The Shark Caller: Menyelami Luka dan Pengampunan di Laut Papua
Novel The Shark Caller karya Zillah Bethell merupakan kisah yang penuh makna tentang persahabatan, kehilangan, dan keberanian untuk memaafkan. Cerita ini mengambil latar di Papua Nugini, tempat yang masih sangat dekat dengan alam dan tradisi. Bethell membawa pembaca menyelami kehidupan seorang gadis muda bernama Blue Wing, yang hidup di desa nelayan kecil di tepi laut. Di sana, laut bukan hanya tempat mencari ikan, tapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan, kepercayaan, dan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Melalui kisah Blue Wing, pembaca diajak mengenal dunia yang sederhana namun penuh nilai kehidupan tentang bagaimana manusia berhubungan dengan alam, dengan sesamanya, dan dengan perasaannya sendiri. Blue Wing tinggal bersama seorang pria tua bernama Siringen. Ia adalah seorang shark caller atau pemanggil hiu, seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan hiu. Tradisi ini sudah ada sejak lama di desanya dan dianggap sebagai warisan yang sakral. Blue Wing bermimpi bisa menjadi shark caller seperti Siringen, bukan karena ia ingin terkenal atau dihormati, tetapi karena ia memiliki alasan pribadi. Ia ingin memanggil hiu yang telah membunuh kedua orang tuanya. Dalam pikirannya, dengan memanggil hiu itu dan membunuhnya, ia bisa membalas dendam dan menenangkan hatinya yang terluka. Namun, perjalanan yang ia jalani justru membawa Blue Wing pada pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar balas dendam.
Press Release Musyawarah Anggota 2025
Musyawarah Anggota LPPM Kreativa pada 7 Desember 2025 menandai berakhirnya periode kepengurusan 2025 dan menjadi awal estafet kepemimpinan 2026. Bertempat di Gedung Muh. Yamin FBSB UNY, forum ini menjadi ruang evaluasi program kerja dengan kehadiran 33 peserta, termasuk DPO dan Pembina.
Keteladanan Buya Syafii Maarif dalam Perspektif Jurnalistik
Buya Syafii Maarif dikenal sebagai cendekiawan dan jurnalis yang berani mengkritisi keadaan dengan analisis yang mendalam serta selalu berpihak pada kebenaran. Warisan pemikirannya menjadi teladan bagi generasi muda untuk menguasai ilmu, berani berpikir kritis, dan tidak hanyut dalam arus informasi digital.
Membidik Filosofi Hidup Melalui Jemparingan Indoor Yogyakarta
Yogyakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa yang memiliki beragam warisan budaya, baik Warisan Budaya Benda maupun Tak Benda (WBTB). Sebagai penyandang...
Seragam Sekolah
[caption id="attachment_35369" align="aligncenter" width="300"] Ilustrasi Puisi (Sumber: pinterest.com)[/caption] Aku memandang tumpukan kain pada kotak cokelat Ada...
