
Merangkai Kehangatan melalui Gatra Kenduri di PKKMB KMSI 2026

YOGYAKARTA – PKKMB Universitas Negeri Yogyakarta kembali digelar untuk menyambut mahasiswa baru, termasuk di lingkungan Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB). Salah satu program studi yang turut melaksanakan PKKMB tahun ini adalah Sastra Indonesia melalui Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI). PKKMB KMSI 2026 dilaksanakan di Pendopo Tedjakusuma. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PKKMB KMSI 2026 mengusung tema “Gatra Kenduri”, sebuah konsep yang lahir dari obrolan santai panitia, yang ingin keluar dari pakem tema PKKMB yang itu-itu saja.
Ketua Pelaksana PKKMB KMSI 2026, Daniel Ardiansyah Putra, menjelaskan bahwa tema tersebut muncul begitu saja dari celetukan salah satu panitia. “Gatra itu berasal dari rangkaian kata atau cerita, kalau Kenduri sendiri di sini diartikan sebagai sekumpulan orang yang berkumpul di suatu tempat dan saling bertukar cerita, sehingga tercipta keakraban, kekeluargaan,” terang Daniel. Ia berharap PKKMB kali ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk saling bertukar cerita dan mengenal satu sama lain sekaligus menegaskan identitas KMSI sebagai sebuah keluarga.
Baca juga: Humanis dan Berbudaya: Wajah Baru Mahasiswa FBSB UNY 2026 Menuju Indonesia Emas 2045
Rangkaian persiapan PKKMB KMSI 2026 telah dimulai sejak Juni 2026, diawali dengan agenda temu perdana mahasiswa baru dan technical meeting, sebelum akhirnya terlaksana penuh pada 21 Agustus 2026. Menurut Daniel, tantangan terbesar datang dari sisi komunikasi internal panitia yang terus dievaluasi seiring berjalannya persiapan, serta kendala eksternal berupa sejumlah mahasiswa baru yang belum melakukan registrasi maupun sempat kehilangan kontak, yang kemudian diselesaikan melalui koordinasi dengan tim KSK KMSI.
Kehangatan tema Gatra Kenduri turut dirasakan oleh mahasiswa baru. Benedicta Hera Alfrida, salah satu mahasiswa baru Sastra Indonesia, mengaku menikmati keunikan PKKMB KMSI yang mengusung nuansa tradisional, lengkap dengan penggunaan sarung sebagai identitas, berbeda dari program studi lain yang umumnya memakai seragam. Momen yang paling berkesan baginya adalah sesi technical meeting yang dilaksanakan di Laboratorium Karawitan serta sesi panggung bebas. “Seru, menyenangkan, dan enggak ribet,” ujarnya saat ditanya kesan selama mengikuti rangkaian PKKMB oleh Tim LPPM Kreativa pada Jumat (21/8).
Baca juga: Mengukir Kebersamaan Melalui Seni: Kemeriahan dan Makna Filosofis PKKMB Pendidikan Seni Tari
Melalui PKKMB KMSI 2026, panitia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga menghayati nilai kekeluargaan yang menjadi ciri khas KMSI sejak awal mereka bergabung. Seperti pesan Daniel kepada seluruh mahasiswa baru Sastra Indonesia 2026, “Semangat terus, berkarya terus, jangan takut berkarya, jangan takut belajar.”
Penulis : Hana Septyaningsih
Editor : Lathifah Nur’aini Azzahra

