.

Daya tarik utamanya terletak pada Umbul Pasiraman, sebuah area pemandian luas dengan kolam biru kehijauan yang memadukan arsitektur Jawa klasik dan sentuhan Eropa. Selain itu, pesona magisnya tersembunyi di lorong bawah tanah Sumur Gumuling, sebuah masjid melingkar dengan tangga bertingkat ikonik. Menjelajahi reruntuhan dinding tua Taman Sari menawarkan perjalanan waktu yang penuh romantisme dan kemegahan masa lalu.

Puisi sebagai Ruang Rehat Digital dan Ranah Introspeksi Diri Wawancara Bersama Winda Cahyati, Penulis Antologi Puisi “Perjalanan Menuju-Mu”

Di era digital yang semuanya bergerak serba cepat, generasi muda atau Gen Z kerap dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tak tersaring. Fenomena ini sering kali memicu beban pikiran, overthinking, hingga kelelahan mental. Di tengah riuhnya teknologi tersebut, seni sastra, khususnya puisi, menjadi relevan kembali. Puisi bukan hanya sekadar media estetika, melainkan sebagai ruang kontemplasi serta wahana jeda dari dunia virtual.

Menelisik Ketimpangan Sosial dan Kerusakan Ekosistem dalam Mei Salon Karya Iin Farliani

Kumpulan cerpen Mei Salon karya Iin Farliani menghadirkan alam sebagai objek hidup yang terluka, bukan sekadar latar pasif. Melalui pendekatan Sosio-Ekokritik, 16 cerita berlatar pesisir dan pegunungan ini membongkar keterkaitan antara keserakahan manusia, ketimpangan kelas, dan kerusakan moral lingkungan.

Fokus pada masyarakat marginal seperti nelayan dan perempuan salon, konflik utama digerakkan oleh krisis ekologis seperti penebangan liar, tanah longsor, dan kerusakan laut. Karakter-karakter di dalamnya digambarkan terjebak di tengah lingkungan yang tidak hanya rusak secara fisik, tetapi juga beracun secara sosial akibat kepalsuan dan pengkhianatan dalam ruang domestik.

Keberadaan Perempuan di Tengah Konflik dan Syariat dalam Cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya

Kumpulan cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya (2024) karya Raisa Kamila memotret kehidupan masyarakat Aceh pasca-konflik, tsunami, dan di bawah hukum syariat. Fokus pada tokoh perempuan, seperti ibu korban konflik, pemudi dalam kontrol moral, dan pekerja domestik, buku ini menyoroti trauma kolektif serta interogasi kritis terhadap sejarah resmi yang kerap mengabaikan peran perempuan.

Melalui pendekatan sosiologi feminisme sastra, esai ini membedah relasi kuasa gender yang bertautan dengan struktur sosial-budaya. Latar sekitar Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar dekorasi, melainkan ruang sosiologis aktif yang membatasi, mendisiplinkan tubuh, dan membentuk perilaku tokoh dalam menghadapi dominasi patriarki serta stigma sosial.

Mengungkap Realitas Kekerasan dalam Kumpulan Cerpen Keluarga Oriente Karya Armin Bell

Karya sastra tidak hanya menghibur pembacanya, namun juga mengangkat realita sosial masyarakat. Seperti pada buku kumpulan cerpen yang berjudul Keluarga Oriente karya Armin Bell. Buku kumpulan cerpen ini diterbitkan oleh penerbit Marjin Kiri pada tahun 2024 dengan jumlah halaman 104. Harga dari buku ini sebesar Rp. 64.000,00 jika membelinya di toko online. Buku kumpulan cerpen Keluarga Oriente masuk dalam penghargaan daftar pendek (Shortlist) Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 untuk kategori Kumpulan Cerita Pendek.