
Seragam Sekolah

Aku memandang tumpukan kain pada kotak cokelat
Ada 3 pasang baju bertumpuk bagaikan sebuah gedung.
Setiap baju memiliki pasangan dengan warna berbeda pula
Ada warna merah, biru, dan abu-abu.
Potongan memori masa lalu kembali tersusun rapi
Aku ingat ketika aku memakai baju itu
Aku ingat rasa bangun pagi dengan tujuan yang pasti.
Aku ingat rasanya ketika mandi pagi dengan bayangan bel masuk pukul 7 pagi.
Aku ingat waktu menyusun buku pelajaran dan menggendongnya sebagai bekal.
Sekarang, masa itu sudah habis.
Kertas kelulusan sudah mendarat dengan selamat.
Pintu gerbang kehidupan orang dewasa terbuka lebar.
Aku sekarang sadar, melepas seragam sekolah itu tidak menyenangkan.
Aku ingin kembali ke masa itu.
Beban terberat hanya pelajaran matematika.
bukan bagaimana cara agar tetap hidup pada esok hari.
Seragam sekolah yang setiap hari harus selalu ada pada rak bagian atas.
Hanya akan menjadi kenangan.
Baca lainnya: Seminar Reorientasi Pers Mahasiswa: Menyuarakan yang Terpinggirkan
Penulis: Nabila Rizqi Laila Azzahra
Editor: Hana Yuki Tasha Aira


