Jolenan Somongari
Jolenan, merupakan tradisi mengarak jolen sejauh 2,5 kilometer, bolak-balik ke arah timur kemudian kembali ke barat. Sejarah ini bermula dari dua anak kembar bernama Kedhana dan Kedhini yang saling mencintai. Karena keduanya memiliki hubungan darah, orang tua mereka sangat kecewa. Terusirlah keduanya dari rumah. Karena tidak memiliki modal hidup, keduanya terus berjalan mengembara sembari mengamen. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa jalan dan nyanyiannya kedua anak kembar itu diikuti oleh orang-orang sehingga membentuk rombongan yang memanjang. Rombongan itu lantas berhenti di sebuah tempat dan kemudian membentuk pedesaan yang dijuluki Desa Somongari. Dinamainya Somongari dari kata somo yang berarti sama dan ngari atau ngarai yang diyakini penduduk bukan pegunungan dan persawahan yang terjal sehingga mudah dijangkau orang dari berbagai penjuru.
Press Release Diklatsar LPPM Kreativa 2025
Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa (LPPM) Kreativa mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) pada hari Sabtu, 15 Maret 2025. Acara ini digelar di Ruang Seminar Gedung Pusat Layanan Akademik, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta.
