
Strategi Manajemen Waktu Mahasiswa Kupat-kupat (kuliah rapat), In This Hectic Era?

Saat ini mahasiswa yang sibuk dengan organisasi kampus sering dijuluki sebagai mahasiswa kupat-kupat atau kura-kura. Hal ini bisa terjadi karena kesibukan mereka selain berkuliah adalah rapat setelah selesai kelas. Sebagian besar mahasiswa memilih menghabiskan waktu mereka dengan melakukan kegiatan yang memiliki efek jangka panjang. Contohnya adalah dengan mengikuti organisasi mahasiswa yang di dalamnya dapat merasakan langsung bagaimana membangun team work yang sehat, menyatukan perbedaaan pendapat dengan terstruktur, dan praktik langsung mengenai skill berbicara di depan umum. Berbagai kemampuan ini nantinya akan dibutuhkan untuk beradaptasi di dunia kerja. Sebagai mahasiswa visioner yang memikirkan value apa yang harus dimiliki di masa depan, mahasiswa juga harus pandai mengelola waktu agar tidak terlena dengan kesibukan organisasi mahasiswa.
Dinamika mahasiswa dalam organisasi kampus memiliki peluang yang sangat luas, tantangan akan muncul tatkala tidak ada proporsi yang cukup antara kegiatan organisasi dengan akademik. Dengan demikian diperlukan beberapa strategi manajemen waktu sebagai batasan agar mahasiswa tidak hanya condong ke salah satu tanggung jawab.
- Menetapkan prioritas kegiatan
Setiap kegiatan yang akan dilakukan pasti memiliki urgensi yang berbeda. Mahasiswa perlu menentukan mana aktivitas yang harus dikerjakan terlebih dahulu berdasarkan tenggat waktu. Contohnya ketika ada rapat yang berdekatan dengan pengumpulan tugas kuliah, sebagai mahasiswa hendaknya berdiskusi dengan pengurus lain untuk membagi peran, sehingga kedua tanggung jawab dapat terselesaikan. Menentukan proritas akan menghindari mengerjakan semua hal secara bersamaan. Cara sederhana yang dapat diterapkan adalah dengan mengelompokkan kegiatan menjadi kategori mendesak, penting tidak mendesak, dan kegiatan yang masih bisa ditunda. Dengan hal ini energi yang akan digunakan memang sesuai dengan prioritas dan kepentingan bisa terlaksana dengan maksimal.
Baca juga: 7 Tips Persiapan PKKMB untuk Mahasiswa Baru
- Menyusun rundown aktivitas harian
Menyusun kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada satu hari, misalnya menulis pengingat di notes dan kalender yang ada di gawai mengenai apa yang akan dikerjakan pada pagi hari hingga malam hari. Penyusunan kegiatan ini akan membantu mahasiswa untuk melihat kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan pada hari dan jam tertentu. Pembagian waktu ini akan membuat aktivitas harian menjadi lebih terstruktur dan terukur. Tentunya hal ini akan membuat waktu menjadi efektif sehinga dapat terhindar dari hal-hal yang kurang produktif.
- Menetapkan timeline kegiatan
Mahasiswa seringkali mengalami kendala dalam menyesuaikan waktu untuk kegiatan akademik dan organisasi. Kendala ini dapat berupa jadwal yang bentrok, gampang terdistraksi, dan kesulitan dalam membagi waktu. Perencanaan jadwal dengan menetapkan timeline akan diperlukan demi terstrukturnya kegitan yang akan dilakukan selanjutnya. Timeline dapat berfungsi sebagai pengingat teggat waktu sekaligus dapat menjdi acuan dalam menguku progres pekerjaan. Cara ini mengurangi kebiasaan mengerjakan tugas secara mendadak yang menyebabkan hasilnya kurang maksimal.
Baca juga: Buletin Aksara Edisi 3: Jogja Merawat Ingatan – Dari Buku Hingga Dolanan
Ketiga strategi tersebut bisa diterapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Strategi tersebut akan mempermudah mahasiswa dan menghemat energi agar tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Pada akhirnya strategi setiap mahasiswa akan berbeda-beda tergantung pada kondisi dan ritme aktivitas. Tidak ada rumus yang benar-benar baku untuk mengelola waktu setiap pribadi.
Penulis: Voleta Marshaniswah A. B.
Editor: Nabila Rizqi Laila Azzahra

