Advertisement Section

Trending Stories

Festival Literasi Jogja 2026 Hadirkan Buku Murah dan Pengalaman Literasi bagi Masyarakat

Festival Literasi Jogja tahun 2026 yang mengusung tema “Jogja Gumregah: Tradisi, Literasi, dan Resiliensi” pada pekan ini mendapatkan antusias dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar sampai masyarakat umum. Tema  tersebut diangkat sebagai upaya untuk merawat tradisi, memperkuat budaya literasi, serta membangun masyarakat Yogyakarta yang berdaya dan bermakna. Acara ini berlangsung sejak tanggal 9 hingga 13 Juli 2026 dengan  menghadirkan berbagai acara menarik, seperti bazar buku dengan harga mulai dari Rp 5.000 dan diskon mulai dari 80%. Selain itu juga disediakan layanan edukasi, layanan konsultasi kesehatan gratis, akses e-book, serta tenant bimbingan belajar. 

Senja yang Pelan-Pelan Turun di de.CAFA Pantai Glagah

Ada tempat-tempat yang tidak meminta kita datang dengan banyak rencana. Cukup datang, duduk, memesan makanan dan minuman, lalu membiarkan angin menyapu sisa lelah yang menempel sejak pagi. de.CAFA di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo, termasuk salah satunya. Bukan tempat yang harus dikejar dengan terburu-buru, melainkan tempat yang paling enak dinikmati pelan-pelan, terutama ketika sore mulai turun.

Menapaki Pesona Taman Sari: Istana Air yang Sarat Sejarah dan Misteri

Taman Sari Yogyakarta, atau “Water Castle”, adalah situs bersejarah peninggalan abad ke-18 yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Kompleks megah ini dahulu berfungsi sebagai tempat rekreasi, benteng pertahanan, dan peristirahatan keluarga Kesultanan Mataram.

Daya tarik utamanya terletak pada Umbul Pasiraman, sebuah area pemandian luas dengan kolam biru kehijauan yang memadukan arsitektur Jawa klasik dan sentuhan Eropa. Selain itu, pesona magisnya tersembunyi di lorong bawah tanah Sumur Gumuling, sebuah masjid melingkar dengan tangga bertingkat ikonik. Menjelajahi reruntuhan dinding tua Taman Sari menawarkan perjalanan waktu yang penuh romantisme dan kemegahan masa lalu.

Top Stories

Festival Literasi Jogja 2026 Hadirkan Buku Murah dan Pengalaman Literasi bagi Masyarakat

Festival Literasi Jogja tahun 2026 yang mengusung tema “Jogja Gumregah: Tradisi, Literasi, dan Resiliensi” pada pekan ini mendapatkan antusias dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar sampai masyarakat umum. Tema  tersebut diangkat sebagai upaya untuk merawat tradisi, memperkuat budaya literasi, serta membangun masyarakat Yogyakarta yang berdaya dan bermakna. Acara ini berlangsung sejak tanggal 9 hingga 13 Juli 2026 dengan  menghadirkan berbagai acara menarik, seperti bazar buku dengan harga mulai dari Rp 5.000 dan diskon mulai dari 80%. Selain itu juga disediakan layanan edukasi, layanan konsultasi kesehatan gratis, akses e-book, serta tenant bimbingan belajar. 

Festival Literasi Jogja 2026 Hadirkan Buku Murah dan Pengalaman Literasi bagi Masyarakat

Festival Literasi Jogja tahun 2026 yang mengusung tema “Jogja Gumregah: Tradisi, Literasi, dan Resiliensi” pada pekan ini mendapatkan antusias dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar sampai masyarakat umum. Tema  tersebut diangkat sebagai upaya untuk merawat tradisi, memperkuat budaya literasi, serta membangun masyarakat Yogyakarta yang berdaya dan bermakna. Acara ini berlangsung sejak tanggal 9 hingga 13 Juli 2026 dengan  menghadirkan berbagai acara menarik, seperti bazar buku dengan harga mulai dari Rp 5.000 dan diskon mulai dari 80%. Selain itu juga disediakan layanan edukasi, layanan konsultasi kesehatan gratis, akses e-book, serta tenant bimbingan belajar. 

Senja yang Pelan-Pelan Turun di de.CAFA Pantai Glagah

Ada tempat-tempat yang tidak meminta kita datang dengan banyak rencana. Cukup datang, duduk, memesan makanan dan minuman, lalu membiarkan angin menyapu sisa lelah yang menempel sejak pagi. de.CAFA di kawasan Pantai Glagah, Kulon Progo, termasuk salah satunya. Bukan tempat yang harus dikejar dengan terburu-buru, melainkan tempat yang paling enak dinikmati pelan-pelan, terutama ketika sore mulai turun.

Menapaki Pesona Taman Sari: Istana Air yang Sarat Sejarah dan Misteri

Taman Sari Yogyakarta, atau “Water Castle”, adalah situs bersejarah peninggalan abad ke-18 yang dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Kompleks megah ini dahulu berfungsi sebagai tempat rekreasi, benteng pertahanan, dan peristirahatan keluarga Kesultanan Mataram.

Daya tarik utamanya terletak pada Umbul Pasiraman, sebuah area pemandian luas dengan kolam biru kehijauan yang memadukan arsitektur Jawa klasik dan sentuhan Eropa. Selain itu, pesona magisnya tersembunyi di lorong bawah tanah Sumur Gumuling, sebuah masjid melingkar dengan tangga bertingkat ikonik. Menjelajahi reruntuhan dinding tua Taman Sari menawarkan perjalanan waktu yang penuh romantisme dan kemegahan masa lalu.

Puisi sebagai Ruang Rehat Digital dan Ranah Introspeksi Diri Wawancara Bersama Winda Cahyati, Penulis Antologi Puisi “Perjalanan Menuju-Mu”

Di era digital yang semuanya bergerak serba cepat, generasi muda atau Gen Z kerap dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tak tersaring. Fenomena ini sering kali memicu beban pikiran, overthinking, hingga kelelahan mental. Di tengah riuhnya teknologi tersebut, seni sastra, khususnya puisi, menjadi relevan kembali. Puisi bukan hanya sekadar media estetika, melainkan sebagai ruang kontemplasi serta wahana jeda dari dunia virtual.