Respons Anggota HIMA Pasca Pembongkaran Ruang Sekretariat SERUKER

Ruang sekretariat HIMA SERUKER (Himpunan Mahasiswa Seni Rupa dan Kriya) yang terletak di belakang Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengalami pembongkaran. Kejadian yang dilakukan oleh pihak fakultas tersebut diketahui oleh para anggota HIMA pada 12 Desember 2023. Mereka merasa tidak pernah diberikan imbauan atau peringatan terlebih dahulu sebelum terjadinya tindakan pembongkaran.

Alasan pembongkaran dilakukan karena ruangan tersebut ingin dijadikan gudang yang lebih layak oleh pihak fakultas. Akan tetapi, tidak adanya pemberitahuan sebelumnya pada pihak HIMA SERUKER membuat mereka menyayangkan hal tersebut. “Yang masih terasa mengganjal di benak anggota HIMA SERUKER disebabkan tidak adanya kulo nuwun terlebih dahulu sebelum melakukan pembongkaran dan juga disebabkan beberapa barang-barang anggota masih di ruang sekre tersebut,” jelas Bimo, ketua HIMA SERUKER, Jumat (22/3).

Baca juga: Relevansi Media Sosial terhadap Degradasi Moral Akademisi Muda

Bimo mengaku bahwa awal mula mengetahui pembongkaran itu terjadi saat ia melihat adanya sekumpulan orang yang mengerumuni bagian belakang gedung PKM. Awalnya ia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, ia lantas mendokumentasikan kejadian itu dan mengirimkannya kepada ketua HIMA periode sebelumnya. Pada hari berikutnya, ia baru mengetahui bahwa telah terjadi aktivitas pembongkaran di ruang sekretariat mereka.

Sebenarnya, HIMA SERUKER telah memiliki ruang sekretariat yang berada di gedung PKM lantai tiga. Inisiasi untuk membuat ruang sekretariat di belakang gedung ini bermula sejak awal dibentuknya struktur kepemimpinan, yaitu tahun 2011 dikarenakan bagian belakang gedung PKM adalah gudang yang tidak terawat dan jarang digunakan oleh pihak fakultas. Menurut Bimo, ketua HIMA SERUKER 2024/2025, mereka memanfaatkan gudang tersebut karena ruang sekretariat asli mereka yang berada di lantai tiga memiliki ukuran yang cukup sempit dan kurang memadai untuk memfasilitasi keperluan proker mereka yang kebanyakan berupa pameran. Selain itu, ruang sekretariat di belakang gedung PKM dinilai lebih luas untuk menyimpan karya dan benda-benda berat lainnya yang dapat memudahkan mereka melakukan mobilisasi.

Baca juga: Hoaks Pelecehan Seksual pada Maba UNY: Pandangan dari Digital Forensik dan Linguistik Forensik

Bimo menjelaskan pada hari Jumat (22/3) bahwa mereka berharap dapat memiliki ruang sekretariat yang lebih nyaman untuk ditempati karena mayoritas program kerja HIMA SERUKER berupa pameran, sehingga banyak barang yang harus dibawa kembali setelah event berlangsung. Ia juga menyatakan bahwa akan terasa lebih nyaman apabila mereka dapat menyimpan karya dan barang-barang berat lainnya jika berada di lokasi yang lebih mudah dijangkau tanpa perlu naik turun tangga.

Penulis: Elsya Putri Firmasari, Intan Assafitri, dan Shofia Utomo

Editor: Salma Najihah dan Hana Yuki Tassha Aira

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Euforia Ramadan: Antusiasme Mahasiswa Mencari Takjil Berbuka Puasa
Next post Krisis Infrastruktur: Ancaman Serius bagi Pusat Kegiatan Mahasiswa FBSB (Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya) UNY