Puisi sebagai Ruang Rehat Digital dan Ranah Introspeksi Diri Wawancara Bersama Winda Cahyati, Penulis Antologi Puisi “Perjalanan Menuju-Mu”
Di era digital yang semuanya bergerak serba cepat, generasi muda atau Gen Z kerap dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tak tersaring. Fenomena ini sering kali memicu beban pikiran, overthinking, hingga kelelahan mental. Di tengah riuhnya teknologi tersebut, seni sastra, khususnya puisi, menjadi relevan kembali. Puisi bukan hanya sekadar media estetika, melainkan sebagai ruang kontemplasi serta wahana jeda dari dunia virtual.
