Advertisement Section

Jolenan Somongari

Jolenan, merupakan tradisi mengarak jolen sejauh 2,5 kilometer, bolak-balik ke arah timur kemudian kembali ke barat. Sejarah ini bermula dari dua anak kembar bernama Kedhana dan Kedhini yang saling mencintai. Karena keduanya memiliki hubungan darah, orang tua mereka sangat kecewa. Terusirlah keduanya dari rumah. Karena tidak memiliki modal hidup, keduanya terus berjalan mengembara sembari mengamen. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa jalan dan nyanyiannya kedua anak kembar itu diikuti oleh orang-orang sehingga membentuk rombongan yang memanjang. Rombongan itu lantas berhenti di sebuah tempat dan kemudian membentuk pedesaan yang dijuluki Desa Somongari. Dinamainya Somongari dari kata somo yang berarti sama dan ngari atau ngarai yang diyakini penduduk bukan pegunungan dan persawahan yang terjal sehingga mudah dijangkau orang dari berbagai penjuru.

Reviu Film Budi Pekerti

Film Budi Pekerti ini merupakan film yang mengangkat tema moralitas dalam dunia digital dan cyberbullying yang berlatar saat kondisi pandemi COVID-19. Kesehatan mental juga menjadi bagian yang diangkat di dalamnya. Film ini memberikan gambaran bagaimana seseorang dapat dengan mudah melakukan penilaian sepihak hanya dengan sebuah potongan video yang sedang viral. Hal ini selaras dengan zaman sekarang yang telah memasuki digitalisasi sehingga perkembangan teknologi dapat berkembang dengan pesat, semua orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi maupun berita secara mudah dan cepat.

“Tarot” .Feast: Introspeksi Diri Di Tengah Gelombang Ketidakpastian

Sebagai sebuah karya seni, “Tarot” karya .Feast hadir dengan lirik yang cenderung berbentuk metafora serta narasi yang kaya akan simbol. Tema tarot yang digunakan, secara historis berkaitan erat dengan ramalan, refleksi diri, dan pemahaman mengenai perjalanan hidup. Hal ini menjadi dasar solid yang membuat lagu ini relevan dengan keadaan psikologis banyak orang saat ini. Kita berada di zaman di mana informasi berlimpah tetapi sering hilang kejelasannya. Masa depan terasa tidak jelas dan berbagai pilihan hidup seperti karier, hubungan, hingga konsep diri-seringkali menyebabkan perasaan cemas. 

Museum Sonobudoyo Hadirkan Pameran Temporer “Pasar: A Glimpse Into the Past, Looking Forward to the Future”

YOGYAKARTA – Museum Sonobudoyo mempersembahkan pameran temporer Abhinaya karya 2025 berjudul “Pasar: A Glimpse Into the Past, Looking Forward to the Future”. Pameran ini mengajak pengunjung menelusuri perjalanan panjang pasar, mulai dari sistem barter, penggunaan uang kuno, hingga transformasi ke pasar digital masa kini dari berbagai sudut pandang. Pameran ini dipusatkan di Gedung Saraswati Museum Sonobudoyo dan digelar untuk umum pada jam 08.00 – 21.00 WIB mulai 3 Juni – 13 Juli 2025.