Advertisement Section

Reviu Film Budi Pekerti

Film Budi Pekerti ini merupakan film yang mengangkat tema moralitas dalam dunia digital dan cyberbullying yang berlatar saat kondisi pandemi COVID-19. Kesehatan mental juga menjadi bagian yang diangkat di dalamnya. Film ini memberikan gambaran bagaimana seseorang dapat dengan mudah melakukan penilaian sepihak hanya dengan sebuah potongan video yang sedang viral. Hal ini selaras dengan zaman sekarang yang telah memasuki digitalisasi sehingga perkembangan teknologi dapat berkembang dengan pesat, semua orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi maupun berita secara mudah dan cepat.

Laut Bercerita: Sastra Sebagai Pembuka Realitas Politik

Sastra memiliki daya untuk menjadi cermin, bahkan kritik tajam terhadap situasi sosial dan politik. Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori hadir bukan hanya sebagai kisah fiksi, melainkan juga sebagai peringatan sejarah tentang luka bangsa. Melalui tokoh-tokoh yang hidup dalam narasi penuh duka, novel ini menyuarakan tragedi penculikan aktivis pada era Reformasi 1998. Di sinilah Laut Bercerita membuktikan bahwa karya sastra dapat menjadi ruang bagi kebenaran yang kerap dibungkam.

Gugatan Nh. Dini terhadap Belenggu Patriarki melalui Jalan Bandungan

Jalan Bandungan bukan hanya sekadar menceritakan tentang runtuhnya sebuah mahligai rumah tangga. Menurut saya, novel ini menyampaikan sebuah manifesto sastra tentang bagaimana seorang perempuan merebut kembali narasi kehidupannya. Nh. Dini berhasil menyuarakan kesetaraan gender sebagai sebuah kebutuhan mendasar bagi perempuan Indonesia umtuk dapat berdiri tegak, berpikir secara merdeka, dan menentukan nasibnya sendiri tampa harus didikte oleh bayang-bayang kuasa laki-laki, sehingga kesetaraan gender dalam buku ini bukanlah konsep barat yang asing. Buku ini tetap krusial dan relevan untuk dibaca di masa kini sebagai cermin refleksi tentang sejauh mana posisi perempuan telah bergerak di ruang publik maupun domestik itu sendiri.