Advertisement Section

Peserta UTBK 2026 Padati Cine Club FBSB UNY dengan Persiapan Matang

Lokasi Tes UTBK-NBT UNY

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 berlangsung khidmat di Gedung Ki Ageng Suryomentaram (Cine Club), FBSB UNY pada hari Jumat (24/4). Lokasi ini menjadi salah satu titik ujian yang dipadati peserta untuk memperebutkan kursi di perguruan tinggi impian. Sejumlah peserta ujian berbagi pengalaman mengenai jalannya tes dan strategi yang mereka siapkan. Bismi Nurahim, peserta asal SMKN 6 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa dirinya telah memulai persiapan sejak setahun lalu agar tetap bisa fokus meski memiliki jadwal sekolah yang padat.

“Karena saya SMK, jadi mulai mencicil dari tahun lalu. Itu juga karena ada PKL (Praktik Kerja Lapangan),” ujar Bismi. Ia menambahkan bahwa ia mengandalkan bimbingan belajar daring sebagai sarana persiapan utamanya.

Senada dengan Bismi, Yodar Sanismara, salah satu peserta dari SMA, mengakui manajemen waktu bukanlah hal yang mudah. Ia mengungkapkan sempat mengalami kendala dalam menyeimbangkan tugas sekolah dengan persiapan UTBK demi hasil memuaskan.

Baca juga: Press Release Rapat Kerja LPPM Kreativa 2026

“Kadang tugas sekolah masih ada yang terabaikan, tapi akhirnya saya kerjakan menjelang tenggat,” ujarnya.

Perbedaan tingkat kesulitan antar subtes menjadi salah satu sorotan peserta dalam pelaksanaan UTBK 2026. Setiap peserta memiliki pengalaman yang beragam, tergantung pada latar belakang kemampuan dan strategi belajar yang diterapkan selama masa persiapan. Dalam pelaksanaan tes, Bismi menilai bahwa subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM) tergolong lebih mudah karena hanya memerlukan ketelitian dalam memahami struktur dan pilihan kata yang tepat. Sebaliknya, ia mengaku cukup kesulitan pada subtes Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika (PK/PM) yang dianggap lebih kompleks dan tidak sepenuhnya sesuai dengan pola soal try out (TO)  yang pernah ia kerjakan. 

“Kalau yang PU sama PBM masih mirip, tapi PK/PM beda jauh,” jelasnya.

Sementara itu, Yodar Sanismara juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai subtes Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris lebih mudah karena sesuai dengan kebiasaannya membaca dan menganalisis teks. 

“Mungkin bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.” ujar Yodar. Ia menambahkan bahwa suka membaca dan menganalisis.

Selain subtes yang dinilai mudah dan disukai, Yodar juga menilai subtes Pengetahuan Matematika Umum lebih menantang karena membutuhkan kemampuan berhitung yang cukup kuat, sementara ia mengaku masih mengalami kesulitan dalam aspek tersebut.

Baca juga: Press Release Diklatsar LPPM Kreativa 2026

“Pengetahuan Matematika Umum, karena saya agak susah dalam hitung dan sebagainya.”

Kondisi fisik dan mental peserta juga menjadi salah satu perhatian penting dalam menghadapi  ujian, terutama dalam mengelola rasa gugup. Bismi memilih untuk bersikap santai dan tidak terlalu memikirkan hal-hal yang dapat menambah tekanan. Ia berusaha menjalani ujian dengan lebih tenang agar tetap fokus saat mengerjakan soal.

“Nggak usah dibawa pikiran sih kak, dibawa plong aja gitu lah” ujar Bismi.

Tidak jauh berbeda dengan Bismi, dalam mengelola rasa gugup Yodar biasanya mendengarkan musik saat masa persiapan atau TO guna membantu menenangkan diri. Meski demikian, saat hari pelaksanaan ujian, ia berusaha mengendalikan diri agar tetap tenang. 

Baca juga: Menyalakan Kesadaran, Menebar Kebaikan: Kampus Ramadan UNY Hadir untuk Mahasiswa dan Masyarakat

“Saya mendengarkan musik untuk mengurangi rasa gugup, tapi itu waktu TO. Mungkin nanti kalau tes saya berusaha tidak gugup lah.” ujar Yodar.

Pelaksanaan UTBK 2026 di FBSB UNY berlangsung tertib dengan pengawasan ketat serta didukung kesiapan panitia yang optimal. Dalam suasana yang kondusif tersebut, para peserta diharapkan dapat mengerjakan soal secara maksimal setelah melalui berbagai persiapan. Dengan usaha dan strategi yang telah dilakukan, mereka berharap untuk meraih hasil terbaik. Hasil UTBK ini nantinya akan menjadi salah satu penentu dalam proses seleksi nasional berbasis tes (SNBT) menuju perguruan tinggi negeri yang mereka impikan.

 

Penulis : Indah Kusuma Wardani & Hana Septyaningsih

Editor: Naura Zalfa Nadia Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Press Release Rapat Kerja LPPM Kreativa 2026