Mengungkap Realitas Kekerasan dalam Kumpulan Cerpen Keluarga Oriente Karya Armin Bell
Karya sastra tidak hanya menghibur pembacanya, namun juga mengangkat realita sosial masyarakat. Seperti pada buku kumpulan cerpen yang berjudul Keluarga Oriente karya Armin Bell. Buku kumpulan cerpen ini diterbitkan oleh penerbit Marjin Kiri pada tahun 2024 dengan jumlah halaman 104. Harga dari buku ini sebesar Rp. 64.000,00 jika membelinya di toko online. Buku kumpulan cerpen Keluarga Oriente masuk dalam penghargaan daftar pendek (Shortlist) Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 untuk kategori Kumpulan Cerita Pendek.
Keberadaan Perempuan di Tengah Konflik dan Syariat dalam Cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya
Kumpulan cerpen Cerita dari Sebelah Masjid Raya (2024) karya Raisa Kamila memotret kehidupan masyarakat Aceh pasca-konflik, tsunami, dan di bawah hukum syariat. Fokus pada tokoh perempuan, seperti ibu korban konflik, pemudi dalam kontrol moral, dan pekerja domestik, buku ini menyoroti trauma kolektif serta interogasi kritis terhadap sejarah resmi yang kerap mengabaikan peran perempuan.
Melalui pendekatan sosiologi feminisme sastra, esai ini membedah relasi kuasa gender yang bertautan dengan struktur sosial-budaya. Latar sekitar Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar dekorasi, melainkan ruang sosiologis aktif yang membatasi, mendisiplinkan tubuh, dan membentuk perilaku tokoh dalam menghadapi dominasi patriarki serta stigma sosial.
Sebenarnya Dunia Terlalu Luas untuk Dilihat dari Satu Sudut Pandang
Dunia ini terlalu luas, rumit, dan berdenyut untuk dirangkum hanya lewat satu jendela kebenaran. Menilai manusia dari satu sisi saja hanyalah tanda dari pikiran malas dan hati yang tumpul.
The Death Game of Russian Roulette
Dreadful night warmed only by a dim light of an old incandescent lamp. The surrounding room of 4x4 meters is...
Perasaan yang Berujung pada Keegoisan
ĢU"Sha, Kinan itu sahabatku dari kecil. Kita bener-bener sahabatan, Sha. Aku bahkan menganggap dia kayak adek aku sendiri." Agam menggenggam...
Seniman Jalanan
"Saya ngamen sejak masuk SMP. Sekarang sudah putus sekolah, fokus cari uang aja." Fahril memandang sepetak potongan koran lusuh yang...
