Menelisik Ketimpangan Sosial dan Kerusakan Ekosistem dalam Mei Salon Karya Iin Farliani
Kumpulan cerpen Mei Salon karya Iin Farliani menghadirkan alam sebagai objek hidup yang terluka, bukan sekadar latar pasif. Melalui pendekatan Sosio-Ekokritik, 16 cerita berlatar pesisir dan pegunungan ini membongkar keterkaitan antara keserakahan manusia, ketimpangan kelas, dan kerusakan moral lingkungan.
Fokus pada masyarakat marginal seperti nelayan dan perempuan salon, konflik utama digerakkan oleh krisis ekologis seperti penebangan liar, tanah longsor, dan kerusakan laut. Karakter-karakter di dalamnya digambarkan terjebak di tengah lingkungan yang tidak hanya rusak secara fisik, tetapi juga beracun secara sosial akibat kepalsuan dan pengkhianatan dalam ruang domestik.
Keberadaan Perempuan di Tengah Konflik dan Syariat dalam Cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya
Kumpulan cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya (2024) karya Raisa Kamila memotret kehidupan masyarakat Aceh pasca-konflik, tsunami, dan di bawah hukum syariat. Fokus pada tokoh perempuan, seperti ibu korban konflik, pemudi dalam kontrol moral, dan pekerja domestik, buku ini menyoroti trauma kolektif serta interogasi kritis terhadap sejarah resmi yang kerap mengabaikan peran perempuan.
Melalui pendekatan sosiologi feminisme sastra, esai ini membedah relasi kuasa gender yang bertautan dengan struktur sosial-budaya. Latar sekitar Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar dekorasi, melainkan ruang sosiologis aktif yang membatasi, mendisiplinkan tubuh, dan membentuk perilaku tokoh dalam menghadapi dominasi patriarki serta stigma sosial.
Mengungkap Realitas Kekerasan dalam Kumpulan Cerpen Keluarga Oriente Karya Armin Bell
Karya sastra tidak hanya menghibur pembacanya, namun juga mengangkat realita sosial masyarakat. Seperti pada buku kumpulan cerpen yang berjudul Keluarga Oriente karya Armin Bell. Buku kumpulan cerpen ini diterbitkan oleh penerbit Marjin Kiri pada tahun 2024 dengan jumlah halaman 104. Harga dari buku ini sebesar Rp. 64.000,00 jika membelinya di toko online. Buku kumpulan cerpen Keluarga Oriente masuk dalam penghargaan daftar pendek (Shortlist) Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 untuk kategori Kumpulan Cerita Pendek.
Lampu kuning
Lampu kuning temaram di ruang tengah menyala pukul lima subuh. Aku tahu, itu pasti Abang yang baru pulang setelah semalaman tadi pergi melaut dengan Pak Sukir. Air mukanya tampak lelah, tanpa mengucapkan sepatah kata, aku yakin dia pasti merindukan kasur tipis di kamarnya secepat mungkin.
The Hole Named Loneliness.
[caption id="attachment_35304" align="aligncenter" width="288"] Ilustrasi The Hole Named Loneliness.[/caption] Sore itu, langit mendung melengkapi hari pertama di bulan September. Bunga...
Nara dan Langkah Kecilnya
Kadang, yang terlihat nyata hanyalah mimpi, dan yang kita pegang erat justru perlahan memudar. Meski rindu sering kali membelenggu, ada saatnya kita harus merelakan dan melangkah maju. Mungkin perpisahan tidak berarti akhir, tapi awal dari perjalanan baru—untuk kita dan mereka yang telah pergi.
