Krisis Infrastruktur: Ancaman Serius bagi Pusat Kegiatan Mahasiswa FBSB (Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya) UNY

Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) merupakan sarana utama mahasiswa sebagai tempat mengembangkan minat dan bakat. Akan tetapi, di tengah dinamika kehidupan kampus, seringkali Gedung PKM mengalami krisis infrastruktur yang membuat mahasiswa kesulitan menggunakan fasilitas kampus. Hal ini tentu dapat mengancam fungsi dan perannya sebagai pusat kegiatan non-akademik. Apabila Gedung PKM sudah tidak berfungsi dengan baik, dampaknya dapat menurunkan prestise dan menciptakan kesan negatif terhadap kampus. Kemungkinan terbesar Gedung PKM akan terbengkalai jika krisis infrastruktur dan fungsinya telah hilang. 

Baca juga: Sengketa Tambang Kali Progo: Masalah Perizinan dan Krisis Lingkungan

Gedung PKM dan Permasalahannya

Gedung PKM yang seharusnya menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan berkarya bagi mahasiswa, kini kondisinya kurang sedap dipandang mata. Gedung PKM yang terdiri atas tiga lantai tersebut mempunyai berbagai permasalahan. Pada lantai satu, tidak tersedia ember dan gayung di kamar mandi serta terdapat ruangan kecil yang pintunya tidak bisa ditutup lantaran dipenuhi oleh barang-barang bekas. Ada juga teralis jendela yang dibiarkan begitu saja. Pada lantai dua, salah satu kamar mandi tidak ada gayung dan ember, aula terasa panas, dan banyak cat yang mengelupas. Sementara itu, di lantai tiga terdapat sudut bangunan yang tidak dipasangi kaca. Hal ini tentu dapat mengancam keamanan Gedung PKM. 

Selain itu, beberapa masalah lain datang dari mahasiswa itu sendiri seperti aksi vandalisme yang terdapat pada dinding depan kamar mandi lantai dua, banyaknya plester yang menempel pada dinding aula, dan barang-barang milik ormawa yang berserakan. Kondisi ini membuat gedung PKM semakin bertambah kumuh.

Baca juga: Relevansi Media Sosial terhadap Degradasi Moral Akademisi Muda 

Fakta Gedung PKM

Pada awal Desember tahun 2023, Gedung PKM FBSB UNY telah selesai direnovasi. Hanya saja perbaikan tersebut tidak terlihat sama sekali. Sejumlah mahasiswa juga melihat ketika renovasi berlangsung, tetapi mereka merasa tidak ada yang berubah dari fasilitas di dalamnya.

“Saya tidak melihat transparansi mengenai apa yang sedang diatasi atau diperbaiki pada gedung PKM,” ujar Meuthya Rifa, anggota HIMA Pendidikan Bahasa Jerman.

Selain melakukan renovasi, gedung PKM juga sempat ada kegiatan pembersihan besar-besaran. Banyak barang yang diangkut dan hilang entah kemana. Menurut salah satu mahasiswa yang mengetahui pembersihan besar-besaran, sampai saat ini tidak ada klarifikasi dari pihak manapun terkait barang-barang yang hilang.

Buruknya infrastruktur gedung PKM membuat mahasiswa enggan berlama-lama di gedung tersebut sehingga gedung PKM tidak pernah ramai setiap harinya. Hal ini dapat berdampak pada pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Baca juga: Hoaks Pelecehan Seksual pada Maba UNY: Pandangan dari Digital Forensik dan Linguistik Forensik

Menurut Khairul Maarif, alumni FBSB UNY, dalam artikel mojok.com yang berjudul “Perubahan FBS UNY Menjadi FBSB Menghilangkan Banyak Hal yang Membuat Kampus Terasa Asing dan Tidak Punya Jiwa”, menyatakan bahwa kondisi gedung PKM saat ini terlihat seperti bangunan tua dan jauh dari kata ramai. Ia juga menyebutkan bahwa dahulu gedung PKM menjadi sentral kegiatan kemahasiswaan dan tidak pernah sepi. Secara implisit, artikel tersebut juga menyatakan bahwa gedung PKM setiap tahunnya mengalami kerusakan infrastruktur secara signifikan sehingga tampak luar seperti bangunan tua. Akibatnya, mahasiswa kurang nyaman jika harus berlama-lama di gedung PKM.

Rencana Tindak Lanjut

Selayaknya kampus yang mendorong mahasiswa untuk menorehkan banyak prestasi, pihak kampus sudah seharusnya lebih peka terhadap sepinya gedung PKM dan kelengkapan fasilitas di dalamnya. Gedung PKM sebagai sentral pengembangan minat dan bakat harus dilengkapi dengan fasilitas yang baik dan layak pakai. Renovasi bangunan juga diperlukan demi kenyamanan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatannya.

“Sebaiknya pihak birokrasi menindaklanjuti kerusakan tersebut untuk perbaikan dan penambahan fasilitas yang digunakan sebagai tempat kegiatan mahasiswa,” ujar Niken Yuni, anggota HIMA PBSI, yang menginginkan pihak kampus lebih peka terhadap kerusakan infrastruktur Gedung PKM.

Baca juga: Komersialisasi Fasilitas Kampus FBSB UNY

Selain itu, mahasiswa sebagai pengguna Gedung PKM juga harus turut serta dalam merawat fasilitas dan infrastruktur Gedung PKM. Aksi vandalisme yang masih ditemui di beberapa dinding ruangan merupakan bukti tidak menghargainya mahasiswa terhadap kampus yang telah memberikan banyak fasilitas untuk digunakan. Rusaknya Gedung PKM tidak serta merta menjadi salah pihak kampus, mahasiswa pun dapat disalahkan apabila tidak menjaga dan merawatnya dengan baik.

Dua sudut pandang ini memberikan arti bahwa pihak kampus maupun mahasiswa harus saling berkolaborasi dalam menjaga dan merawat Gedung PKM. Kedua pihak seharusnya saling bekerja sama untuk menjaga fasilitas kampus tanpa harus menyalahkan salah satu pihak atas kerusakan infrastruktur Gedung PKM FBSB UNY.

Solusi yang tepat dalam menangani kerusakan infrastruktur ini adalah pihak kampus merenovasi bagian-bagian bangunan yang sudah rusak dan mahasiswa harus mampu menjaga dan merawat dengan baik sehingga nantinya Gedung PKM FBSB UNY dapat digunakan dengan nyaman.

Penulis: Alkalimatul Hidayah

Reporter: Ananda Siti Nur Anisah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Previous post Respons Anggota HIMA Pasca Pembongkaran Ruang Sekretariat SERUKER
Next post Kampung Ramadhan Jogokariyan: 20 tahun Melekat di Hati Masyarakat