Laut Bercerita: Sastra Sebagai Pembuka Realitas Politik
Sastra memiliki daya untuk menjadi cermin, bahkan kritik tajam terhadap situasi sosial dan politik. Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori hadir bukan hanya sebagai kisah fiksi, melainkan juga sebagai peringatan sejarah tentang luka bangsa. Melalui tokoh-tokoh yang hidup dalam narasi penuh duka, novel ini menyuarakan tragedi penculikan aktivis pada era Reformasi 1998. Di sinilah Laut Bercerita membuktikan bahwa karya sastra dapat menjadi ruang bagi kebenaran yang kerap dibungkam.
Pres Release Studi Banding LPPM Kreativa FBSB UNY 2025 X Presma Poros UAD
LPPM Kreativa- Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa (LPPM) Kreativa FBSB UNY menyelenggarakan studi banding bersama Lembaga Pers Mahasiswa POROS UAD...
Lampu kuning
Lampu kuning temaram di ruang tengah menyala pukul lima subuh. Aku tahu, itu pasti Abang yang baru pulang setelah semalaman tadi pergi melaut dengan Pak Sukir. Air mukanya tampak lelah, tanpa mengucapkan sepatah kata, aku yakin dia pasti merindukan kasur tipis di kamarnya secepat mungkin.
The Hole Named Loneliness.
[caption id="attachment_35304" align="aligncenter" width="288"] Ilustrasi The Hole Named Loneliness.[/caption] Sore itu, langit mendung melengkapi hari pertama di bulan September. Bunga...
Semarak Haornas ke-42, UNY Semakin Gencar Mencetak Atlet Berprestasi Penulis: Anida Wulandari Putri
Universitas Negeri Yogyakarta kembali menggelar kegiatan untuk memperingati Hari Olahraga Nasional ke-42 di halaman Gedung Rektorat pada hari Selasa, (9/9/25). Kegiatan ini berupa senam bersama yang diikuti lebih dari 1500 peserta, mulai dari dalam kampus seperti dosen dan mahasiswa maupun masyarakat sekitar kampus. Para peserta nampak terlihat mengenakan kaos seragam berwarna biru tua dengan tulisan “Hari Olahraga Nasional 2025” yang membuat kegiatan tampak lebih bersinergi.
Sebuah Ensiklopedia Hidup di Tengah Kota Metropolis
Di antara hiruk pikuk dan menara beton, terdapat ruang hijau yang membentang luas di tengah kota metropolis, menyimpan kekayaan yang tak terhingga. Bukan sekadar taman, melainkan sebuah ensiklopedia hidup yang merangkum keindahan seluruh nusantara. Tempat ini merupakan bukti bahwa untuk memahami dan mengapresiasi keberagaman Indonesia, tidak selalu perlu menempuh ribuan kilometer. Cukup dengan melangkah di atas tanahnya.
