Trending Stories

Pendanaan PKM: Solusi Pintar Literasi Aksara Jawa bagi Tunanetra di SLB-A Yaketunis Yogyakarta

Program pemberdayaan tunanetra dalam literasi aksara Jawa di SLB-A Yaketunis Yogyakarta telah berhasil meningkatkan pengetahuan siswa dalam literasi aksara Jawa. Permasalahan, seperti kurangnya media dan keterampilan siswa dalam belajar aksara Jawa telah diatasi melalui pelatihan serta pendampingan dengan bantuan media ajar “REPIN AJA”. Inisiatif “REPIN AJA” sebagai alternatif pemecahan masalah bagi mitra, yaitu guru dan siswa SLB-A Yaketunis Yogyakarta, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa tunanetra di sekolah tersebut.

Harapan dan Hambatan: Suara Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7

Program Kampus Mengajar (KM) merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini telah dilaksanakan hingga batch ke-7 yang dilaksanakan mulai 26 Februari hingga 19 Juni 2024 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Harmoni Estetika Sastra dan Kritik Sosial dalam Novel Gadis Pantai

Gadis Pantai adalah sebuah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang menggambarkan kehidupan seorang gadis remaja yang tidak disebutkan namanya. Dalam novel tersebut, Pramoedya menyebutnya Gadis Pantai. Ia gadis yang tumbuh besar di sebuah kampung nelayan di Lesem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada akhir abad ke-19 ketika masa kolonial. Gadis Pantai yang masih berusia 14 tahun hidup dalam kesederhanaan.

Top Stories

Pendanaan PKM: Solusi Pintar Literasi Aksara Jawa bagi Tunanetra di SLB-A Yaketunis Yogyakarta

Program pemberdayaan tunanetra dalam literasi aksara Jawa di SLB-A Yaketunis Yogyakarta telah berhasil meningkatkan pengetahuan siswa dalam literasi aksara Jawa. Permasalahan, seperti kurangnya media dan keterampilan siswa dalam belajar aksara Jawa telah diatasi melalui pelatihan serta pendampingan dengan bantuan media ajar “REPIN AJA”. Inisiatif “REPIN AJA” sebagai alternatif pemecahan masalah bagi mitra, yaitu guru dan siswa SLB-A Yaketunis Yogyakarta, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa tunanetra di sekolah tersebut.

Pendanaan PKM: Solusi Pintar Literasi Aksara Jawa bagi Tunanetra di SLB-A Yaketunis Yogyakarta

Program pemberdayaan tunanetra dalam literasi aksara Jawa di SLB-A Yaketunis Yogyakarta telah berhasil meningkatkan pengetahuan siswa dalam literasi aksara Jawa. Permasalahan, seperti kurangnya media dan keterampilan siswa dalam belajar aksara Jawa telah diatasi melalui pelatihan serta pendampingan dengan bantuan media ajar “REPIN AJA”. Inisiatif “REPIN AJA” sebagai alternatif pemecahan masalah bagi mitra, yaitu guru dan siswa SLB-A Yaketunis Yogyakarta, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa tunanetra di sekolah tersebut.

Harapan dan Hambatan: Suara Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7

Program Kampus Mengajar (KM) merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini telah dilaksanakan hingga batch ke-7 yang dilaksanakan mulai 26 Februari hingga 19 Juni 2024 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Harmoni Estetika Sastra dan Kritik Sosial dalam Novel Gadis Pantai

Gadis Pantai adalah sebuah novel karya Pramoedya Ananta Toer yang menggambarkan kehidupan seorang gadis remaja yang tidak disebutkan namanya. Dalam novel tersebut, Pramoedya menyebutnya Gadis Pantai. Ia gadis yang tumbuh besar di sebuah kampung nelayan di Lesem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada akhir abad ke-19 ketika masa kolonial. Gadis Pantai yang masih berusia 14 tahun hidup dalam kesederhanaan.

Kegiatan Produktif Untuk Mengisi Liburan Semester

Liburan semester yang ditunggu semua mahasiswa sudah di depan mata. Setelah bergelut dengan perkuliahan yang penuh huru-hara, tugas yang terus bertambah, akhir pekan yang digunakan untuk mengerjakan tugas, dan lika liku lainnya, tentu libur semester ini dinantikan mahasiswa untuk mengistirahatkan pikiran. Liburan ini menjadi waktu healing agar siap kembali menghadapi semester selanjutnya. Tapi, karena lamanya waktu liburan ini, sekitar satu bulan lebih, kadang kita bingung nih mau ngapain lagi. Kok gabut banget? Kok Bosen? Film apa lagi yang harus ditonton?

Resensi Novel “Re dan PeRempuan”

Rere, (tertulis Re:) terlahir dari seorang ibu tanpa ayah. Takdir itulah yang membuatnya begitu dibenci oleh neneknya, terlebih saat kakek tercintanya tiada, dan disusul ibunya yang meninggal dalam pelukannya. Tak jarang ia mendengar ucapan “anak haram” keluar dari bibir neneknya. Keterpurukan Re membuatnya sering bolos sekolah dan berbuat onar. Re: yang beranjak remaja mulai haus akan kasih sayang dan mudah terbuai oleh sentuhan laki-laki. Ia sempat dekat dengan teman sekelasnya, hingga dekat dengan guru lesnya sendiri. Nahasnya hal itu justru membuatnya mengulang apa yang telah terjadi pada ibunya dulu.

Press Release Pelatihan In-Depth LPPM Kreativa 2024

Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa (LPPM) Kreativa mengadakan Pelatihan In-Depth  di Ruang Seminar Lantai 2, Gedung W.S. Rendra, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY, pada Sabtu, 8 Juni 2024, pukul 08.00 WIB hingga selesai. Acara yang dipimpin oleh Pramudya Restya Ardanacwari selaku ketua pelaksana Pelatihan In-Depth LPPM Kreativa 2024 ini diikuti oleh seluruh pengurus dan staf LPPM Kreativa 2024 serta menghadirkan narasumber hebat dari Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, yakni Bambang Muryanto.

Simpang Empat Palbapang

Malam itu, bulan purnama bersinar terang di langit kota, memancarkan cahaya peraknya yang menembus celah-celah dedaunan. Suasana sepi dan tenang di rumah Laila, tempat ia dan Arif menjalani masa pingitan sebelum pernikahan mereka. Namun, hati mereka yang muda dan penuh semangat tak mampu menahan keinginan untuk mencuri sedikit momen bersama.

Cerpen: Baby’s Breath

Saya rasa setiap orang yang ada di dunia ini pasti pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya. Berbagai macam alasan bisa mendasari hal ini. Saya adalah salah satu dari orang tersebut. Nama saya Ana, saat ini saya sedang bersekolah di salah satu SMA yang ada di daerah saya. Saya kelas 2 SMA. Seperti remaja pada umumnya yang masih labil dan banyak berpikir, otak saya diisi dengan hal-hal negatif yang memenuhinya.