Advertisement Section

Mahasiswa UNY Gandeng Nasi Darurat Jogja dalam Misi Satu Bungkus Nasi, Satu Langkah Menuju Zero Hunger.

     Sumber: Dokumentasi Pribadi
YOGYAKARTA, 2 Juni 2026 – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menginisiasi aksi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Target 2, yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan). Melalui kolaborasi dengan komunitas lokal “Nasi Darurat Jogja”, para mahasiswa ini tidak hanya melakukan kajian mendalam mengenai pemenuhan pangan, tetapi juga turun langsung ke jalanan untuk membagikan makanan gratis kepada kelompok masyarakat yang rentan di sudut-sudut kota Yogyakarta.
Kegiatan ini berfokus pada pemenuhan hak pangan bagi mahasiswa dan pekerja informal yang kerap luput dari perhatian. Sebagai langkah awal, pada 1 Mei 2026, kelompok mahasiswa UNY melakukan wawancara mendalam dengan pendiri Nasi Darurat Jogja sebagai narasumber utama. Inisiatif sosial ini lahir sejak Januari 2023, dipicu oleh pengalaman pribadi pendiri serta kisah pilu seorang mahasiswi di Yogyakarta yang terpaksa bertahan hidup hanya dengan makan abon berminggu-minggu akibat keterbatasan finansial. Dari sinilah urgensi penanganan isu Zero Hunger di level lokal diadopsi oleh mahasiswa sebagai landasan bergerak.
Nasi Darurat Jogja memiliki sistem yang unik, yaitu sistem “jemput bola” secara digital via WhatsApp demi menjaga gengsi dan martabat penerima yang sungkan meminta-minta di jalanan. “Syarat utamanya makanan harus halal dan dikategorikan enak, lengkap dengan nasi, sayur, dan lauk,” ujar perwakilan tim Nasi Darurat Jogja saat menjelaskan standar kualitas pangan mereka. Semangat menjaga martabat, baik penerima maupun pengelola, inilah yang kemudian menginspirasi mahasiswa UNY untuk ikut bergerak.
Tepat pada 2 Mei 2026, Setya Latifa Habiburrahma, Emy Wulandari, dan Dian Ratih Alfianti memperluas dampak gerakan dengan membagikan paket makanan di kawasan Malioboro dan perempatan lampu merah dekat UGM, dengan menyasar para pemulung dan kelompok rentan lainnya. Meskipun disadari bahwa program satu hari ini sebatas mengatasi rasa lapar sesaat, belum sepenuhnya menyelesaikan masalah perbaikan gizi jangka panjang aksi ini tetap menjadi refleksi penting. Kegiatan ini sangat relevan dengan indikator SDGs Poin 2 (Akses pangan universal) sekaligus Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) karena menyentuh aspek kesejahteraan sosial masyarakat paling bawah.
Aksi kolaboratif ini mempertegas komitmen sivitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam mengawal dan mengimplementasikan poin-poin SDGs di kehidupan nyata, bukan sekadar teori di ruang kelas. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul regulasi atau gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan di masa mendatang, baik dari lingkungan kampus maupun pemerintah daerah, sehingga pemenuhan gizi seimbang dapat terjangkau oleh seluruh lapisan.
Pendistribusian makanan kepada masyarakat rentan                    (Dokumentasi Pribadi)
Penulis: Setya Latifa habiburrahma, Emy Wulandari, dan Dian Ratih Alfianti
Editor: Nabila Rizqi Laila Azzahra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Mahasiswa Sastra Inggris FBSB UNY Gelar Kampanye Penggunaan Tumbler untuk Mendukung SDGs 3
Next post Buletin Aksara: Dinamika Kehidupan Mahasiswa