Advertisement Section

Mengenal Lebih Dekat Jurusan DKV FBSB UNY Sebagai Pusat Kreativitas Visual Mahasiswa

Dokumentasi pameran perdana mahasiswa baru 2025, desain karya Muhammad Abdulloh Ibnu Mustofa

Universitas Negeri Yogyakarta membuka program studi baru pada tahun 2025, yaitu
Desain Komunikasi Visual (DKV) yang berada di bawah Departemen Pendidikan Seni Rupa
Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB). Program Studi DKV bukan hanya
jurusan yang sekadar belajar mengenai desain saja, melainkan juga menjadi ruang untuk
menemukan jati diri dan mengasah kreativitas mahasiswa. Meski baru dibuka, program studi
ini memiliki cukup banyak peminat, salah satunya adalah Muhammad Abdulloh Ibnu Mustofa
yang telah menapaki jalan dunia desain sejak di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Perbincangan hangat bersama Ibnu berlangsung saat sesi wawancara di sela-sela
kesibukannya dalam semester dua ini, Sabtu (14/3). Ia kemudian berbagi cerita tentang
perjalanan dan tantangan yang dihadapi selama menjadi mahasiswa UNY di prodi Desain
Komunikasi Visual (DKV), hingga prospek karier yang menanti lulusan prodi tersebut.

Sejak kecil, Ibnu memang sudah memiliki ketertarikan dan minat terhadap dunia
menggambar. Seiring berjalannya waktu, minat itu berubah menjadi hobi. Dari situlah Ibnu
memilih menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan desain.

“Sebenarnya sejak kecil sudah mulai tertarik di dunia desain. Akhirnya memilih untuk masuk
SMK jurusan desain,” ungkapnya.

Baca juga: Menyalakan Kesadaran, Menebar Kebaikan: Kampus Ramadan UNY Hadir untuk Mahasiswa dan Masyarakat

Dengan minat yang berubah menjadi hobi dan didukung pendidikan SMK yang ia
tempuh, ia memiliki dasar yang cukup kuat di dalam dunia desain. Ibnu mengatakan bahwa
setelah menyelesaikan masa SMK-nya, ia sempat mengalami kebingungan saat memilih
program studi di perguruan tinggi. Kemudian Ibnu disarankan untuk melanjutkan ke program
studi DKV karena mengingat sudah memiliki kemampuan dasar yang baik dari SMK. Untuk
mengembangkan keahliannya, Ibnu memutuskan memilih program studi Desain Komunikasi
Visual (DKV) di Universitas Negeri Yogyakarta.

Ibnu mengaku merasakan adanya perbedaan sistem pembelajaran yang signifikan
ketika berada di SMK dan ketika berada di bangku kuliah. Ia menyebutkan bahwa metode
pembelajaran di SMK lebih memfokuskan pada teori-teori dasar sedangkan di bangku kuliah
lebih banyak melakukan praktik.

“Mata kuliah prodi DKV di semester satu ada Desain Dasar
Komunikasi Visual, Gambar Bentuk, Gambar Proyeksi dan Perspektif, dan Nirmana 2
Dimensi, selain itu mata kuliah umum. Sedangkan semester dua di samping mata kuliah umum
ada mata kuliah Gambar Anatomi, Nirmana 3 Dimensi, Tipografi, Ilustrasi, dan Desain
Komunikasi Visual Grafis Informasi,” tuturnya.

Pada proses praktik berkarya, ia memanfaatkan perangkat digital seperti Ibis Paint,
Photoshop, PicsArt, dan aplikasi desain lainnya. Aplikasi itu mendukung dalam pengolahan
ide visual menjadi karya yang lebih matang dan menarik. Dalam proses perkuliahannya
sendiri, kegiatan belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Ia mengatakan sedari
semester 1 memang sering dilakukan di dalam kelas, tetapi saat membuat karya yang
membutuhkan pengamatan visual, mahasiswa dapat melakukan pembelajaran di luar kelas.

Baca juga: Press Release Dialog Dekanat dan Mahasiswa FBSB UNY 2025

Meski demikian, proses kreatifnya tidak selalu berjalan dengan mulus. Salah satu
tantangan yang sering dihadapi mahasiswa jurusan DKV, termasuk Ibnu ialah creative block.
Ia menjelaskan creative block merupakan suatu kondisi ketika seseorang tiba-tiba kehabisan
ide kreatif saat berkarya. Selain itu, ia menyebutkan bahwa membuat karya dengan cara manual
membutuhkan banyak kesabaran. Ketika ia mengalami creative block, proses penciptaan karya
untuk tugas menjadi lebih lama sedangkan harus diselesaikan sebelum tenggat. Hal ini
mengakibatkan waktu tidurnya cukup terganggu. Ia bahkan mengaku terkadang tertidur di
dalam kelas.

Sebagai mahasiswa yang berasal dari daerah sekitar Yogyakarta, Ibnu yakin program
studi DKV UNY sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikannya. Kedekatan daerah dan
kenyamanannya menjadi pertimbangan yang utama dalam menentukan pilihan. Ia menilai
fasilitas yang disediakan kampus pun sudah memadai untuk menunjang kebutuhan prodi DKV.
Salah satu fasilitasnya yaitu, kampus memberikan ruang mahasiswa untuk mengadakan
pameran. Pameran secara langsung adalah bentuk cara menyalurkan karya anak DKV selain
melalui publikasi di media sosial. Ibnu sendiri mengatakan bahwa ia sering terlibat dalam
pameran yang diselenggarakan oleh fakultas.

Dengan perjalanan pendidikannya, Ibnu melihat prospek kerja lulusan DKV sebagai
peluang yang luas. Ia menjelaskan jurusan ini dapat meniti karier di bidang industri kreatif,
seperti illustrator, desainer grafis, animator, fotografer, videographer, dan lain
sebagainya. Baginya, DKV bukan sekedar jurusan kuliah, tetapi jalan untuk mengeksplor
kreativitas dan membangun karier di dunia seni.

Kelompok 1:

  1. Ulfah Nuzzul Izzah
  2. Indah Kusuma
    Wardani
  3. Niken Anjelita
  4. Nayla Auni Aqila
    Amania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Geliat BEM FBSB: Upaya Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Kesehatan Mental melalui Seminar Nasional
Next post Seragam Sekolah