
Gagak Pemakan Apel
LPPM Kreativa – Alkisah, manusia belajar
menyembunyikan
dosa ke dalam tanah
lewat dua ekor gagak.
Anak manusia yang sigap belajar
dan gemar mencetak dosa, memikul
dosanya untuk ditenggelamkan dalam
kubangan tanah dan aliran dosa yang
akan mengalir sampai keturunannya
berhenti beringkar.
Alhasil, kamu mendatangi aku dengan
dosa yang kamu lahirkan dari sela-sela jari
setelah bertahun-tahun kamu kandung
di dalam kepala.
Tapi kamu jijik
dengan dosa yang
kamu kandung
bertahun-tahun
di dalam kepala,
dan kamu lahirkan
sendiri lewat garis
bibir dan sela-sela jari.
“Kamu kan gagak utusan tuhan.”
Artinya, kamu minta aku untuk gali
kuburan untuk buah apel busuk
yang kamu rangkai untuk aku yang
sejak awal merupakan pemakan apel
busuk.
O, Nona! Nona,
tapi yang tumbuh
di punggungmu
adalah sayap gagak
yang menembus
dua lapis kain
seragam musim dinginmu—tidak!
Kamu tidak mau sayap tajam nan hitam,
karena itulah kamu datang kepadaku, kan?
Penulis: Najwa Aulia Fatihah


More Stories
Simpang Empat Palbapang
LPPM Kreativa - Malam itu, bulan purnama bersinar terang di langit kota, memancarkan cahaya peraknya yang menembus celah-celah dedaunan....
The Shark Caller: Menyelami Luka dan Pengampunan di Laut Papua
Novel The Shark Caller karya Zillah Bethell merupakan kisah yang penuh makna tentang persahabatan, kehilangan, dan keberanian untuk memaafkan. Cerita ini mengambil latar di Papua Nugini, tempat yang masih sangat dekat dengan alam dan tradisi. Bethell membawa pembaca menyelami kehidupan seorang gadis muda bernama Blue Wing, yang hidup di desa nelayan kecil di tepi laut. Di sana, laut bukan hanya tempat mencari ikan, tapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan, kepercayaan, dan cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Melalui kisah Blue Wing, pembaca diajak mengenal dunia yang sederhana namun penuh nilai kehidupan tentang bagaimana manusia berhubungan dengan alam, dengan sesamanya, dan dengan perasaannya sendiri. Blue Wing tinggal bersama seorang pria tua bernama Siringen. Ia adalah seorang shark caller atau pemanggil hiu, seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan hiu. Tradisi ini sudah ada sejak lama di desanya dan dianggap sebagai warisan yang sakral. Blue Wing bermimpi bisa menjadi shark caller seperti Siringen, bukan karena ia ingin terkenal atau dihormati, tetapi karena ia memiliki alasan pribadi. Ia ingin memanggil hiu yang telah membunuh kedua orang tuanya. Dalam pikirannya, dengan memanggil hiu itu dan membunuhnya, ia bisa membalas dendam dan menenangkan hatinya yang terluka. Namun, perjalanan yang ia jalani justru membawa Blue Wing pada pelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar balas dendam.
Seragam Sekolah
[caption id="attachment_35369" align="aligncenter" width="300"] Ilustrasi Puisi (Sumber: pinterest.com)[/caption] Aku memandang tumpukan kain pada kotak cokelat Ada...
Nara dan Langkah Kecilnya
Kadang, yang terlihat nyata hanyalah mimpi, dan yang kita pegang erat justru perlahan memudar. Meski rindu sering kali membelenggu, ada saatnya kita harus merelakan dan melangkah maju. Mungkin perpisahan tidak berarti akhir, tapi awal dari perjalanan baru—untuk kita dan mereka yang telah pergi.
Rasa yang Terlalu Dalam
Engkau datang tanpa memberi salam
Pamit juga tanpa sebuah pemberitahuan
Mempermainkan perasaanku dengan begitu kejam
Menjadikan kehidupanku hanya sebuah permainan
Puisi-Puisi Oleh Vanny Damay Yanti Agustin
Lebaran Hari yang tenang Kedamaian datang menghampiri Tumbuhan pun enggan bergerak Semua, menunduk sujud pada-Nya Kegembiraan datang dengan sorak...
