From Trash to Cash: Olahan Sampah menjadi Sebuah Wayang Seni
Sampah selalu menjadi masalah kompleksitas di Yogyakarta. Salah satunya sampah plastik yang menjadi masalah lingkungan serius di Yogyakarta karena sebagian besar sampah yang dihasilkan berasal dari sampah plastik seperti botol plastik atau plastik sekali pakai yang sulit terurai. Penanganan masalah sampah ini harus dilakukan dengan kesadaran pengelola negara dan masyarakat. Keberadaan inisiatif masyarakat seperti bank sampah sangat diperlukan. Di Yogyakarta terdapat bank sampah Pa-Q-One yang mampu mengelola sampah plastik menjadi produk kreatif seperti wayang.
Dibalik Pintu Kelenteng Gondomanan
Di tengah kesibukan Jalan Brigjen Katamso, berdiri sebuah bangunan yang memancarkan ketenangan. Atap tersusun dengan ornamen naga, warna merah dan kuning yang tak lekang oleh waktu, serta aroma hio yang mengepul lembut. Inilah Klenteng Fuk Ling Miau, atau yang akrab disapa masyarakat Jogja sebagai Klenteng Gondomanan. Bukan hanya sekadar tempat ibadah, klenteng ini juga adalah saksi bisu perjalanan panjang harmoni antarbudaya di tanah Mataram.
The Hole Named Loneliness.
[caption id="attachment_35304" align="aligncenter" width="288"] Ilustrasi The Hole Named Loneliness.[/caption] Sore itu, langit mendung melengkapi hari pertama di bulan September. Bunga...
Lampu kuning
Lampu kuning temaram di ruang tengah menyala pukul lima subuh. Aku tahu, itu pasti Abang yang baru pulang setelah semalaman tadi pergi melaut dengan Pak Sukir. Air mukanya tampak lelah, tanpa mengucapkan sepatah kata, aku yakin dia pasti merindukan kasur tipis di kamarnya secepat mungkin.
English for Freshmen 2025: Layarkan Persaudaraan di Laut Pengetahuan
Yogyakarta – Departemen English Fakultas Bahasa Seni dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta menggelar English for Freshmen (EFF) pada Jumat, 8 Agustus 2025, sebagai bagian dari PKKMB prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Sastra Inggris. Tahun ini, EFF mengusung tema “Sail into the sea of discoveries and encore in the harbour of unity and grow”, dengan konsep pelayaran yang mempresentasikan gugus sebagai nama-nama pulau.
Sebuah Ensiklopedia Hidup di Tengah Kota Metropolis
Di antara hiruk pikuk dan menara beton, terdapat ruang hijau yang membentang luas di tengah kota metropolis, menyimpan kekayaan yang tak terhingga. Bukan sekadar taman, melainkan sebuah ensiklopedia hidup yang merangkum keindahan seluruh nusantara. Tempat ini merupakan bukti bahwa untuk memahami dan mengapresiasi keberagaman Indonesia, tidak selalu perlu menempuh ribuan kilometer. Cukup dengan melangkah di atas tanahnya.
