
8 Mahasiswa PBSI UNY Tanam Bakau di Muara Pandansimo, Jaga Ekosistem Pesisir Bantul!
Di tengah meningkatnya ancaman abrasi dan perubahan iklim di pesisir selatan Yogyakarta, 8 mahasiswa berkolaborasi dengan Urup Urip untuk menanam 8 pohon bakau di kawasan Muara Pandansimo, Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul, pada Jumat (9/5). Kegiatan ini merupakan respons nyata di tengah meningkatnya berbagai persoalan lingkungan. Dalam konteks tersebut, penanaman bakau menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan dan mendukung mitigasi di wilayah pesisir. Kegiatan menanam bakau ini memilih bakau genus Rhizophora karena kemampuannya mencengkeram tanah dengan sistem akar yang sangat rapat dan padat, menjadikannya lebih efektif dalam meredam energi gelombang besar, badai, bahkan dampak tsunami dibanding jenis bakau lainnya.
Baca juga: Press Release Seminar In-Depth LPPM Kreativa 2026
Sebelum penanaman dimulai, mahasiswa mengikuti briefing yang dipandu oleh perwakilan dari Urup Urip mengenai pengenalan spesies bakau, serta teknik tanam yang benar. Setelah pembekalan, seluruh peserta langsung turun ke area muara dan menyelesaikan rangkaian kegiatan dari persiapan hingga dokumentasi dalam waktu 120 menit sesuai jadwal. Mengenai kaitannya dengan SDGs ke-14 tentang Kehidupan Bawah Air (Life Below Water), kegiatan penanaman bakau ini merupakan usaha untuk menekankan pentingnya melestarikan dan memanfaatkan sumber daya laut dan pesisir secara berkelanjutan. Keberadaan bakau memiliki peran strategis untuk mencapai tujuan tersebut karena mampu menjaga kualitas perairan, menjadi habitat biota laut, serta melindungi kawasan pesisir.
Baca juga: Perjuangan Jurnalis Bambang Noroyono Menembus Blokade Gaza demi Misi Kemanusiaan
Kegiatan ini dibersamai dengan organisasi kepemudaan Urup Urip yang aktif menjalankan program konservasi bakau bernama “Pergi Menanam”. Keterlibatan mereka sebagai kolaborator dapat memastikan keberlanjutan program di tingkat masyarakat melalui monitoring rutin, mulai dari tahap pembibitan hingga pengamatan pertumbuhan bibit.Walau tak banyak bibit yang bisa ditanam oleh tim pelaksana, tim pelaksana berharap bisa memberikan manfaat pada lingkungan. Bagi tim pelaksana, menanam bakau hari ini lebih dari sekadar menanam pohon, namun juga menanam harapan agar generasi mendatang tetap memiliki pesisir yang lestari dan lingkungan yang terjaga.
Meski kegiatan berjalan sukses, tantangan ekologis nyata turut mewarnai laporan pasca kegiatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak Urup Urip, lokasi Muara Pandansimo berada di titik pertemuan antara aliran Sungai Progo dan air laut Samudra Hindia, sehingga arus dan gelombang di kawasan tersebut cukup kuat.
Baca juga: Gugatan Nh. Dini terhadap Belenggu Patriarki melalui Jalan Bandungan
“Beberapa bibit belum cukup kuat untuk bertahan dari kuatnya arus air dan ombak, sehingga ada yang mengalami kegagalan bertumbuh,” ungkap perwakilan Urup Urip saat diwawancarai usai kegiatan.
Tantangan lain datang dari persoalan sampah. Arus kerap membawa sampah dari aliran sungai maupun laut yang menumpuk di kawasan pesisir, didominasi sampah plastik dan sandal bekas. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat pertumbuhan bibit bakau sekaligus merusak tanah di area konservasi. Untuk mengatasinya, diperlukan pagar laut yang mampu memecah ombak dan menghalau sampah. Namun, pengadaan fasilitas tersebut terkendala karena membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Di balik tantangan tersebut, kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir Bantul. Bakau dikenal memiliki peran ekologis penting: mencegah abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang laut, menjaga habitat makhluk hidup di wilayah pesisir, serta membantu menyerap karbon dari atmosfer. Melalui sinergi antara mahasiswa dan Karang Taruna Urup Urip, kegiatan ini diharapkan tak hanya memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan pesisir Bantul, tetapi juga menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terlibat dalam aksi nyata menjaga bumi dan mencapai berbagai target SDGs yang lain.
Penulis & Editor: Salsabila Maulidia A., Naiya Putri A., Tiara Nessa P., Thadhea Zilda P. N., Aan Al Zahra, Nabilah Hasna H., Alisya Vindy P., Voleta Marshaniswah A. B.


