Advertisement Section

Mengukir Kebersamaan Melalui Seni: Kemeriahan dan Makna Filosofis PKKMB Pendidikan Seni Tari

Sumber: LPPM Keativa

YOGYAKARTA — Suasana penuh semangat dan kehangatan mewarnai pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Departemen Pendidikan Seni Tari pada Jumat (21/8). Kegiatan tahunan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mempererat tali persaudaraan antarpeserta dan senior.

PKKMB Pendidikan Seni Tari tahun ini mengusung tema “Perbara” dengan simbolis Singa dan Bunga Mawar. Koordinator Acara PKKMB Seni Tari, Amandessa Kinautami (Pendidikan Seni Tari angkatan 2025), menjelaskan bahwa pemilihan simbol ini bertujuan untuk mematahkan stigma umum masyarakat tentang anak seni tari.

“Orang-orang sering berpikiran anak tari itu hanya identik dengan gerakan atau siluet tari yang lembut. Karena itu, kami memilih simbol singa untuk menunjukkan kelincahan, ketangguhan, dan kekuatan yang padu. Sementara bunga mawar melambangkan persatuan. Mahasiswa baru datang dari berbagai latar belakang prodi dan daerah di luar Jawa. Melalui tema ini, kami merangkul semua perbedaan itu menjadi satu kesatuan keluarga besar Pendidikan Seni Tari,” jelas Amandessa.

Baca juga: First Week Survival: Hal yang Harus Dilakukan di Minggu Pertama Kuliah

Rangkaian kegiatan PKKMB ini disusun melalui tiga tahapan utama, yakni Pra-Technical Meeting (Pra-TM), Technical Meeting (TM), dan hari puncak pelaksanaan pada tanggal 21 Agustus 2026. Persiapan teknis dilakukan secara intensif melalui rapat besar hingga dekorasi panggung yang memakan waktu lembur selama tiga hari.

Meski demikian, Amandessa mengungkapkan bahwa tantangan terbesar panitia bukanlah masalah teknis, melainkan bagaimana menciptakan rasa kekeluargaan dengan mahasiswa baru.

“Menjadi tantangan tersendiri untuk bisa merangkul maba agar merasa canggungnya hilang. Apalagi di Seni Tari, nantinya akan banyak karya garapan yang membutuhkan kerja sama tim. Sebagai bentuk keberlanjutan, Himpunan Mahasiswa (HIMA) juga sudah menyiapkan agenda Siang Keakraban (SIKRAB) setelah PKKMB sebagai sarana outbound dan bertukar pikiran agar hubungan kami semakin akrab,” tambahnya.

Baca juga: Menyusuri Yogyakarta dengan Trans Jogja

Keceriaan dan kehangatan PKKMB dirasakan langsung oleh para mahasiswa baru, salah satunya Gita Nurfazilah dari Gugus 1 (Perbawa). Gita mengaku terinspirasi memilih Program Studi Pendidikan Seni Tari karena kecintaannya pada dunia tari sejak lama serta motivasi setelah melihat pementasan mahasiswa UNY di daerah asalnya, Kebumen.

“Kesannya wow, menyenangkan, dan keren banget! Selain dapat banyak informasi, saya juga dapat teman-teman baru dari luar daerah sehingga bisa sekalian belajar bahasa daerah lain,” ungkap Gita dengan penuh antusias.

Bagi Gita, momen paling berkesan selama PKKMB adalah saat tampil di atas panggung bersama kelompoknya dan merekam proses persiapan yang penuh perjuangan. Ia menceritakan bahwa timnya menyusun koreografi sendiri serta merancang aransemen musik dalam waktu latihan efektif yang hanya berlangsung tiga hari.

Menutup rangkaian wawancara, Amandessa menyampaikan ucapan selamat bergabung dan memberikan dorongan semangat kepada seluruh mahasiswa baru. Ia mengingatkan pentingnya beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan dan menjaga etika.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun pada Agustus 2026

“Ingat, ini sudah bukan di jenjang SMA lagi. Kita harus bisa beradaptasi, tetap menjaga sopan santun, dan selalu semangat berkuliah sampai akhir,” pesan Amandessa.

Senada dengan hal tersebut, Gita juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia yang telah merancang acara dengan sangat baik sembari menyemangati rekan-rekan mahasiswa baru untuk menjalani perjalanan kuliah mereka ke depan.

 

Penulis: Naura Zalfa Nadia Putri

Editor: Risa Yuli Astuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post First Week Survival: Hal yang Harus Dilakukan di Minggu Pertama Kuliah