Gelora Pemburu Takjil Pasar Ramadan UGM, Rela Antre dan Berdesakan Menyambut Buka Puasa

Pasar Ramadan UGM tampak padat pada Kamis sore (21/03/2024). Sepanjang trotoar di sebelah barat Jalan Lembah UGM menjadi lokasi yang strategis untuk membuka lapak dagangan sekaligus menjadi destinasi berburu takjil. Menginjak pukul 16.00 WIB, pengunjung mulai berdatangan memadati area Pasar Ramadan. Kemajemukan terlihat dalam kerumunan pengunjung pasar, mulai dari anak-anak hingga dewasa turut serta berdesakan demi mengantre kudapan yang mereka kehendaki. Meski begitu, pengunjung Pasar Ramadan UGM tetap didominasi mahasiswa karena letaknya yang berada di lingkungan kampus.

Baca juga: Giatkan Kolaborasi bersama Akademisi, Deepublish Berkontribusi Tingkatkan Literasi di Indonesia

Pasar Ramadan UGM menawarkan variasi menu yang beragam. Aneka jajanan digelar mulai dari tikungan sebelah barat Masjid Kampus UGM sampai trotoar arah lampu merah dekat Fakultas Teknik UNY. Berbagai hidangan mulai dari yang tradisional, fusion, hingga makanan viral yang terbaru pun tersedia. Menurut Alvin dan Nadiya, mahasiswa Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga mengunjungi Pasar Ramadhan, banyaknya variasi jajanan mulai dari makanan berat, minuman, hingga camilan yang tersaji di sepanjang jalan membangkitkan rasa penasaran mereka untuk mencoba jajanan yang berbeda setiap harinya. Meskipun demikian, mereka juga menyebutkan bahwa ada menu wajib yang selalu dibeli setiap berburu takjil.

Baca juga: Privatisasi Pendidikan dalam Sekolah di Yogyakarta

“Es Kuwut jadi menu favorit aku setiap berburu takjil di Pasar Ramadan ini. Aku pingin minum yang manis-manis untuk berbuka. Kalau untuk camilan aku paling suka sama tempe mendoan,” jelas Alvin, Kamis (21/03/2024). Selain itu, mereka juga berbagi tips untuk berburu takjil di Pasar Ramadan UGM. “Kalau dari aku waktu paling tepat buat kita cari takjil itu jam 17.15 di mana waktu buka udah dekat dan juga biar vibes Ramadan-nya itu kerasa,” jelas Alvin, Kamis (21/03/2024).

Baca juga: Sengketa Tambang Kali Progo: Masalah Perizinan dan Krisis Lingkungan

Variasi menu yang beragam berbanding lurus dengan harga yang ditawarkan. Sebagian pengunjung mengaku jika harga di Pasar Ramadan UGM tergolong mahal dengan porsi yang sedikit. Sebagian lain berpendapat bahwa harga yang ditawarkan sesuai karena Pasar Ramadan merupakan event tahunan yang juga perlu menyewa tempat, transportasi, dan keperluan lainnya. Terlepas dari itu, Pasar Ramadan UGM setiap tahunnya selalu ramai pengunjung. Melihat bagaimana Pasar Ramadan UGM yang tetap ramai di hari ke-11 ini menjadi bukti bahwa harga yang relatif mahal tidak menyurutkan semangat mereka untuk berburu takjil dalam rangka persiapan buka puasa. Beberapa pengunjung bahkan ada yang hanya sekedar ingin jajan dan mencoba pengalaman baru berburu takjil di Pasar Ramadan UGM.

Baca juga: Relevansi Media Sosial terhadap Degradasi Moral Akademisi Muda

Reporter: Yusnia Nanda, Pramudya Restya

Penulis: Yusnia Nanda, Pramudya Restya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post “Kisah Sukses Bu Inuk: Strategi Bisnis Es Buah di Pasar Ramadan Lembah UGM”