Resensi Novel Kubah: Sastra Mencatat Sejarah
Kubah adalah salah satu novel karya penulis ternama Indonesia, Ahmad Tohari. Nama Ahmad Tohari tentu tidak asing lagi di dunia...
Resensi Novel “Sang Pemimi” Karya Andrea Hirata
Judul : Sang Pemimpi Pengarang : Andrea Hirata Penerbit : Bentang Pustaka Tebal Buku : 266 halaman; 20.5 cm...
Harmoni estetika sastra dan kritik sosial dalam Gadis Pantai
Judul : Gadis Pantai Penulis : Pramoedya Ananta Toer Tebal buku : 13x20 cm 280 halaman Penerbit : Lentera...
Resensi novel “kambing dan hujan” karya Mahfud Ikhwan
Judul: Kambing dan Hujan Penulis: Mahfud Ikhwan Penerbit: Bentang Pustaka Tahun Terbit: 2015, Edisi Pertama, Cetakan Pertama Jumlah Halaman:...
The Shark Caller: Menyelami Luka dan Pengampunan di Laut Papua
Novel The Shark Caller karya Zillah Bethell merupakan kisah yang penuh makna tentang persahabatan, kehilangan, dan keberanian untuk memaafkan. Cerita ini mengambil latar di Papua Nugini, tempat yang masih sangat dekat dengan alam dan tradisi. Bethell membawa pembaca menyelami kehidupan seorang gadis muda bernama Blue Wing, yang hidup di desa nelayan kecil di tepi laut. Di sana, laut bukan hanya tempat mencari ikan, tapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan, kepercayaan, dan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Melalui kisah Blue Wing, pembaca diajak mengenal dunia yang sederhana namun penuh nilai kehidupan tentang bagaimana manusia berhubungan dengan alam, dengan sesamanya, dan dengan perasaannya sendiri. Blue Wing tinggal bersama seorang pria tua bernama Siringen. Ia adalah seorang shark caller atau pemanggil hiu, seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan hiu. Tradisi ini sudah ada sejak lama di desanya dan dianggap sebagai warisan yang sakral. Blue Wing bermimpi bisa menjadi shark caller seperti Siringen, bukan karena ia ingin terkenal atau dihormati, tetapi karena ia memiliki alasan pribadi. Ia ingin memanggil hiu yang telah membunuh kedua orang tuanya. Dalam pikirannya, dengan memanggil hiu itu dan membunuhnya, ia bisa membalas dendam dan menenangkan hatinya yang terluka. Namun, perjalanan yang ia jalani justru membawa Blue Wing pada pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar balas dendam.
Resensi Novel Almond: Perjalanan Menemukan Emosi
Buku ini bercerita tentang seorang remaja yang memiliki gangguan mental, yaitu alexithymia. Seon Yunjae mengalami keadaan tersebut, gangguan mental tersebut diketahui ketika Yunjae masih berusia enam tahun.
